Surfaktan adalah Molekul Penting dalam Produk Pembersih, Kenali Jenis dan Fungsinya

0,0
06 Jul 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Detergen umumnya mengandung surfaktan untuk membersihkan kotoranSurfaktan dapat ditemukan dalam produk pembersih seperti detergen
Surface active agent atau surfaktan adalah molekul yang bersifat amfifilik (memiliki sifat hidrofilik dan lipofilik). Hidrofilik merupakan jenis senyawa yang dapat mengikat air, sementara lipofilik adalah senyawa yang mampu mengikat minyak dan membenci air (hidrofobik). Kandungan surfaktan dapat ditemukan dalam sabun, detergen, dan larutan pembersih.Surfaktan adalah molekul yang dapat diserap dalam antarmuka zat cair-gas. Saat dimasukkan ke dalam air, surfaktan akan menyelaraskan diri dengan bagian hidrofobik-nya berada di udara, sedangkan bagian hidrofilik-nya berada di dalam air sehingga dapat menurunkan ketegangan di permukaan atau antarmuka zat.

Cara kerja surfaktan

Ketika ada molekul surfaktan dalam jumlah yang memadai pada larutan, mereka akan bergabung untuk membentuk struktur yang disebut misel.Saat misel terbentuk, bagian kepala surfaktan yang suka air akan memosisikan dirinya terkena air, sedangkan ekornya yang benci air akan dikelompokkan di tengah struktur misel sehingga terlindungi dari air.Misel lalu bekerja sebagai unit untuk menghilangkan berbagai kotoran, seperti noda tanah atau minyak. Ekor yang benci air akan tertarik ke tanah dan mengelilinginya, sedangkan kepala surfaktan menarik tanah dari permukaan ke dalam larutan pembersih.Anda akan melihat kotoran yang terlepas dari permukaan benda mulai mengotori air atau larutan pembersih. Misel kemudian terbentuk kembali dengan ekor yang menahan tanah agar tetap berada di tengah struktur.

Jenis-jenis surfaktan

Berikut adalah jenis-jenis surfaktan berdasarkan perbedaan muatan pada kepala hidrofilik-nya.

1. Surfaktan anionik

Surfaktan anionik memiliki ujung molekul bermuatan negatif yang bersifat hidrofilik. Bagian molekul yang bermuatan negatif ini biasanya berupa sulfonat, sulfat, atau karboksilat.Contoh surfaktan anionik adalah natrium alkilbenzena sulfonat, natrium stearat, dan kalium alkohol sulfat yang banyak ditemukan dalam sabun dan detergen.

2. Surfaktan nonionik

Surfaktan nonionik adalah jenis surfaktan yang tidak memiliki ion. Surfaktan ini memperoleh polaritasnya karena molekul di salah satu ujung memiliki bagian yang kaya oksigen dan di ujung lainnya memiliki molekul organik besar.Contoh surfaktan nonionik adalah alkohol etoksilat, alkohol polietilena nonilfenoksi, dan kopolimer blok etilen oksida/propilena oksida. Surfaktan nonionik umumnya tidak berbusa atau minim busa sehingga cocok untuk digunakan sebagai bahan pembuatan detergen dengan busa sedikit.

3. Surfaktan kationik

Surfaktan kationik adalah molekul bermuatan positif yang biasanya berasal dari senyawa nitrogen. Banyak surfaktan kationik memiliki sifat sanitasi atau membersihkan, seperti bakterisida atau lainnya.Surfaktan ini berguna untuk membuat disinfektan yang meninggalkan lapisan disinfektan kationik di permukaan. Contoh surfaktan kationik adalah alkil amonium klorida.

4. Surfaktan amfoterik

Surfaktan amfoterik adalah surfaktan yang muatannya mengalami perubahan dengan pH. Surfaktan ini bisa merupakan jenis anionik, nonionik, atau kationik, tergantung pada pH.Surfaktan amfoterik sering digunakan dalam produk perawatan pribadi, seperti sampo dan kosmetik. Contoh surfaktan amfoterik adalah betaine dan amino oksida.

Fungsi surfaktan

Salah satu fungsi surfaktan yang paling umum adalah sebagai bahan utama pembuatan detergen atau pembersih. Pada detergen, surfaktan berfungsi meningkatkan sifat penyebaran dan pembasahan molekul sehingga membantu memerangkap kotoran dan memudahkan untuk melepasnya.Selain itu, berikut adalah beberapa fungsi surfaktan lainnya yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Fungsi surfaktan dalam produk pembersih adalah memicu aktivitas pada permukaan sehingga kotoran dapat diikat dan dilepaskan dari permukaan lain yang ditempeli kotoran, misalnya pada pakaian, permukaan lantai, permukaan meja, dan lain sebagainya.
  • Dalam pencelupan tekstil, surfaktan adalah molekul yang digunakan untuk membantu pewarna menembus kain secara merata.
  • Fungsi surfaktan lainnya adalah sebagai agen pengemulsi atau agen pembusa.
  • Surfaktan yang sifatnya lebih lipofilik dan kurang hidrofilik dapat digunakan sebagai zat penghilang busa atau sebagai pengemulsi.
  • Surfaktan juga dapat difungsikan sebagai germisida, fungisida, dan insektisida.
  • Surfaktan juga dapat digunakan dalam penghambatan korosi. Fungsi surfaktan di sini adalah untuk meningkatkan aliran minyak di batuan berpori dan menghasilkan aerosol.
Itulah penjelasan seputar surfaktan, mulai dari jenis-jenis, contoh, hingga fungsinya. Semoga dapat membantu Anda dalam memahami cara kerja molekul ini.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
pola hidup sehat
Brittannica. https://www.britannica.com/science/surfactant
Diakses 23 Juni 2021
Knowlede Ulprospector. https://knowledge.ulprospector.com/3106/pc-surface-active-agents-surfactants/
Diakses 23 Juni 2021
Biolin Scientific. https://www.biolinscientific.com/blog/what-are-surfactants-and-how-do-they-work
Diakses 23 Juni 2021
Technotes Alconox. https://technotes.alconox.com/detergents/types-of-surfactants/
Diakses 23 Juni 2021
International Product Corporaton. https://www.ipcol.com/blog/an-easy-guide-to-understanding-surfactants/
Diakses 23 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait