Sulitkah Proses Penyembuhan Luka Penderita Ulkus Dekubitus?

Ulkus dekubitus adalah luka pada kulit yang disebabkan tekanan berlebih dan berkepanjangan
Proses penyembuhan luka ulkus dekubitus pada pasien yang terlalu lama duduk di kursi roda adalah dengan mengubah posisi duduk secara berkala

Kulit seseorang bisa saja mengalami luka karena tekanan berkepanjangan. Ya, seperti yang rentan dialami orang duduk di kursi roda atau pasien yang mengharuskannya terus menerus berbaring.

Kondisi medis ini disebut ulkus dekubitus. Bagi penderitanya, proses penyembuhan luka bisa jadi gampang-gampang susah.

Proses penyembuhan luka penderita ulkus dekubitus

Fokus utama proses penyembuhan luka adalah bagaimana meredakan rasa nyeri, mencegah infeksi, menyembuhkan luka, dan memastikan asupan nutrisi tetap bagus.

Mengingat luka dalam kasus ulkus dekubitus ini terjadi karena faktor luar seperti tekanan pada bagian tubuh tertentu terus-menerus, maka penting untuk memastikan agar penderita mengubah posisinya secara berkala.

Lalu, bagaimana dengan proses penyembuhan lukanya?

Bergantung pada tingkat keparahan lukanya, proses penyembuhan akan dimulai dengan membersihkan kulit yang terluka. Catatan yang perlu diperhatikan:

  • Apabila kulit yang tertekan tidak mengalami kerusakan, bersihkan perlahan dengan sabun lembut dan keringkan. 
  • Apabila lukanya terbuka, berikan saline water untuk membersihkannya.
  • Berikan plester untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Dengan cara ini, luka dipastikan akan tetap kering dan terhindar dari infeksi.
  • Jika ada jaringan yang mengalami luka, bilas dengan air atau buang area yang sudah rusak.

Langkah terbaik untuk menangani luka penderita ulkus dekubitus adalah dengan berkonsultasi pada dokter untuk memastikan penanganannya tepat sasaran.

Adakah cara mencegahnya?

Sebelum penderita ulkus dekubitus mengalami luka, sebenarnya ada cara yang bisa diupayakan untuk mencegahnya. Tentu saja, hal ini memerlukan kerja sama dari orang-orang yang ada di sekitarnya.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Untuk pasien yang terus menerus berbaring, bantu untuk mengubah posisi setiap dua jam sekali. Bagi yang berada di kursi roda, gantilah posisinya 15 menit sekali.
  • Ketika berganti posisi, hindari menggesekkan kulit
  • Pastikan kulit yang tertekan selalu bersih dan lembab
  • Gunakan matras atau kasur khusus yang disebut kasur anti-dekubitus yang memudahkan pasien untuk duduk tanpa menekan bagian yang rentan mengalami luka
  • Ketika berbaring miring, letakkan bantal atau guling di antara kedua kaki
  • Jangan memijat area kulit yang berpotensi mengalami luka

Komunikasi juga menjadi kunci antara penderita ulkus dekubitus dengan orang sekitar atau tenaga medis yang membantunya. Sampaikan atau tanyakan apabila ada sesuatu yang terasa kurang nyaman terkait dengan area-area yang tertekan.

Biasanya, area yang rentan tertekan dan bisa mengalami ulkus dekubitus adalah pantat, siku, paha, pergelangan kaki, pinggang, bahu, leher belakang, dan punggung.

Buat lingkungan tempat pasien senyaman mungkin. Selain itu, pastikan mereka mendapat asupan nutrisi yang sesuai. Dengan cara ini, proses penyembuhan luka pun bisa berlangsung lebih cepat.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000740.htm
Diakses pada 26 Mei 2019

American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2008/1115/p1186.html
Diakses pada 26 Mei 2019

Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/gec/series/wound_care.html
Diakses pada 26 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bed-sores/diagnosis-treatment/drc-20355899
Diakses pada 26 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed