5 Sumber Vitamin Rambut Rontok yang Sebaiknya Anda Konsumsi


Vitamin rambut rontok bisa didapat dari berbagai sumber makanan tertentu atau melalui tambahan suplemen. Ragam vitamin ini adalah vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan mineral.

(0)
Vitamin rambut rontok sebenarnya bisa didapat dari berbagai sumber makanan tertentuSumber vitamin A bisa dijadikan pilihan untuk mengatasi rambut rontok dari dalam tubuh
Selain menerapkan berbagai perawatan dari luar, konsumsi vitamin rambut rontok juga diperlukan. Sebab, faktanya kerontokan rambut dapat disebabkan oleh kekurangan nutrisi tubuh tertentu. Apa saja vitamin untuk rambut rontok? Simak jawaban selengkapnya dalam artikel berikut ini. 

Apa saja jenis vitamin rambut rontok yang bagus?

Perawatan rambut rontok akan semakin maksimal bila Anda mengonsumsi sumber nutrisi terbaik.Jika Anda merasa asupan harian kurang maksimal untuk mendorong pertumbuhan rambut, alangkah baiknya memenuhi berbagai vitamin untuk rambut rontok berikut ini.

1. Vitamin A

Salah satu pilihan vitamin rambut rontok adalah vitamin A.Jika tubuh kekurangan vitamin A, maka dapat menyebabkan beberapa masalah, termasuk rambut rontok.Pada dasarnya, semua sel dalam tubuh membutuhkan vitamin A untuk dapat tumbuh. Tak terkecuali rambut, jaringan yang tumbuh paling cepat dalam tubuh manusia.Vitamin A juga dapat membantu kelenjar kulit untuk memproduksi minyak alami yang disebut sebum. Sebum berfungsi untuk melembapkan kulit kepala dan menjaga kesehatan rambut.Anda bisa mengonsumsi sumber makanan vitamin A yang berasal dari ubi, wortel, labu, bayam, dan kale, yang tinggi akan kandungan beta-karoten.Vitamin A juga bisa didapat dari produk hewani, seperti susu, telur, dan yogurt.Pastikan Anda mengonsumsi vitamin A dalam kadar yang cukup. Sejumlah hasil membuktikan bahwa kelebihan konsumsi vitamin A justru dapat berkontribusi terhadap masalah kerontokan rambut.

2. Vitamin B

Vitamin rambut rontok lainnya adalah vitamin B.Sebuah hasil yang dimuat dalam National Library of Medicine membuktikan bahwa ada keterkaitan erat antara kerontokan rambut dengan defisiensi biotin pada manusia.Vitamin B dapat membantu memproduksi sel darah merah, yang berfungsi membawa oksigen dan nutrisi ke kulit kepala dan folikel rambut. Proses ini penting untuk pertumbuhan rambut.Anda dapat mengonsumsi sumber vitamin B dari berbagai makanan, seperti biji-bijian utuh, kacang almond, daging merah, ikan, makanan laut, serta sayuran hijau.Selain makanan, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen biotin sebagai cara menumbuhkan rambut rontok.Meski sebuah mengemukakan suplemen biotin bermanfaat untuk pertumbuhan rambut orang-orang yang mengalami kekurangan biotin, belum ada hasil studi yang mendukung penggunaan suplemen untuk pertumbuhan rambut pada orang yang memiliki kadar biotin cukup.

3. Vitamin C

Vitamin C juga menjadi pilihan vitamin rambut rontok berikutnya.Vitamin C adalah antioksidan kuat yang dapat membantu melindungi rambut dari stres oksidatif yang disebabkan oleh paparan radikal bebas.Paparan radikal bebas mampu menghambat pertumbuhan dan menyebabkan rambut jadi menua.Tak hanya itu, tubuh membutuhkan vitamin C untuk memproduksi protein yang dikenal sebagai kolagen. Kolagen menjadi bagian penting dari struktur rambut.Vitamin C juga bisa membantu tubuh Anda menyerap zat besi, yakni mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan rambut.Anda bisa menemukan berbagai makanan yang mengandung vitamin C melalui ragam buah-buahan, seperti stroberi, jambu biji, dan jeruk.

4. Vitamin D

Kekurangan vitamin D sering kali dikaitkan dengan kondisi alopecia.Alopecia adalah kondisi kerontokan rambut atau kebotakan akibat penyakit autoimun.Sebuah hasil studi menunjukkan bahwa salah satu vitamin rambut rontok ini mampu membuat folikel rambut, yakni pori-pori kecil pada kulit kepala sebagai tempat rambut untuk tumbuh.Anda bisa mendapatkan asupan vitamin D secara mudah dengan cara berjemur di bawah sinar matahari.Selain itu, Anda bisa mengonsumsi sejumlah makanan sumber vitamin D, seperti ikan berlemak, minyak hati ikan kod, beberapa jenis jamur, dan makanan terfortifikasi.

5. Vitamin E

Vitamin E bisa menjadi pilihan vitamin rambut rontok yang dipenuhi.Mirip dengan vitamin C, vitamin E adalah antioksidan yang mampu mencegah stres oksidatif.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang dengan masalah kerontokan rambut mengalami peningkatan 34,5 persen dalam pertumbuhan rambut setelah mengonsumsi vitamin E selama 8 bulan.Selain dari konsumsi suplemen, Anda bisa mendapatkan sumber nutrisi vitamin E secara alami melalui biji bunga matahari, kacang almond, bayam, dan alpukat.

Adakah nutrisi makanan untuk rambut rontok lainnya?

Tak hanya vitamin untuk rambut rontok di atas, Anda juga dapat memenuhi asupan nutrisi yang baik melalui ragam nutrisi lainnya.Adapun beberapa nutrisi makanan untuk rambut rontok lainnya adalah sebagai berikut.

1. Zat besi

Salah satu nutrisi makanan untuk rambut rontok adalah zat besi.Jenis mineral ini sangat penting bagi tubuh dalam menjalankan fungsinya dengan baik, termasuk untuk pertumbuhan rambut.Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, zat besi dapat membantu sel darah merah yang berperan membawa oksigen dan nutrisi ke dalam sel-sel tubuh.Jika tubuh kekurangan zat besi, maka dapat mengakibatkan anemia yang menjadi penyebab rambut rontok. Kondisi ini umum dialami oleh para perempuan.Anda bisa memperoleh asupan zat besi melalui telur, daging merah, bayam, lentil, tiram, hingga kerang.

2. Zinc

Penyebab rambut rontok bisa jadi karena tubuh kekurangan asupan zinc.Padahal, zinc berperan penting dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan rambut.Di samping itu, fungsi zinc adalah membantu menjaga kelenjar minyak di sekitar folikel rambut agar dapat bekerja dengan baik.Untuk mendapatkan hasil terbaik, dapatkan asupan zinc melalui berbagai jenis makanan, seperti daging sapi, bayam, biji labu, lentil, hingga tiram.

Bolehkah mengonsumsi suplemen vitamin rambut untuk rambut rontok?

Makanan tetap menjadi sumber vitamin rambut untuk rambut rontok yang paling baik dikonsumsi.Meski demikian, jika konsumsi makanan yang mengandung vitamin rambut rontok di atas tidak cukup membantu memperbaiki kondisi kerontokan rambut yang dialami, Anda mungkin boleh mengonsumsi suplemen tertentu.Sebuah hasil studi membuktikan bahwa suplemen dapat membantu orang-orang yang mengalami kekurangan vitamin jenis tertentu.Namun, konsumsi suplemen vitamin dan mineral tertentu dengan dosis yang berlebihan bisa jadi membahayakan bila Anda tidak mengalami kondisi kekurangan suatu vitamin tertentu.Jadi, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen vitamin rambut untuk rambut rontok.Dengan ini, dokter dapat membantu memberikan rekomendasi suplemen vitamin rambut untuk rambut rontok yang tepat sesuai kondisi Anda.

Cara mengatasi rambut rontok lainnya

Vitamin untuk rambut rontok dan asupan nutrisi tubuh lainnya memang penting untuk kesehatan rambut.Akan tetapi, ada berbagai cara mengatasi rambut rontok lainnya yang bisa Anda lakukan, yaitu:
  1. Sisir rambut dalam kondisi basah.
  2. Hindari stres. Sebuah hasil mengemukakan bahwa stres dapat meningkatkan risiko kerontokan rambut.
  3. Cukupi kebutuhan asupan cairan tubuh dengan minum air putih 6-8 gelas per hari.
  4. Konsumsi makanan sehat dan bergizi yang memenuhi berbagai vitamin untuk rambut rontok di atas.
Apabila konsumsi makanan dan atau suplemen yang mengandung vitamin buat rambut rontok serta cara mengatasi kerontokan rambut di atas tidak kunjung memperbaiki kondisi Anda, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan penanganan lain yang tepat.Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mengetahui lebih lanjut seputar vitamin untuk rambut rontok.Caranya, pastikan Anda sudah mengunduhnya melalui .
vitaminrambut rontokpertumbuhan rambut kepala
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/best-vitamins-hair-growth#TOC_TITLE_HDR_10
Diakses pada 18 Desember 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318403
Diakses pada 18 Desember 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5397031/
Diakses pada 18 Desember 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5582478/
Diakses pada 18 Desember 2020
National Library of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19727438/
Diakses pada 18 Desember 2020
National Library of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12678294/
Diakses pada 18 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait