Suplemen Serat, Apakah Setara Manfaatnya dengan Makanan Sehat?

Suplemen serat tergolong aman untuk dikonsumsi demi mengatasi sembelit
Mencukupi kebutuhan serat bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat maupun suplemen

Serat menjadi nutrisi yang penting untuk tubuh. Karena khawatir tidak bisa mencukupi kebutuhan serat, beberapa orang mungkin mengonsumsi serat dalam bentuk suplemen serat. Aman dan bermanfaatkah, suplemen serat?

Suplemen serat, perlukah dikonsumsi?

Serat makanan menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Sebut saja, mengendalikan kolesterol, menjaga kadar gula darah, mencegah sembelit, hingga membantu menurunkan berat badan. Walau begitu, banyak orang yang kebutuhan seratnya belum tercukupi.

Sebagai jalan pintasnya, suplemen serat mungkin menjadi pilihan. Namun, masih belum jelas apakah manfaat dari suplemen serat sama dengan serat alami yang ada pada makanan. 

Meski demikian, suplemen serat mungkin dapat bermanfaat jika ditujukan untuk mengatasi sembelit dan diare, alih-alih dikonsumsi untuk mengendalikan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.

Bentuk suplemen serat

Jika Anda ingin mencoba suplemen serat, ada bentuk dan pilihan suplemen serat dengan plus minusnya masing-masing. Beberapa bentuk suplemen serat tersebut, yaitu:

1. Psyllium

Psyllium, atau yang juga dikenal dengan ispaghula, diproduksi dari sekam biji tanaman Plantago ovata. Psyllium mengandung sekitar 70% larut air, yang dilaporkan membantu meningkatkan rasa kenyang dan memperlambat pencernaan. Psyllium juga mengandung serat tak larut air, yang membantu mengondisikan feses menjadi lebih padat.

2. Inulin

Inulin adalah salah satu bentuk serat prebiotik. Artinya, bentuk serat ini dapat meningkatkan populasi bakteri baik di usus. 

Bakteri baik sendiri penting untuk tubuh, karena berperan dalam penyerapan nutrisi makanan. Bakteri ini juga menghasilkan hormon yang berkaitan dengan rasa lapar dan rasa cemas.

3. Metilselulosa

Metilselulosa adalah bentuk serat yang juga larut dalam air. Serat ini dibuat dari selulosa, struktur yang penting pada tumbuhan. Metilselulosa lebih kecil kemungkinannya dalam memicu perut kembung dan gas setelah penggunaannya.

Walau tak menimbulkan gas, metilselulosa tidak seperti psyllium yang bisa memberi makan bakteri baik yang ada di usus.

4. Polycarbophil

Polycarbophil mirip dengan metiselulosa, yang mampu menyerap air di saluran pencernaan dan membuat feses lebih padat dan lembut. Polycarbophil juga kecil risikonya dalam memicu perut kembung.

Polycarbophil berpotensi digunakan untuk menangani konstipasi, irritable bowel syndrome (IBS), dan divertikulosis. Suplemen ini tidak bisa dikonsumsi oleh individu yang memiliki kesulitan saat menelan.

Suplemen serat, adakah efek samping dan risikonya?

Belum ada bukti yang menyebutkan bahaya suplemen serat untuk tubuh. Efek samping yang dapat timbul bisa berupa perut kembung dan bergas yang mungkin terjadi di awal penggunaan. 

Walau disebutkan tidak berbahaya, kita tidak disarankan untuk terlalu bergantung pada suplemen. Usahakan mencukupi kebutuhan serat dari makanan bervariasi, karena kita juga akan mendapatkan vitamin dan mineral lain dari makanan sehat.

Meningkatkan asupan air putih penting jika Anda mengonsumsi suplemen serat, maupun mengonsumsi makanan yang tinggi serat. Cairan diperlukan tubuh untuk mendorong serat melewati saluran pencernaan. Kekurangan cairan namun banyak serat dapat menimbulkan sembelit.

Seperti yang diungkapkan di atas, konsultasikan dengan dokter sebelum Anda ingin mencoba suplemen serat. Sebab, suplemen serat berisiko memicu interaksi dengan obat tertentu.

Serat terbaik ada pada makanan sehat

Cara mencukupkan kebutuhan serat paling baik adalah dengan mengonsumsi makanan sehat, misalnya: 

  • Buah-buahan, seperti pir, apel, stroberi, dan pisang
  • Sayuran, seperti brokoli dan wortel
  • Tanaman legum, seperti lentil, kacang polong, kacang merah, kacang hitam, kacang pinto
  • Serealia utuh, seperti quinoa, gandum utuh, dan beras cokelat
  • Sumber serat lainnya, seperti biji chia

Catatan dari SehatQ

Suplemen serat tergolong aman untuk dikonsumsi demi mengatasi sembelit. Walau aman, Anda tetap dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu terkait perlu tidaknya konsumsi suplemen serat. 

Selain itu, dokter juga bisa memastikan keamanan konsumsi suplemen ini untuk tubuh Anda, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit atau mengonsumsi obat tertentu.

Healthline. https://www.healthline.com/health/digestive-health/whats-the-best-fiber-supplement
Diakses pada 11 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/fiber-supplements/faq-20058513
Diakses pada 11 Maret 2020

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/before-you-buy-fiber-supplements-1941633
Diakses pada 11 Maret 2020

Web MD. https://www.webmd.com/diet/features/fiber-supplements
Diakses pada 11 Maret 2020

Artikel Terkait