Sunat tanpa suntik merupakan inovasi metode sunat yang dilakukan tanpa memberikan suntikan bius
Tujuan dari metode sunat tanpa suntik adalah menghindari trauma karena rasa sakit yang mungkin muncul

Sunat adalah prosedur operasi untuk membuang kulit yang menutupi bagian kepala penis. Biasanya, sunat dilakukan saat anak masih kecil atau ketika duduk di sekolah dasar. Seiring dengan inovasi di bidang medis, sunat tanpa suntik kini mungkin dilakukan dan masa pemulihannya lebih cepat.

Jika melihat ke belakang, bisa saja pengalaman suntik memberikan obat bius atau anestesi sebelum prosedur sunat dilakukan menjadi momok tersendiri. Istilah lain dari sunat tanpa suntik adalah needle-free injection.

Bagaimana metode sunat tanpa suntik?

Umumnya, saat akan melakukan sunat maka dokter atau ahli yang melakukan akan memberikan suntikan bius di area sekitar penis. Kemudian, prosedur ditunggu hingga 5 menit untuk memastikan bius sudah bekerja.

Namun dalam metode sunat tanpa suntik, obat anestesi diberikan dengan mekanisme semprot. Alat yang digunakan adalah pegas berkecepatan tinggi sehingga bisa masuk ke dalam kulit melalui pori-pori.

Dalam metode sunat tanpa suntik, partikel yang disemprotkan sangat kecil sehingga aman. Selain itu, tak ada risiko pembuluh darah membengkak. 

Tujuan dari metode sunat tanpa suntik adalah menghindari trauma karena rasa sakit yang mungkin muncul. Ada orang yang tanpa melakukan sunat pun sudah merasa takut dengan suntik. Metode sunat tanpa suntik menjadi pilihan yang lebih nyaman.

Dalam alat yang digunakan untuk menyemprotkan anestesi, ada komponen seperti:

  • Alat semprot terbuat dari kaca
  • Injektor
  • Pompa injektor

Di luar negeri, metode needle-free injection juga umum digunakan untuk prosedur anestesi selain sunat. Contohnya untuk memberikan bius sebelum melakukan prosedur yang berhubungan dengan gigi atau kulit.

Benarkah tidak nyeri?

Nyeri atau tidaknya proses sunat tentu relatif. Setiap orang bisa memiliki kadar toleransi terhadap rasa nyeri yang berbeda. Namun bagi yang merasa trauma atau ketakutan tersendiri terhadap suntikan bius, maka sunat tanpa suntik bisa jadi alternatif.

Tanpa harus disuntik, area sekitar penis akan menjadi mati rasa dengan metode semprotan. Cara ini sama efektifnya dengan pemberian anestesi lewat suntik.

Dalam penelitian pada Juni-September 2019 lalu dengan 60 responden pria, diketahui bahwa 85% dari seluruh responden tidak memerlukan tambahan anestesi setelah melalui prosedur needle-free injection.

Hanya dalam waktu 45 detik sejak anestesi disemprotkan, area sekitar penis sudah mati rasa. Dalam setiap prosedur, diberikan takaran sebanyak 2% lidocaine.

Dengan adanya metode sunat tanpa suntik ini, jurnal yang sama menarik kesimpulan bahwa ini termasuk cara yang aman dan efektif. Lewat teknik ini, bahkan diprediksi sunat pria bisa menuai popularitas.

Ragam metode sunat

Setelah melalui prosedur needle-free injection, ada beberapa metode sunat yang tak kalah populer di Indonesia. Apa saja?

1. Laser

Metode laser ini menggunakan alat pemanas elektrik yang kemudian ditembakkan ke bagian ujung penis. Tujuannya sama, yaitu untuk memotong kulup atau kulit yang menutupi kepala penis. Kelebihan metode ini adalah perdarahan dan jumlah jahitan bisa lebih sedikit. Selain itu, proses penyembuhannya pun cepat.

2. Konvensional

Metode sunat konvensional dilakukan dengan memotong langsung kulup dengan alat bedah seperti pisau atau gunting bedah. Sejak dulu hingga sekarang, metode ini masih banyak digunakan karena minim risiko. Namun di sisi lain, waktu penyembuhannya cukup lama.

3. Klem

Klem adalah alat yang dipasang di batang penis pada awal dimulainya prosedur, sebelum kemudian kulup dipotong dengan pisau bedah. Hingga luka mengering, klem akan tetap terpasang. Artinya, tak ada risiko pendarahan atau jahitan. Proses penyembuhannya pun lebih cepat. Namun kekurangan dari metode klem adalah harus menggunakan klem hingga luka sembuh dan biayanya cukup mahal.

4. Stapler

Metode sunat lain yang juga populer adalah stapler. Ini adalah metode gabungan antara memotong dan menjahit. Untuk melakukannya, stapler bagian dalam melindungi penis sementara stapler luar memiliki pisau untuk memotong kulup.

Dalam metode stapler, jahitan lebih kuat dan risiko pendarahan pun sedikit. Namun sama seperti klem, biayanya lebih mahal dan stapler harus menggantung selama proses pemulihan.

Diskusikan metode yang akan digunakan sebelum memutuskan sunat untuk anak Anda. Cari tahu mana rekomendasi terbaik dan yang tak kalah penting, komunikasikan dengan anak tentang proses ini.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20643441
Diakses 25 Februari 2020

CIRP. http://www.cirp.org/library/pain/masciello/
Diakses 25 Februari 2020

TAU. https://tau.amegroups.com/article/view/442/493
Diakses 25 Februari 2020

Artikel Terkait