Manfaat Suplemen Zat Besi untuk Kesehatan, Tak Hanya Atasi Anemia

(0)
11 Jun 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Suplemen zat besi tak hanya membantu pasien anemia, namun juga banyak orang dengan kondisi medis lainSuplemen zat besi tak hanya membantu pasien anemia, namun juga banyak orang dengan kondisi medis lain
Zat besi merupakan salah satu mineral mikro yang penting untuk tubuh. Zat besi utamanya digunakan tubuh untuk memproduksi sel darah merah serta menjadi komponen krusial untuk hemoglobin. Sayangnya, beberapa orang mungkin berisiko mengalami kekurangan mineral, sehingga suplemen zat besi mungkin akan dianjurkan dokter.

Manfaat suplemen zat besi untuk beragam kondisi medis

Mengonsumsi suplemen zat besi ternyata dapat membantu orang-orang yang mengalami kondisi medis tertentu. Berikut ini manfaat mengonsumsi suplemen zat besi, yaitu:

1. Mengatasi anemia defisensi besi

Sesuai namanya, anemia defisensi besi terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi. Apabila kadar zat besi rendah di tubuh, sel darah merah akan sulit mengedarkan nutrisi dan oksigen yang diperlukan sel dan jaringan. Dokter akan merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi suplemen zat besi untuk mengatasi kondisi medis ini.

2. Bermanfaat untuk ibu hamil

Wanita yang sedang hamil akan membutuhkan zat besi lebih dari kondisi normal. Para ahli menyebutkan bahwa rekomendasi harian zat besi bagi ibu hamil yakni 27 miligram dalam satu hari. Biasanya, untuk wanita yang sedang tidak hamil atau tidak menyusui, zat besi yang diperlukan yakni 15-18 gram sehari. Diskusikan dengan dokter untuk penuhi kebutuhan zat besi Anda dari suplemen.
ibu hamil minum suplemen zat besi
Suplemen zat besi dapat bermanfaat untuk ibu hamil

3. Menopang pertumbuhan bayi prematur

Bayi baru lahir sudah memiliki suplai zat besi yang diambil saat mereka dalam kandungan. Suplai zat besi tersebut akan digunakan oleh tubuh Si Kecil hingga usianya enam bulan. Setelahnya, para ibu akan dianjurkan dokter untuk memberikan makanan tambahan yang diperkaya zat besiBayi yang lahir prematur cenderung akan membutuhkan suplemen zat besi karena tubuhnya ‘belum sempat’ memiliki suplai tersebut. Berkonsultasi dengan dokter wajib dilakukan sebelum memberi bayi suplemen zat besi.

4. Mengganti kehilangan zat besi saat menstruasi

Menstruasi dapat menurunkan kadar zat besi dari dalam tubuh. Hal inilah yang menjadi alasan wanita lebih rentan mengalami anemia dibandingkan pria. Anda bisa berdiskusi dengan dokter untuk mengonsumsi suplemen zat besi, demi mengganti kehilangan zat besi karena haid.

5. Mengganti suplai zat besi pada penderita perdarahan saluran pencernaan

Kelompok individu tertentu, seperti yang menderita perdarahan saluran pencernaan, membutuhkan zat besi lebih banyak – yang mungkin bisa dibantu dari suplemen. Perdarahan saluran pencernaan sendiri dapat disebabkan oleh konsumsi obat tertentu atau menderita penyakit seperti ulkus dan kanker.

6. Bermanfaat untuk pendonor darah rutin

Para pendonor darah tentu akan ‘melepaskan’ sedikit darah mereka untuk pasien yang membutuhkan. Apabila Anda merupakan pendonor yang rutin, Anda mungkin bisa berdiskusi dengan dokter untuk konsumsi suplemen zat besi.
donor darah
Orang yang rutin mendonorkan darahnya dapat berdiskusi dengan dokter terkait suplemen zat besi

7. Mungkin direkomendasikan untuk pasien yang menjalani cuci darah

Banyak pasien yang menjalani dialisis atau cuci darah membutuhkan zat besi lebih banyak. Ginjal yang fungsinya terganggu akan sulit menghasilkan eritropoietin, hormon yang ‘menginstruksikan’ tubuh untuk membuat sel darah merah. Dengan demikian, anemia sering menjadi efek samping apabila fungsi ginjal terganggu.Cuci darah juga cenderung membuat pasien kehilangan sedikit darah, di samping pola makan dialisis yang juga membatasi makanan sumber zat besi, serta obat yang menganggu penyerapan nutrisi ini. Untuk itu, Anda bisa berdiskusi dengan dokter untuk menjaga level zat besi tetap stabil – termasuk dengan kemungkinan konsumsi suplemen zat besi.

8. Mungkin dianjurkan untuk pasien yang konsumsi obat tertentu

Beberapa jenis obat dapat mengganggu penyerapan zat besi, sehingga berisiko membuat kadarnya menurun. Obat tersebut, termasuk:
  • Quinolone: Kelompok antibiotik seperti ciprofloksasin dan levofloxacin
  • Tetrasiklin: Jenis antibiotik spektrum luas
  • Ranitidine dan omeprazole: Obat untuk masalah lambung seperti ulkus dan heartburn
  • Obat penghambat enzim pengubah angiotensin untuk atasi hipertensi
  • Colestipol dan cholestyramine: Obat untuk mengendalikan kolesterol
Anda bisa berdiskusi dengan dokter terkait kemungkinan penggunaan suplemen zat besi, untuk cegah anemia karena obat di atas.

Catatan dari SehatQ

Suplemen zat besi akan bermanfaat untuk kelompok yang rentan kekurangan mineral ini. Sebelum mengonsumsinya, Anda tentu harus berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu. Berlebihan dalam konsumsi suplemen zat besi dapat memicu beragam masalah lain.
suplemenzat besikelebihan zat besi
Healthline. https://www.healthline.com/health/10-reasons-iron-supplements
Diakses pada 3 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-to-eat-before-donating-blood
Diakses pada 3 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/why-too-much-iron-is-harmful
Diakses pada 3 Juni 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/kids/minerals.html
Diakses pada 3 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait