Mengenal Proses Penyembuhan Luka Penderita Ulkus Dekubitus


Ulkus dekubitus adalah luka pada kulit yang disebabkan tekanan berlebih dan berkepanjangan. Proses penyembuhan luka penderita ulkus dekubitus bergantung pada tingkat keparahan lukanya.

(0)
04 Jul 2019|Azelia Trifiana
Proses penyembuhan penderita ulkus dekubitusProses penyembuhan luka ulkus dekubitus pada pasien yang terlalu lama duduk di kursi roda adalah dengan mengubah posisi duduk secara berkala
Kulit seseorang bisa saja mengalami luka karena tekanan berkepanjangan. Ya, seperti yang rentan dialami orang duduk di kursi roda atau pasien yang mengharuskannya terus menerus berbaring. Kondisi medis ini disebut dengan ulkus dekubitus. Bagi penderitanya, proses penyembuhan luka bisa jadi gampang-gampang susah.

Penyebab ulkus dekubitus

Ulkus dekubitus umumnya disebabkan oleh tekanan atau gesekan pada kulit yang menyebabkan terhambatnya aliran darah ke kulit. Kondisi ini kerap dialami oleh seseorang yang tidak dapat mengubah posisi tubuh ataupun bergerak dalam waktu yang lama.Selain itu, ada beberapa faktor yang juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena ulkus dekubitus, diantaranya:

1. Menurunnya kemampuan indera perasa 

Cedera saraf tulang belakang dan gangguan saraf bisa menyebabkan kemampuan indera perasa menurun dan membuat penderita tidak bisa merasakan adanya luka. Karena tidak terasa, efeknya bisa semakin parah dan mendalam jika dibiarkan begitu saja.

2. Kekurangan asupan cairan dan nutrisi

Kekurangan asupan cairan dan nutrisi bisa membuat daya tahan, tekstur, dan kesehatan kulit menjadi terganggu. Jika dibiarkan begitu saja, efeknya bisa memicu kerusakan jaringan kulit.

3. Aliran darah terganggu

Terganggunya aliran darah akibat diabetes, penyakit jantung, gagal ginjal, atau multiple sclerosis bisa meningkatkan risiko kerusakan jaringan akibat kurangnya suplai oksigen dan nutrisi ke area tersebut.Selain beberapa faktor di atas, obesitas, inkontinensia urine dan tinja, dan berusia lebih dari 70 tahun juga bisa memicu seseorang lebih berisiko terkena ulkus dekubitus.

Proses penyembuhan luka penderita ulkus dekubitus

Fokus utama proses penyembuhan luka adalah bagaimana meredakan rasa nyeri, mencegah infeksi, menyembuhkan luka, dan memastikan asupan nutrisi tetap bagus.Mengingat luka dalam kasus ulkus dekubitus ini terjadi karena faktor luar seperti tekanan pada bagian tubuh tertentu terus-menerus, maka penting untuk memastikan agar penderita mengubah posisinya secara berkala.Lalu, bagaimana dengan proses penyembuhan lukanya?Bergantung pada tingkat keparahan lukanya, proses penyembuhan akan dimulai dengan membersihkan kulit yang terluka. Catatan yang perlu diperhatikan:
  • Apabila kulit yang tertekan tidak mengalami kerusakan, bersihkan perlahan dengan sabun lembut dan keringkan. 
  • Apabila lukanya terbuka, berikan saline water untuk membersihkannya.
  • Berikan plester untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Dengan cara ini, luka dipastikan akan tetap kering dan terhindar dari infeksi.
  • Jika ada jaringan yang mengalami luka, bilas dengan air atau buang area yang sudah rusak.
Langkah terbaik untuk menangani luka penderita ulkus dekubitus adalah dengan berkonsultasi pada dokter untuk memastikan penanganannya tepat sasaran.

Berapa lama proses penyembuhan luka?

Tahap awal dari pengobatan ulkus dekubitus adalah mengurangi tekanan dan gesekan pada luka. Setelah itu, dokter akan melanjutkan dengan perawatan luka dan pengangkatan jaringan yang rusak.Apabila kondisi luka Anda bersih dan ringan, luka akan berangsur sembuh dan tertutup oleh sel kulit pada minggu ke-2 hingga minggu ke-4 setelah luka terbentuk.Proses penyembuhan luka akan berlanjut hingga minggu ke-12 untuk mendapatkan kekuatan kulit yang cukup, sebelum terbentuk jaringan parut atau bekas luka. Pada kondisi ini, kekuatan kulit hanya bisa kembali sekitar 80% dari kondisi semula.Proses akhir dari penyembuhan luka adalah pematangan luka. Pada tahap ini, bekas luka akan memudar dalam waktu perlahan-perlahan, dan bisa berlangsung selama beberapa tahun, tergantung dengan jenis dan kedalaman lukanya.

Pencegahan ulkus dekubitus

Sebelum penderita ulkus dekubitus mengalami luka, sebenarnya ada cara yang bisa diupayakan untuk mencegahnya. Tentu saja, hal ini memerlukan kerja sama dari orang-orang yang ada di sekitarnya.Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:
  • Untuk pasien yang terus menerus berbaring, bantu untuk mengubah posisi setiap dua jam sekali. Bagi yang berada di kursi roda, gantilah posisinya 15 menit sekali.
  • Ketika berganti posisi, hindari menggesekkan kulit
  • Pastikan kulit yang tertekan selalu bersih dan lembab
  • Gunakan matras atau kasur khusus yang disebut kasur anti-dekubitus yang memudahkan pasien untuk duduk tanpa menekan bagian yang rentan mengalami luka
  • Ketika berbaring miring, letakkan bantal atau guling di antara kedua kaki
  • Jangan memijat area kulit yang berpotensi mengalami luka
Komunikasi juga menjadi kunci antara penderita ulkus dekubitus dengan orang sekitar atau tenaga medis yang membantunya. Sampaikan atau tanyakan apabila ada sesuatu yang terasa kurang nyaman terkait dengan area-area yang tertekan.Biasanya, area yang rentan tertekan dan bisa mengalami ulkus dekubitus adalah pantat, siku, paha, pergelangan kaki, pinggang, bahu, leher belakang, dan punggung.Buat lingkungan tempat pasien senyaman mungkin. Selain itu, pastikan mereka mendapat asupan nutrisi yang sesuai. Dengan cara ini, proses penyembuhan luka pun bisa berlangsung lebih cepat.
diabetespenyembuhan lukaulkus dekubitus
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000740.htm
Diakses pada 26 Mei 2019
American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2008/1115/p1186.html
Diakses pada 26 Mei 2019
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/gec/series/wound_care.html
Diakses pada 26 Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bed-sores/diagnosis-treatment/drc-20355899
Diakses pada 26 Mei 2019
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1298129-overview
Diakses pada 26 November 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5792240/
Diakses pada 26 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait