Sumber Pedas dalam Cabai, Ini 5 Manfaat Capsaicin


Capsaicin adalah zat kimia yang membuat cabai terasa pedas. Sejak berabad silam, zat ini sudah populer berkat kandungan nutrisi di dalamnya yang kaya vitamin dan mineral. Tidak hanya itu, capsaicin pun bermanfaat sebagai pencegahan hingga pengobatan penyakit.

(0)
18 Apr 2021|Azelia Trifiana
Capsaicin sering ditemukan dalam cabaiCapsaicin sering ditemukan dalam cabai
Capsaicin adalah zat kimia yang membuat cabai terasa pedas. Sejak berabad silam, zat ini sudah populer berkat kandungan nutrisi di dalamnya yang kaya vitamin dan mineral. Tidak hanya itu, komposisi ini juga bermanfaat sebagai pencegahan hingga pengobatan penyakit.Mengingat capsaicin adalah molekul yang ada di dalam cabai, maka tidak ada kalori di dalamnya. Dengan demikian, konsumsinya tidak akan berpengaruh pada pola makan secara keseluruhan.

Manfaat capsaicin

Beberapa manfaat mengonsumsi capsaicin di antaranya:

1. Pereda nyeri

Salah satu khasiat yang membuat capsaicin sangat populer adalah bisa meredakan nyeri. Para pakar menilai khasiat ini datang dari kemampuannya mengaktifkan reseptor TRPV1. Dengan demikian, otak melepaskan neurotransmitter yang disebut dengan “substance P”.Itulah sebabnya, sejak bertahun-tahun silam ada banyak produk obat untuk meredakan nyeri yang mengandung capsaicin. Biasanya, ini dijual dalam bentuk krim pereda nyeri sendi.Terbaru, para peneliti menemukan fakta bahwa menyuntikkan capsaicin ke tulang rawan dan tendon yang terhubung dengan jaringan rotator cuff menunjukkan khasiatnya. Bukan dalam hal mempercepat proses penyembuhan, namun lebih pada mengurangi rasa sakit.

2. Mengurangi berulangnya sakit kepala

Terkadang, capsaicin juga menjadi bahan alami dalam obat pereda sakit kepala cluster. Berbeda dengan migrain dan tension headache, keluhan ini terjadi berulang. Bahkan, ada yang membandingkannya setara seperti rasa sakit saat melahirkan.Ada banyak upaya yang dilakukan untuk mengatasi sakit kepala cluster, termasuk mengoleskan krim mengandung capsaicin ke bagian dalam lubang hidung. Umumnya, ini dioleskan pada lubang hidung di sisi kepala yang terasa sakit. Namun jangan mengoleskannya terlalu dalam yang dapat mengakibatkan iritasi mukosa hidungDalam sebuah studi yang dilakukan University of Florence Italia, frekuensi terjadinya sakit kepala berkurang hingga berjarak 60 hari. Ini cukup signifikan mengingat keluhan sakit kepala cluster bisa bertahan antara 6-12 minggu.

3. Potensi mengatasi kanker prostat dan lambung

telur
Mengurangi risiko kanker prostat
Ada temuan menarik datang dari UCLA School fo Medicine pada tahun 2006 lalu. Para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi capsaicin secara oral bisa menghentikan penyebaran sel kanker prostat secara signifikan. Bahkan, capsaicin juga bisa membunuh sel dalam lebih dari 1 jenis sel kanker prostat.Selain itu, ada pula potensi bahwa capsaicin efektif meredakan infeksi dinding lambung akibat infeksi bakteri H. pylori. Cara kerjanya adalah dengan mengurangi peradangan akibat virus sehingga berpotensi pula mencegah infeksi bakteri tahap selanjutnya yaitu kanker lambung.

4. Potensi mencegah kanker payudara

Sebuah studi penting lainnya menunjukkan bahwa capsaicin juga bisa membantu melawan sel kanker payudara. Studi mencengangkan asal Korea Selatan pada tahun 2015 lalu ini juga menggarisbawahi bahwa zat ini dapat membunuh stem cell kanker payudara.Ini penting mengingat stem cell yang masih tersisa setelah sel kanker lain mati merupakan pemicu kambuhnya kanker.Menariknya, ada pula obat berbentuk krim dengan kandungan capsaicin yang bisa meredakan sariawan atau luka di mulut. Ini kerap dialami pasien sebagai efek samping dari terapi radiasi dan kemoterapi.

5. Potensi turunkan berat badan

perempuan gemuk
Capsaicin bisa bantu program diet Anda
Khasiat tak kalah populer dari capsaicin adalah menurunkan berat badan. Ini berkaitan erat dengan metabolisme, yaitu proses memecah apa yang dikonsumsi menjadi sumber energi. Mengonsumsi suplemen capsaicin dapat meningkatkan metabolisme sehingga lebih banyak lemak terbakar.Selain itu, zat pemicu rasa pedas ini juga bekerja dengan meningkatkan konsumsi oksigen dan suhu tubuh. Dengan demikian, jumlah kalori yang terbakar juga sedikit meningkat.

Efek samping capsaicin

Bagi yang belum terbiasa dengan capsaicin, perhatikan beberapa efek samping yang mungkin muncul, seperti:
  • Sensasi terbakar di saluran cerna
  • Meningkatkan risiko mengalami acid reflux
  • Suhu tubuh meningkat (tapi bukan demam)
  • Meningkatkan tekanan darah
Secara umum, suplemen capsaicin termasuk aman dikonsumsi. Namun, tetap saja perlu antisipasi kemungkinan menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan hingga membuat suhu tubuh lebih tinggi dan terasa kurang nyaman.

Mengonsumsi suplemen capsaicin pun harus menyesuaikan dengan dosisnya. Berbeda bentuk, akan lain pula kandungan dan dosis yang direkomendasikan. Penting untuk tahu pula apakah ada potensi interaksi dengan obat atau suplemen lain yang tengah dikonsumsi.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar manfaat capsaicin dan cara mengonsumsinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehathidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/capsaicin-supplement
Diakses pada 4 April 2021
Molecular and Cellular Probes. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26384954/
Diakses pada 4 April 2021
The Clinic Journal of Pain. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/2520386/
Diakses pada 4 April 2021
Cancer Research. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16540674/
Diakses pada 4 April 2021
Journal of Orthopaedic Research. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16540674/
Diakses pada 4 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait