Susu Kambing untuk Bayi, Apa Saja Risiko dan Manfaatnya?


Susu kambing untuk bayi tidak boleh diberikan sembarangan meski berpotensi baik jika ia intoleran terhadap laktosa. Protein susu kambing sulit dicerna oleh perut bayi yang berusia kurang dari 12 bulan sehingga berisiko timbulkan masalah.

0,0
Susu kambing untuk bayi dilarang untuk bayi di bawah 1 tahunSusu kambing untuk bayi tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 1 tahun
Apakah susu kambing untuk bayi itu aman? Banyak orangtua yang bertanya-tanya apakah anak bayi boleh diberikan susu kambing jika ia punya alergi susu sapi atau intoleransi terhadap laktosa.Nah sebelum sembarangan memberikan susu kambing untuk si Kecil, baca dulu informasi lengkapnya di bawah ini.

Bolehkah memberikan susu kambing untuk bayi?

American Academy of Pediatrics (AAP) tidak menganjurkan pemberian susu kambing untuk bayi di bawah 1 tahun.Salah satu alasannya karena susu kambing tidak mengandung lemak, zat besi, dan beberapa sumber nutrisi lain sebanyak yang dibutuhkan bayi untuk bertumbuh kembang. Selain itu, protein susu kambing sulit dicerna oleh perut bayi.Susu kambing baru boleh diberikan pada anak yang alergi susu sapi atau punya intoleransi laktosa ketika usianya sudah lewat dari satu tahun.

Risiko memberikan susu sapi untuk bayi

Memberikan susu kambing untuk bayi di bawah 1 tahun menimbulkan risiko anemia megaloblastik
Memberikan susu kambing untuk bayi di bawah 1 tahun menimbulkan risiko anemia megaloblastik
Memberikan susu kambing kepada anak berusia di bawah 1 tahun tidak dianjurkan karena memiliki sejumlah kemungkinan risiko.Menurut penelitian terbitan jurnal Pediatrics, efek yang mungkin terjadi apabila bayi kurang dari 1 tahun minum susu kambing adalah:

1. Ketidakseimbangan elektrolit

Elektrolit adalah kandungan mineral yang menyeimbangkan kadar air dalam tubuh. Keberadaan mineral ini membantu mengoptimalkan kinerja saraf, otot, jantung, dan otak. Salah satu mineral yang merupakan elektrolit adalah natrium.Rupanya, susu kambing mengandung kadar natrium yang cukup tinggi untuk bayi. Kadar natrium pada susu kambing bisa mencapai 50 mg per 100 ml porsinya. Asupan natrium yang berlebih pada bayi dapat membuat ginjalnya bekerja ekstra keras untuk membuang kelebihan mineral tersebut.Bayi juga jadi cenderung lebih rentan mengalami hipernatremia (kelebihan kadar natrium dalam darah), yang ditandai dengan gejala dehidrasi hingga kulit pucat dan turgor kulit menurun.  Kementerian Kesehatan sudah menetapkan ambang batas maksimal asupan natrium pada bayi usia 6-11 bulan cukup sebanyak 370 mg per hari.Pada bayi yang menyusu, kebutuhan natrium harian ini masih bisa dipenuhi lewat pemberian ASI secara rutin dan menu MPASI yang mengandung cukup natrium.

2. Asidosis metabolik

Studi dari Pediatrics juga menemukan bahwa susu kambing untuk bayi kemungkinan meningkatkan risiko asidosis metabolik.Asidosis metabolik adalah kondisi kadar pH cairan tubuh yang terlalu tinggi sehingga berubah jadi asam.Pada kasus tertentu yang parah ketika pH tubuh jadi terlalu asam, anak dapat tampak rewel karena mengalami kesulitan bernapas.

3. Anemia megaloblastik

Susu kambing untuk bayi tidak direkomendasikan karena kandungan vitamin B12 dan folatnya rendah.Dalam satu liter, kandungan folatnya hanya 6 mcg. Sementara, ASI dan susu sapi mengandung folat sebesar 45-50 mcg per liter.Dikutip dari riset terbitan Paediatrics & Child Health, bayi yang tidak bisa mendapatkan cukup asupan folat dan vitamin B12 mungkin berisiko alami anemia megaloblastik. Ini adalah kondisi saat bentuk sel darah merah terlalu besar dan tidak mampu keluar dari sumsum tulang belakang dan masuk ke aliran darah.

Manfaat susu kambing untuk bayi 1 tahun ke atas

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, susu kambing baru boleh diberikan pada anak usia 1 tahun ke atas. Bagi anak-anak yang sudah boleh minum susu kambing, apa saja manfaatnya?

1. Bisa untuk anak yang punya intoleransi laktosa

Manfaat susu kambing untuk bayi berpotensi bisa dicerna oleh anak 1 tahun ke atas dengan intoleransi laktosa ringan
Manfaat susu kambing untuk bayi berpotensi bisa dicerna oleh anak 1 tahun ke atas dengan intoleransi laktosa ringan
Susu kambing memiliki kadar laktosa yang lebih rendah daripada susu sapi.Bahkan, riset dari Journal of Dairy Science memaparkan bahwa laktosa pada susu kambing hanya sebesar 4,20% sedangkan laktosa dalam susu sapi hampir 5 persen.Oleh karena itu, anak yang memiliki intoleransi ringan terhadap laktosa lebih bisa menerima asupan susu kambing daripada susu sapi.Namun, jika anak Anda terdiagnosis intoleransi laktosa, jangan langsung memberikan susu kambing. Tanyakan dulu ke dokter yang memeriksa anak Anda dan ikutilah instruksi dokter Anda.

2. Lebih mudah dicerna

Molekul lemak pada susu kambing berukuran lebih kecil sehingga mudah dicerna daripada molekul lemak susu sapi.Selain itu, asupan lemak sehat berupa asam lemak tak jenuh juga bisa memberikan manfaat susu kambing untuk bayi usia 1 tahun ke atas. Asam lemak tak jenuh adalah komponen utama yang membangun otak dan retina. Oleh karena itu, asam lemak tak jenuh termasuk penting diberikan kepada kanak-kanak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otaknya.

3. Menjaga kesehatan pencernaan

Sebagian besar susu mengandung bakteri baik (probiotik) atau kandungan yang menjaga bakteri baik (prebiotik). Keduanya penting untuk menjaga kadar bakteri baik dalam saluran usus sehingga kesehatan pencernaan anak jadi lebih sehat.Nah, susu kambing memiliki prebiotik yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis susu lainnya.

4. Menjaga kesehatan jantung

Manfaat susu kambing untuk bayi 1 tahun ke atas mampu menjaga kesehatan jantung
Manfaat susu kambing untuk bayi 1 tahun ke atas mampu menjaga kesehatan jantung
Asam lemak tak jenuh dalam susu kambing terbukti baik untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah anak.Susu kambing ternyata juga rendah kolesterol jahat (LDL) sehingga lebih aman untuk kesehatan jantungnya. 

Catatan dari SehatQ

Susu kambing sebaiknya diberikan pada anak usia 1 tahun ke atas, melihat risikonya yang tidak bisa diabaikan untuk bayi.Bila Anda khawatir bayi mengalami alergi susu sapi, sebaiknya hanya berikan susu kedelai atau atau susu dengan protein terhidrolisis. Susu terhidrolisis diproduksi dengan cara memecah protein susu sapi penyebab alergi (whey dan kasein) menjadi kepingan yang lebih kecil agar mengurangi risiko reaksi alergi.Pilihan lainnya adalah susu dengan kandungan asam amino. Sebab, asam amino mampu merangsang produksi protein di dalam tubuh.Tetap konsultasikan dengan dokter anak terdekat sebelum memberikan susu apapun kepada bayi.Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait asupan pertama bayi, silakan chat dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Jika Anda ingin mendapatkan susu dan keperluan anak, kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuimenyusuisusualergi susususu formula
Pediatric Gastroenterology, Hepatology & Nutrition https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3819697/MedScape https://emedicine.medscape.com/article/906440-overview#a4 American Academy of Pediatrics. https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/milk-allergy-foods-and-ingredients-to-avoid.aspx
Diakses pada 5 Agustus 2021
University of Michigan Health. https://www.uofmhealth.org/health-library/tn9212
Diakses pada 5 Agustus 2021
Kids with Food Allergies. https://www.kidswithfoodallergies.org/formula-options-for-infants-with-food-allergies.aspx
Diakses pada 5 Agustus 2021
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/fluidandelectrolytebalance.html
Diakses pada 5 Agustus 2021
Mott Children's Hospital. https://www.mottchildren.org/posts/your-child/feeding-your-baby-toddler
Diakses pada 5 Agustus 2021
Kementerian Kesehatan. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf
Diakses pada 5 Agustus 2021
Pediatrics. https://pediatrics.aappublications.org/content/125/4/e973
Diakses pada 5 Agustus 2021
UCLA Health. https://www.uclahealth.org/core-kidney/disorders-of-sodium-balance
Diakses pada 5 Agustus 2021
Paediatrics & Child Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2528716/
Diakses pada 5 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/megaloblastic-anemia
Diakses pada 5 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/does-goat-milk-have-lactose
Diakses pada 5 Agustus 2021
Journal of Dairy Science. https://www.journalofdairyscience.org/article/S0022-0302(17)31050-0/fulltext
Diakses pada 5 Agustus 2021
Firstcry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/goat-milk-for-babies-benefits-recipe-and-more/
Diakses pada 5 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait