8 Obat Ejakulasi Dini untuk Atasi Masalah Seksual Pria

(0)
21 Oct 2019|Anita Djie
Obat ejakulasi dini salah satunya adalah antidepresanObat ejakulasi dini berfungsi untuk mengatasi ejakulasi dini yang dapat menimbulkan masalah pada hubungan pria dengan pasangannya
Bagi para pria, kemampuan untuk dapat memuaskan pasangan di ranjang menjadi salah satu prioritas yang tidak bisa diabaikan. Salah satu gangguan yang bisa saja terjadi ketika berhubungan intim dengan pasangan adalah ejakulasi dini.Gangguan ejakulasi dini merupakan gangguan pada pria yang cukup umum terjadi. Meskipun demikian, terdapat beberapa obat ejakulasi dini yang dapat digunakan atau diberikan oleh dokter untuk mengatasi masalah ejakulasi dini yang dialami.

Apakah ada obat ejakulasi dini?

Ejakulasi dini adalah kondisi yang terjadi saat seorang pria tidak mampu menahan ejakulasinya atau mengalami ejakulasi di bawah satu menit setelah penetrasi saat berhubungan intim. Sebenarnya, tidak ada obat ejakulasi dini yang langsung dapat mengatasi masalah tersebut.Obat ejakulasi dini yang diberikan oleh dokter biasanya berfungsi untuk mengatasi gejala atau hal lain yang mungkin dapat mengurangi ejakulasi dini yang dialami. Beberapa obat ejakulasi dini tersebut adalah:
Penghambat phosphodiestrease-5 bisa menjadi obat ejakulasi dini
  • Penghambat phosphodiesterase-5 

Penghambat phosphodiesterase-5 adalah obat untuk mengatasi disfungsi ereksi dan juga dapat digunakan sebagai obat ejakulasi dini. Beberapa penghambat phosphodiesterase-5 yang digunakan adalah vardenafil, sildenafil, dan tadalafil.Obat ejakulasi dini ini akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan antidepresan jenis SSRI. Akan tetapi, terdapat efek samping penggunaan penghambat phosphodiesterase-5 berupa gangguan pencernaan, sakit kepala, dan wajah yang memerah.
  • Antidepresan

Antidepresan memiliki efek samping yaitu menunda orgasme atau menghambat ejakulasi. Oleh karenanya, antidepresan terkadang digunakan sebagai obat ejakulasi dini.Jenis antidepresan yang umum digunakan adalah jenis selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) yang meliputi paroxetine, fluoxetine, sertraline, dan escitalopram. Efek dari antidepresan bisa memakan waktu antara 5-10 hari, atau bahkan dua atau tiga minggu setelah konsumsi antidepresan.Jika antidepresan jenis SSRI tidak berpengaruh pada penderita, dokter dapat memberikan obat antidepresan jenis lain berupa tricyclic antidepressant clomipramine.Namun, perlu diketahui bahwa semua jenis antidepresan memiliki efek samping lain, seperti berkeringat, penurunan libido, mengantuk, dan mual.
  • Analgesik

Analgesik berupa tramadol umumnya digunakan untuk mengatasi rasa sakit dengan efek samping menghambat ejakulasi. Analgesik bisa diberikan ketika antidepresan tidak berefek pada penderita.Namun, obat ejakulasi dini yang satu ini dapat memicu kecanduan dan memiliki efek samping lain, seperti sakit kepala, pusing, mengantuk, dan mual.
Krim anestesi dapat menjadi alternatif obat ejakulasi dini
  • Krim atau semprotan anestesi

Krim atau semprotan anestesi bisa digunakan sebagai obat ejakulasi dini dan mengandung senyawa-senyawa yang membuat kulit dan jaringan kebas, seperti prilocaine, benzocaine, atau lidocaine.Umumnya, krim anestesi yang berisi senyawa lidocaine dan prilocaine hanya bisa didapatkan melalui resep dokter. Sementara semprotan anestesi yang berisi senyawa lidocaine bisa didapatkan di apotek.Krim atau semprotan anestesi biasanya cukup efektif dan bisa ditoleransi. Namun, terdapat efek samping yang masih bisa dirasakan oleh pria dan pasangannya seperti, penurunan kepuasaan seksual dan menurunnya sensitivitas.Anda bisa menggunakan krim atau semprotan anestesi pada ujung penis sekitar 10 atau 15 menit sebelum melakukan hubungan intim.Anda juga bisa menggunakan krim atau semprotan anestesi dan dibiarkan selama 30 menit dan kemudian dibilas sebelum melakukan hubungan seksual agar Anda tetap bisa mengalami ereksi dan tidak menyebabkan hilangnya sensasi pada pasangan.Riset masih berlanjut untuk menemukan obat ejakulasi dini yang bisa secara langsung mengobati ejakulasi dini yang dialami. Sudah ada beberapa kandidat yang berpotensi menjadi obat ejakulasi dini, yaitu:
  • Modafinil

Modafinil sejatinya adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan tidur, seperti narkolepsi.
  • Dapoxetine

Dapoxetine merupakan salah satu jenis antidepresan SSRI dan berpotensi sebagai obat ejakulasi dini. Namun, terdapat efek samping berupa pusing, sakit kepala, mual, dan diare.
  • Silodosin

Silodosin yang berpotensi sebagai obat ejakulasi dini sebenarnya adalah obat yang digunakan dalam penanganan pembesaran kelenjar prostat.

Kapan harus ke dokter?

Ketika Anda merasa ejakulasi yang terjadi ketika berhubungan intim sering terlalu cepat, cobalah berbicara dan berkonsultasi dengan dokter. Memang, kebanyakan laki-laki akan merasa malu mendiskusikan kekhawatirannya tentang kesehatan seksualnya. Namun, jangan menjadikan hal tersebut penghalang untuk berkonsultasi dengan dokter.Ejakulasi dini merupakan kondisi yang umum dan dapat diatasi. Bagi beberapa laki-laki, membicarakan hal ini dengan dokter mungkin dapat membantu mengurangi rasa khawatir tentang ejakulasi dini. Contohnya, Anda mungkin akan merasa lega ketika mendengar bahwa ejakulasi dini adalah hal yang normal dan waktu rata-rata untuk seseorang ejakulasi adalah sekitar 5 menit saja.

Catatan dari SehatQ

Jika Anda mengalami ejakulasi dini, jangan malu untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan obat ejakulasi dini yang sesuai dengan Anda.Penanganan ejakulasi dini tidak hanya berupa obat, tetapi juga bisa dengan mengikuti konseling dengan psikolog atau psikiater dan melakukan beberapa latihan untuk mengurangi ejakulasi dini, seperti senam kegel, dan latihan lainnya.
ejakulasi dini
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-ejaculation/diagnosis-treatment/drc-20354905
Diakses pada 21 Oktober 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/188527.php
Diakses pada 21 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/men/what-is-premature-ejaculation#2
Diakses pada 21 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait