Suplemen Yohimbe untuk Penis Loyo, Simak Dulu Efek Samping dan Peringatannya


Yohimbe adalah tanaman yang diklaim dapat mengatasi disfungsi ereksi. Yohimbe memiliki senyawa inti yang disebut yohimbine dan tersedia dalam bentuk suplemen.

(0)
09 Jan 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Yohimbe adalah tumbuhan yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di Afrika bagian BaratKulit pohon Yohimbe populer dijadikan suplemen
Disfungsi ereksi atau menjadi salah satu cerita horor bagi kaum pria. Disfungsi ereksi membuat pria mengalami kesulitan untuk ereksi dengan optimal atau sulit mempertahankan ereksi. Menjadi kondisi yang merepotkan, banyak pria berusaha menangani disfungsi ereksi dengan mengonsumsi suplemen herbal, seperti yohimbe. Efektifkah yohimbe untuk mengatasi penis loyo? 

Yohimbe, suplemen populer untuk disfungsi ereksi

Yohimbe (Pausinystalia johimbe) adalah tumbuhan yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di Afrika bagian Barat, terutama untuk meningkatkan performa seksual. Kulit pohon Yohimbe mengandung senyawa aktif yang disebut alkaloid. Salah satu alkaloid utama dalam yohimbe yaitu yohimbine.Yohimbe menjadi tanaman yang populer sehingga dijual sebagai suplemen dengan berbagai macam klaim manfaat. Salah satu klaim populer dari penggunaan yohimbe yaitu mengatasi disfungsi ereksi atau impotensi.Suplemen yohimbe sendiri tersedia dalam bentuk kapsul maupun tablet. 

Cara kerja yohimbine untuk mengatasi disfungsi ereksi

Yohimbine, sebagai senyawa dalam yohimbe, diyakini bekerja dengan memblokir reseptor di tubuh yang disebut reseptor adrenergik alfa-2.  Reseptor ini sebenarnya “berperan” dalam penghambatan ereksi. Karena menghalangi reseptor adrenergik alfa-2, penghambatan ereksi dapat dihindari sehingga yohimbine diyakini dapat mengatasi disfungsi ereksi atau impotensi.Yohimbine juga disebutkan dapat meningkatkan pelepasan nitrogen oksida. Pelepasan nitrogen oksida dapat merangsang pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan aliran darah menuju organ seksual.Menurut sebuah laporan yang mengkaji tujuh buah riset, yohimbine efektif untuk menangani impotensi dibandingkan plasebo. Namun, lembaga seperti American Urology Association tidak merekomendasikan penggunaan yohimbe untuk disfungsi ereksi karena belum cukup bukti serta atas pertimbangan efek sampingnya.

Klaim manfaat yohimbe yang belum terbukti

Di samping klaim dapat mengatasi disfungsi ereksi pada pria, ada sejumlah klaim lain terkait penggunaan yohimbe yang belum terbukti. Klaim tersebut, termasuk:
  • Untuk meningkatkan performa atletik
  • Untuk meredakan gejala depresi
  • Untuk mengatasi mulut kering
  • Untuk menurunkan berat badan, namun hasil riset yang sudah dilakukan masih bercampur
  • Untuk mengatasi hipotensi ortostatik, yakni tekanan darah rendah yang terjadi saat berdiri tiba-tiba

Efek samping yohimbe yang harus diperhatikan

Seperti banyak suplemen lain, yohimbe juga berisiko menimbulkan efek samping tertentu. Beberapa efek samping yang paling sering dilaporkan termasuk:
  • Gangguan pada saluran pencernaan
  • Peningkatan denyut jantung
  • Kecemasan
  • Tekanan darah tinggi
  • Serangan jantung (pada beberapa kasus)
  • Kejang (pada beberapa kasus)
  • Cedera ginjal akut (pada beberapa kasus)
Walau risiko efek samping yohimbe cukup beragam, perlu diingat bahwa banyak dari efek di atas disebabkan oleh produk suplemen yohimbe yang mengandung bahan lain. Kandungan selain yohimbe tersebut bisa saja berkontribusi terhadap efek samping yang dirasakan konsumen.

Berhati-hati dalam memilih suplemen yohimbe

Seperti saat Anda mengonsumsi suplemen lain, Anda juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika memang masih ingin mencoba suplemen yohimbe. Pasalnya, suplemen yohimbe yang dijual di pasaran seringkali tidak memberi keterangan dengan jelas berapa kadar yohimbine yang terkandung dalam produk.Peneliti dari Harvard Medical School pernah melakukan riset dengan memeriksa 49 suplemen yohimbe yang berbeda. Dari riset tersebut, ditemukan bahwa 78% dari sampel suplemen tidak secara jelas memberi label berapa banyak yohimbine dalam produk tersebut.Riset di atas juga menemukan bahwa kadar yohimbine dalam produk suplemen seringkali tidak akurat. Kadar asli yohimbine dalam suplemen ditemukan lebih tinggi dari apa yang dicantumkan dalam label produk. Pencantuman kadar yohimbine yang tidak akurat tersebut sangat berbahaya karena berisiko membuat konsumen mengonsumsi dosis yang lebih tinggi – sehingga juga meningkatkan risiko efek samping di atas.Selalu diskusikan dengan dokter jika Anda ingin mengonsumsi suplemen yohimbe.

Peringatan sebelum mengonsumsi suplemen yohimbe

Beberapa kelompok individu sebaiknya tidak mengonsumsi yohimbe. Kelompok tersebut termasuk orang dengan riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi atau rendah, penyakit ginjal, penyakit hati, dan gangguan mental.Pria yang mengalami disfungsi ereksi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terkait pilihan pengobatan untuk mengatasi kondisi tersebut. Pasalnya, beberapa obat telah dikembangkan untuk mengatasi impotensi – yang  cenderung lebih aman dan efektif.Selain pria, beberapa wanita mungkin juga ingin mencoba suplemen yohimbe. Namun, ibu hamil dan menysui disarankan tidak mengonsumsi suplemen ini. Suplemen yohimbe juga harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak.Jika Anda memutuskan untuk mengonsumsi suplemen yohimbe, belilah dari perusahaan terpercaya setelah berkonsultasi dengan dokter. Pastikan produk yang dibeli memang telah diuji kualitas dan keamanannya serta dengan jelas memberi label jumlah kandungan yohimbine.

Catatan dari SehatQ

Yohimbe adalah tanaman dari Afrika yang tersedia dalam bentuk suplemen. Suplemen yohimbe diklaim dapat mengatasi disfungsi ereksi walau memang riset lanjutan masih diperlukan. Jika masih memiliki pertanyaan terkait yohimbe, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ bisa diunduh gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi terkait suplemen nan terpercaya.
suplemendisfungsi ereksiimpotensiherbal
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/yohimbe
Diakses pada 16 Desember 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/2657105
Diakses pada 16 Desember 2020
Verywell Health. https://www.healthline.com/nutrition/yohimbe
Diakses pada 16 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait