Suntik Steroid Efektif untuk Redakan Nyeri Sendi, Begini Prosedurnya

Suntik steroid bisa sembuhkan berbagai penyakit, mulai dari nyeri sendi hingga autoimun
Suntik steroid bisa redakan nyeri sendi

Suntik steroid adalah suatu prosedur penyuntikan obat golongan kortikosteroid yang bersifat antiinflamasi atau antiradang, untuk mengatasi berbagai penyakit. Kortikosteroid berbeda dari steroid yang sering digunakan untuk membentuk otot.

Kortikosteroid adalah sejenis obat yang merupakan versi buatan dari kortisol, hormon yang secara alami diproduksi oleh kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal. Hormon ini dapat meredakan inflamasi atau peradangan yang ada di tubuh dengan cara menekan kerja sistem imun.

Kortikosteroid yang diberikan melalui suntik steroid, akan memberikan efek yang kurang lebih sama dengan hormon kortisol. Selain itu, obat ini juga dapat meningkatkan cara kerja hormon kortisol, sehingga peradangan yang terjadi bisa lebih cepat reda.

Beberapa penyakit yang bisa reda dengan suntik steroid

Pemberian steroid melalui suntikan hanya bisa dilakukan oleh dokter. Biasanya, dokter memilih suntik steroid untuk mengatasi beberapa penyakit yang berhubungan dengan gangguan pada sendi seperti:

Suntik steroid juga bisa digunakan untuk mengatasi penyakit yang berkaitan dengan kelainan imun, seperti:

Siapa saja yang boleh dan tidak boleh menerima suntik steroid?

Suntik steroid adalah prosedur yang aman dan bisa dijalani oleh hampir semua orang. Meski begitu, pastikan Anda telah menginformasikan pada dokter sebelum suntikan diberikan, apabila memiliki beberapa kondisi di bawah ini:

  • Sudah menerima suntikan steroid dalam beberapa minggu terakhir, karena biasanya Anda harus menunggu kurang lebih 6 minggu sebelum suntikan berikutnya bisa diberikan.
  • Sudah menjalani tiga kali suntik steroid di area tubuh yang sama dalam waktu setahun terakhir.
  • Mempunyai riwayat alergi steroid
  • Sedang mengalami infeksi
  • Baru saja atau akan menerima vaksinasi
  • Sedang hamil, menyusui, atau menjalani program kehamilan
  • Memiliki riwayat penyakit lain seperti diabetes, epilepsi, hipertensi, gangguan hati, penyakit jantung dan penyakit ginjal
  • Sedang mengonsumsi obat lain, seperti obat pengencer darah

Individu dengan kondisi di atas umumnya tidak disarankan untuk menerima suntikan steroid. Namun, apabila manfaat yang bisa didapatkan lebih besar dari risiko yang mungkin muncul, dokter bisa mempertimbangkan untuk tetap melakukan prosedur ini.

Tahap demi tahap suntik steroid

Sebelum prosedur suntik steroid dilakukan, dokter biasanya akan menginstruksikan untuk menghentikan konsumsi obat-obatan lain sementara waktu. Namun, tidak semua obat-obatan akan diberikan instruksi yang sama.

Sebelum suntikan diberikan, Anda akan diinstruksikan untuk berbaring dalam posisi tertentu agar area tubuh yang akan disuntik mudah dijangkau. Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan menggunakan alat ultrasound guna memastikan area yang paling tepat untuk disuntik.

Setelah itu, dokter akan mulai menyuntikkan steroid yang dicampur dengan obat bius untuk membantu meredakan nyeri yang dirasakan saat prosedur dijalankan. Biasanya, suntikan ini diberikan di area:

  • Sendi
  • Otot atau tendon
  • Tulang belakang
  • Bursa, yaitu bantalan yang berada di antara sendi dan tendon

Setelah penyuntikan selesai, Anda diharuskan untuk menjaga area bekas suntikan tetap kering dan bersih selama 24 jam.

Steroid yang disuntikkan biasanya baru akan terasa efeknya beberapa hari setelah prosedur dilakukan. Namun pada beberapa orang, khasiatnya bisa dirasakan beberapa jam kemudian.

Khasiat steroid ini biasanya akan dirasakan hingga 1-2 bulan kedepan. Namun manfaatnya juga bisa bertahan lebih lama apabila Anda juga menjalani prosedur perawatan lain, seperti terapi fisik atau obat-obatan tertentu.

Efek samping suntik steroid

Suntik steroid jarang menimbulkan efek samping. Namun terkadang ada beberapa orang yang merasakan rasa nyeri muncul di area bekas suntikan dalam waktu 24 jam pertama setelah disuntik. Nyeri akan reda sendirinya setelah beberapa hari. Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol untuk bantu meredam rasa sakit.

Selain rasa nyeri, beberapa efek samping di bawah ini juga mungkin timbul adalah:

  • Infeksi
  • Reaksi alergi
  • Perdarahan lokal
  • Kulit jadi kemerahan
  • Ruptur atau kerusakan jaringan tendon, apabila suntikan diberikan langsung ke tendon
  • Tulang, ligamen, dan otot jadi lemah. Namun ini hanya akan terjadi jika suntik steroid terlalu sering dilakukan.
  • Pada penderita diabetes, kadar gula darah akan meningkat selama beberapa hari setelah suntikan diberikan.

Jika rasa nyeri yang dirasakan semakin hebat hingga muncul demam, segera berkonsultasi dengan dokter. Sebab, itu adalah tanda infeksi yang perlu segera dirawat.

Kebutuhan Anda terhadap suntik steroid hanya bisa ditentukan oleh dokter. Apabila pernah didiagnosis terkena penyakit yang dapat disembuhkan dengan suntik steroid dan ingin mendapatkan perawatan ini, berkonsultasilah ke dokter yang merawat ketika Anda mengalami kondisi tersebut.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/steroid-injections/
Diakses pada 16 April 2020

Healthline. healthline.com/health/steroid-injection
Diakses pada 16 April 2020

Patien Info. https://patient.info/treatment-medication/steroids/steroid-injections#nav-4
Diakses pada 16 April 2020

Artikel Terkait