ASI Vs Susu Formula, Manakah Susu Bayi yang Bikin Gemuk?

Berbeda dari ASI, susu formula dipercaya sebagai susu bayi yang bikin gemuk karena bisa meningkatkan nafsu makan.
Bukan ASI, tapi susu formula yang dianggap sebagai susu bayi yang bikin gemuk.

Susu formula dipercaya menjadi susu bayi yang bikin gemuk anak, lantaran berbagai tambahan kandungan nutrisi di dalamnya. Susu ini juga tak jarang dituding menjadi penyebab bayi mengalami berat badan berlebih.

Sebaliknya, ASI disebut dapat mengurangi risiko kelebihan berat badan dan obesitas pada anak. Lantas, seperti apa fakta mengenai susu formula dan ASI bagi tumbuh kembang bayi?

ASI vs susu formula, manakah susu bayi yang bikin gemuk?

Ternyata, ada penjelasan di balik anggapan kemampuan susu formula sebagai susu bayi yang bikin gemuk. Selain kandungan nutrisi di dalamnya, susu formula pun sebenarnya mampu meningkatkan nafsu makan bayi.

1. Susu formula lebih mudah dikonsumsi bayi

Bayi cenderung lebih mudah mengonsumsi susu formula yang diseduh dan ditempatkan di botol susu. Akibatnya, bayi berisiko mengonsumsi lebih banyak susu, dibandingkan takaran yang sebenarnya ia butuhkan.

Selain itu, kebanyakan mengonsumsi susu formula juga dapat meningkatkan nafsu makan, sehingga menyebabkan bayi mengalami kelebihan berat badan.

Sementara itu, bayi yang mengonsumsi ASI harus bekerja keras untuk dapat memperoleh asupan ASI. ASI yang diperoleh dari aktivitas mengisap payudara ibu juga menyebabkan bayi lebih dapat mengontrol nafsu makannya.

2. Kandungan susu formula meningkatkan nafsu makan bayi

Susu formula mengandung leptin, yang berpengaruh
terhadap nafsu makan.

Kandungan susu formula menyebabkan produksi leptin di dalam tubuh bayi berkurang. Leptin merupakan hormon yang mengontrol nafsu makan manusia.

Saat kandungan leptin berkurang, bayi akan mengonsumsi makanan secara berlebih hingga menyebabkan kelebihan berat badan, bahkan obesitas.

Sementara itu, ASI mengandung hormon khusus yang dapat menyeimbangkan proses fisiologis di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan penyebaran energi di dalam tubuh bayi merata dan menghindari kelebihan berat badan.

3. Susu formula mengandung begitu banyak protein kasein

Susu formula mengandung 70% protein kasein yang begitu sulit dicerna oleh usus bayi sehingga menyebabkan bertambahnya berat badan. Karena hal inilah, susu formula dianggap sebagai susu bayi yang bikin gemuk.

Selain itu, kandungan protein tinggi pada susu formula dapat melepaskan hormon insulin yang menyebabkan penumpukan lemak pada bayi. Berbeda halnya dari ASI, yang mengandung begitu banyak protein whey. Protein ini mudah dicerna usus bayi dan mencegah risiko kelebihan berat badan.

Lantas, apa saja kehebatan ASI untuk Si Kecil?

Bukan tanpa sebab, beragam kandungan penting di dalam ASI memiliki banyak manfaat bagi kesehatan bayi, termasuk meningkatkan imunitas, mencegah berbagai penyakit, dan meningkatkan kognitif anak.

  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh:

    ASI mengandung antibodi, terutama imunoglobulin A yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh Si Kecil dan mencegah berbagai penyakit berbahaya.
  • Mencegah berbagai penyakit:

    Sejumlah riset mengungkapkan, anak yang mendapatkan ASI eksklusif, memiliki risiko lebih minim tertular berbagai penyakit.
    Kandungan nutrisi dalam ASI mencegah terjadinya risiko penyakit pada anak seperti infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran pencernaan, pilek, sindrom kematian bayi mendadak, radang usus, penyakit Celiac, leukimia hingga diabetes.
  • Meningkatkan kognitif anak:

    ASI juga berperan penting dalam meningkatkan perkembangan otak anak. Anak yang menderia ASI eksklusif hingga usia 3 tahun disebut memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik ketimbang yang mendapatkannya selama kurang dari jangka waktu tersebut.

ASI juga bermanfaat untuk ibu, lho

Tak hanya bermanfaat untuk Si Kecil, pemberian ASI juga memiliki dampak positif bagi sang ibu, termasuk dalam mempercepat proses pemulihan setelah melahirkan, menurunkan berat badan, mencegah depresi, serta mencegah kanker payudara dan kanker ovarium.

  • Mempercepat proses pemulihan:

    Saat tengah menyusui, tubuh akan memproduksi hormon oksitosin yang membantu mempercepat proses pemulihan wanita pascamelahirkan.
    Hormon oksitosin berperan penting mengembalikan fungsi rahim dan membantu rahim kembali ke ukuran normal.
  • Menurunkan berat badan:

    Selain itu, ibu yang memberikan ASI eksklusif juga cenderung mengalami penurunan berat badan. Dengan demikian, berat badan ideal setelah melahirkan, bukan kondisi mustahil yang bisa diraih.
  • Mencegah depresi:

    Pemberian ASI eksklusif juga dapat mengurangi risiko stres pascapersalinan dan mencegah depresi pada ibu.
  • Mencegah kanker payudara dan kanker ovarium:

    Sebuah riset mengungkapkan, semakin lama ibu memberikan ASI eksklusif pada anak semakin kecil pula risiko dirinya mengalami kanker payudara dan kanker ovarium.

Catatan dari SehatQ:

Penilaian publik terhadap ibu yang memberikan susu formula bagi anak, tak jarang menimbulkan tekanan batin tersendiri. Meski demikian, yang terpenting adalah memberikan kecukupan gizi bagi Si Kecil. Agar lebih yakin terhadap kebutuhan anak berdasarkan kondisi kesehatannya, berkonsultasilah dengan dokter.

Healthline.
https://www.healthline.com/health/parenting/breastfeeding#benefits
Diakses pada 10 Maret 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/11-benefits-of-breastfeeding#TOC_TITLE_HDR_10
Diakses pada 10 Maret 2020

BMC.
https://nutritionj.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12937-018-0322-5
Diakses pada 10 Maret 2020

WHO.
https://www.who.int/elena/bbc/breastfeeding_childhood_obesity/en/
Diakses pada 10 Maret 2020

Artikel Terkait