logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Sumber Pedas dalam Cabai, Ini 6 Manfaat Capsaicin

open-summary

Capsaicin adalah zat kimia yang membuat cabai terasa pedas. Sejak berabad silam, zat ini sudah populer berkat kandungan nutrisi di dalamnya yang kaya vitamin dan mineral. Tidak hanya itu, capsaicin pun bermanfaat sebagai pencegahan hingga pengobatan penyakit.


close-summary

18 Apr 2021

| Atifa Adlina

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Capsaicin sering ditemukan dalam cabai

Capsaicin sering ditemukan dalam cabai

Table of Content

  • Manfaat capsaicin untuk kesehatan
  • Apakah zat capsaicin aman?
  • Efek samping capsaicin
  • Catatan dari SehatQ

Capsaicin adalah zat yang membuat cabai terasa pedas. Sejak berabad silam, zat ini sudah populer berkat kandungan nutrisi di dalamnya yang kaya vitamin dan mineral.

Advertisement

Tidak hanya itu, komposisi ini juga bermanfaat sebagai pencegahan hingga pengobatan penyakit.

Mengingat capsaicin adalah senyawa yang ada di dalam cabai, maka tidak ada kalori di dalamnya. Dengan demikian, konsumsinya tidak akan berpengaruh pada pola makan secara keseluruhan.

Manfaat capsaicin untuk kesehatan

Sensasi yang ditimbulkan oleh zat capsaicin adalah rasa pedas, panas, serta terbakar.

Tak hanya pada cabai atau makanan pedas, capsaicin juga tersedia sebagai suplemen makanan, krim topikal yang di oleskan langsung pada kulit, atau skin patch (tempelan koyo).

Kandungan capsaicin pada cabai ini bekerja dengan mengikat TRPV1, saluran saraf perifer. Ini dibuat untuk mendeteksi sumber panas internal atau eskternal.

Paparan yang terlalu lama terhadap sumber panas seperti capsaicin membuat reseptor TRPV1 menjadi tidak peka dari waktu ke waktu. Secara bertahap, membuat tubuh menoleransi zat pedas ini dan membuatnya terbiasa.

Berikut adalah beberapa manfaat capsaicin untuk kesehatan tubuh Anda.

1. Pereda nyeri

Salah satu manfaat yang membuat capsaicin sangat populer adalah membantu meredakan nyeri.

Para pakar menilai khasiat ini datang dari kemampuannya mengaktifkan reseptor TRPV1. Dengan demikian, otak melepaskan neurotransmitter yang disebut dengan “substance P”.

Itulah sebabnya, sejak bertahun-tahun silam ada banyak produk obat meredakan nyeri yang mengandung capsaicin. Biasanya, ini dijual dalam bentuk krim pereda nyeri sendi.

Pada penelitian terbaru, ada fakta bahwa ada khasiat ketika menyuntikkan capsaicin ke tulang rawan dan tendon yang terhubung dengan jaringan rotator cuff. Bukan dalam hal mempercepat proses penyembuhan, tetapi lebih pada mengurangi rasa sakit.

2. Mengurangi sakit kepala berulang

Terkadang, kandungan capsaicin pada cabai juga menjadi bahan alami obat pereda sakit kepala cluster.  Berbeda dengan migrain dan tension headache, keluhan ini terjadi berulang.

Ada banyak upaya yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sakit kepala cluster, termasuk mengoleskan krim mengandung capsaicin ke bagian dalam lubang hidung.

Umumnya, cukup mengoleskannya pada lubang hidung di sisi kepala yang terasa sakit. Namun, jangan mengoleskannya terlalu dalam, karena dapat mengakibatkan iritasi mukosa hidung.

Dalam sebuah studi University of Florence Italia, frekuensi sakit kepala berkurang hingga berjarak 60 hari. Ini cukup signifikan mengingat keluhan sakit kepala cluster bisa bertahan 6-12 minggu.

3. Potensi mengatasi kanker prostat dan lambung

telur
Mengurangi risiko kanker prostat

Ada temuan menarik dari UCLA School fo Medicine pada tahun 2006.

Para peneliti menemukan mengonsumsi capsaicin secara oral bisa menghentikan penyebaran sel kanker prostat secara signifikan. Bahkan, capsaicin juga bisa membunuh sel dalam lebih dari 1 jenis sel kanker prostat.

Selain itu, ada pula potensi zat pedas pada cabe ini efektif meredakan infeksi dinding lambung akibat infeksi bakteri H. pylori. 

Cara kerjanya adalah dengan mengurangi peradangan akibat virus, sehingga berpotensi pula mencegah infeksi bakteri tahap selanjutnya, yaitu kanker lambung.

4. Mencegah kanker payudara

Sebuah studi penting lainnya menunjukkan bahwa capsaicin juga bisa membantu melawan sel kanker payudara. Studi asal Korea Selatan pada tahun 2015, menggarisbawahi bahwa zat ini dapat membunuh stem cell kanker payudara.

Ini tergolong penting mengingat stem cell yang masih tersisa setelah sel kanker lain mati, merupakan pemicu kambuhnya kanker.

Menariknya, ada pula obat krim dengan kandungan capsaicin yang bisa meredakan sariawan atau luka di mulut. Ini kerap dialami pasien sebagai efek samping dari terapi radiasi dan kemoterapi.

5. Menurunkan berat badan

perempuan gemuk
Capsaicin bisa bantu program diet Anda

Kandungan capsaicin pada cabai juga bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan. Ini berkaitan erat dengan metabolisme, yaitu proses memecah makanan menjadi sumber energi.

Mengonsumsi suplemen capsaicin dapat meningkatkan metabolisme, sehingga lebih banyak lemak terbakar.

Selain itu, zat pemicu rasa pedas ini juga bekerja meningkatkan oksigen dan suhu tubuh. Dengan demikian, jumlah kalori yang terbakar sedikit meningkat.

6. Menjaga kesehatan jantung

Makanan pedas yang mengandung capsaicin juga memiliki manfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung.

Seperti membantu mengurangi risiko penyakit tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, stroke, serangan jantung, dan diabetes tipe 2.

Baca Juga

  • 3 Manfaat Ekstrak Biji Anggur untuk Jaga Kesehatan Tubuh Saat Pandemi
  • 7 Tips untuk Atasi Hilang Semangat yang Bisa Dilakukan Sendiri
  • 8 Manfaat Puasa di Bulan Ramadan bagi Kesehatan Tubuh

Apakah zat capsaicin aman?

Para peneliti menganggap capsaicin aman untuk kesehatan. Akan tetapi, bisa menimbulkan efek yang tidak membuat nyaman jika Anda belum terbiasa.

Reaksi alergi terhadap capsaicin mungkin saja terjadi

Saat mengonsumsi cabai, mulailah dengan jumlah kecil terlebih dahulu, menghindari efek samping tertentu. Untuk mengurangi sensasi terbakar, buang bijinya sebelum Anda makan atau memasaknya

Jika Anda menggunakan produk topikal, coba mengoleskan ke area kecil kulit sebagai cara menguji reaksi alergi.

Efek samping capsaicin

Bagi yang belum terbiasa dengan capsaicin, perhatikan beberapa efek samping yang mungkin muncul, seperti:

  • Sensasi terbakar di saluran cerna.
  • Meningkatkan risiko mengalami acid reflux.
  • Suhu tubuh meningkat (tapi bukan demam).
  • Meningkatkan tekanan darah.

Secara umum, suplemen capsaicin termasuk aman dikonsumsi. Namun, tetap saja perlu antisipasi untuk menghindari kemungkinan iritasi saluran pencernaan dan membuat tubuh kurang nyaman.

Catatan dari SehatQ

Mengonsumsi suplemen capsaicin pun harus menyesuaikan dengan dosisnya. Berbeda jenis, bentuk, dan kandungan, maka rekomendasi dosisnya pun berbeda. Penting untuk tahu pula apakah ada potensi interaksi dengan obat atau suplemen lainnya yang sedang dikonsumsi.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai manfaat capsaicin, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

makanan sehathidup sehatpola hidup sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 24 Jam

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved