Susu Bayi Tanpa Laktosa dan Alternatif Pilihan Susu Lainnya

Susu bayi tanpa laktosa dengan bahan dasar kedelai dan almond bisa menjadi solusi bagi anak dengan intoleransi laktosa
Susu bayi tanpa laktosa seperti susu kedelai bisa menjadi alternatif bagi anak dengan intoleransi laktosa

Bayi dan anak dengan alergi susu atau intoleransi laktosa tentunya tidak bisa mengonsumsi susu sapi atau produk susu lainnya yang mengandung laktosa. Padahal, pentingnya mencukupi kebutuhan protein, kalsium, dan vitamin melalui susu, khususnya pada bayi. Oleh karena itu, berbagai susu bayi tanpa laktosa hadir sebagai pilihan.

Umumnya, kondisi intoleransi laktosa sebagian besar terjadi pada anak berusia 2 tahun ke atas. Namun dalam beberapa kasus tertentu, bayi bisa mengalami galaktosemia, yaitu kondisi di mana bayi tidak mampu mencerna galaktosa, yang merupakan salah satu gula pembentuk laktosa.

Mencari susu bayi tanpa laktosa

Kondisi galaktosemia membuat bayi tidak mampu mengonsumsi ASI dan susu formula biasa. Mereka hanya dapat meminum susu bayi tanpa laktosa. Pilihan susu tanpa laktosa yang populer di pasaran adalah susu kacang dan susu almond. Sayangnya, kedua susu ini tidak cocok untuk bayi.

Susu bayi tanpa laktosa umumnya dijual secara khusus oleh berbagai merek perusahaan susu formula. Sebaiknya Anda berkonsultasi mengenai susu formula yang akan digunakan dengan dokter agar sesuai dengan kebutuhan bayi Anda.

Idealnya, susu formula dapat diganti dengan susu bayi tanpa laktosa di pasaran setelah bayi berusia di atas 1 tahun. Susu bayi tanpa laktosa memiliki jumlah kalori dan protein yang lebih sedikit dibandingkan susu sapi. Sebagian besar susu alternatif ini terfortifikasi dengan kalsium dan vitamin D dalam kadar yang serupa dengan susu sapi. Pada beberapa produk, susu tanpa laktosa ini juga mengandung fortifikasi protein.

[[artikel-terkait]]

Pilihan susu tanpa laktosa lainnya

Jika anak Anda sudah besar, berikut ini beberapa alternatif susu tanpa laktosa yang bisa diberikan kepada mereka:

1. Susu kacang

Susu kacang terbuat dari ekstrak kacang kedelai. Terdapat pilihan susu kacang dengan pemanis dan tanpa pemanis, juga dalam berbagai pilihan rasa.

Meskipun kandungan dalam setiap merek susu dapat berbeda, umumnya susu kacang dilengkapi dengan kandungan kalsium, vitamin A dan D, riboflavin, serta protein. Komposisi ini membuat susu kacang menjadi alternatif susu dengan komposisi paling menyerupai susu sapi.

Susu kacang memiliki kandungan isoflavon dan fitoestrogen. Pada orang dewasa, isoflavon dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, osteoporosis, dan kanker payudara, sedangkan fitoestrogen bermanfaat mengurangi gejala pada wanita menopause akibat kekurangan estrogen. Namun, susu kacang juga dikaitkan dengan infertilitas pada wanita.

Belum banyak penelitian mengenai keuntungan susu kacang pada anak. Walau demikian, susu kacang dan produk kacang kedelai lainnya aman untuk dikonsumsi selama diikuti diet yang seimbang.

2. Susu almond

Susu almond terbuat dari almond, air, dan pemanis. Umumnya, susu almond juga mendapat fortifikasi vitamin dan mineral. Susu ini memiliki tekstur menyerupai produk susu sapi.

Kelebihan susu almond adalah kandungan vitamin E yang tinggi. Namun, susu almond terfortifikasi lebih banyak mengandung air dibandingkan almond. Oleh karena itu, jika Anda menginginkan kandungan vitamin E yang lebih tinggi, lebih baik mengonsumsi almond secara langsung.

Kekurangan susu almond berada pada kandungan vitamin, mineral, dan asam lemak yang lebih rendah dibandingkan susu sapi. Susu almond sebaiknya tidak Anda berikan apabila anak memiliki alergi kacang.

Jika berminat menggunakan susu almond sebagai pilihan susu tanpa laktosa, pastikan susu tidak mengandung pemanis buatan atau terfortifikasi dengan kalsium, vitamin A, dan D. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, pastikan anak mendapatkan asupan protein dan lemak dalam bentuk lain. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi ke dokter spesialis anak mengenai susu yang akan diberikan kepada anak Anda. 

Artikel Terkait

Banner Telemed