Sulit Dibedakan dengan Kondisi Normal, Pahami Ciri-Ciri Bayi Diare


Hampir mirip dengan kondisi normal, ada sejumlah hal yang menjadi ciri-ciri bayi diare. Tanda bayi diare yang perlu diperhatikan oleh orangtua meliputi perubahan wujud kotoran hingga penambahan frekuensi buang air besar pada anak.

(0)
Ciri-ciri bayi diare adalah frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya sehingga membuatnya kesakitanBila bayi tampak kesakitan dan diare tak kunjung reda, segera bawa Si Kecil ke dokter
Diare merupakan salah satu masalah kesehatan pada bayi yang kehadirannya seringkali tidak disadari oleh para orangtua. Tak seperti halnya orang dewasa, membedakan feses bayi normal dengan yang sedang mengalami diare terbilang cukup sulit dan membutuhkan ketelitian. Lalu, tanda apa saja yang harus diperhatikan dan menjadi ciri-ciri bayi diare?

Ciri-ciri bayi diare

Ada berbagai macam tanda yang menjadi ciri-ciri bayi diare. Tanda diare pada bayi yang minum ASI dan susu formula sebenarnya sama. Namun, Anda perlu untuk mengetahui terlebih dahulu bagaimana wujud kotoran dan siklus buang air besar mereka dalam kondisi normal.Pada bayi yang mengonsumsi ASI, sulit untuk membedakan feses normal dengan diare. Feses bayi normal yang minum ASI memiliki tekstur lembut dan encer. Kotoran bayi normal biasanya berwarna kuning atau hijau.Dalam sehari, bayi yang minum ASI dapat buang air besar lebih dari 6 kali. Hingga usia 2 bulan, mereka mungkin akan selalu buang air besar setelah makan.Sementara itu, kotoran pada bayi normal yang mengonsumsi susu formula biasanya berwarna kuning dan memiliki tekstur seperti selai kacang. Dalam sehari, bayi yang minum susu formula dapat buang air besar hingga 8 kali. Namun, frekuensinya akan berkurang menjadi 1 hingga 4 kali per hari seiring bertambahnya usiaBerikut ini tanda bayi diare yang perlu diperhatikan oleh orangtua:
  • Jumlah feses yang dikeluarkan lebih banyak dari biasanya
  • Frekuensi buang air besar bayi lebih banyak dari biasanya
  • Tekstur feses bayi lebih encer dari biasanya
  • Kotoran bayi bercampur dengan lendir atau darah
  • Bau kotoran bayi lebih busuk dari biasanya
  • Perubahan kotoran bayi disertai dengan gejala-gejala seperti turunnya nafsu makan, lemas, maupun demam

Cara mengatasi diare pada bayi

Tidak ada cara yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan diare pada bayi. Namun, Ada sejumlah tindakan yang bisa Anda lakukan untuk membuat si Kecil tetap nyaman saat diare, serta mencegah komplikasi lain yang berpotensi muncul akibat kondisi ini.Beberapa tindakan yang bisa dilakukan oleh orangtua di rumah ketika bayi menderita diare, antara lain:
  • Menjaga bayi tetap terhidrasi

Ketika diare, bayi Anda berpotensi mengalami dehidrasi. Maka dari itu, jaga bayi tetap terhidrasi dengan memberikan ASI atau susu formula. Apabila dibutuhkan, Anda bisa memberikan minuman elektrolit untuk bayi. Namun, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak sebelum memberikannya kepada si Kecil.
  • Mengganti popok sesering mungkin

Saat bayi diare, ganti popoknya sesering mungkin untuk mencegah ruam popok
Ganti popok segera setelah bayi Anda selesai BAB
Untuk menghindari ruam, selalu ganti popok bayi Anda dengan segera setelah ia buang air besar. Untuk memberikan perlindungan ekstra, oleskan krim untuk mencegah ruam popok usai melakukan penggantian. Selain itu, selalu cuci tangan setiap hendak mengganti popok untuk mencegah penyebaran kuman.
  • Memberi makanan yang meredakan diare

Saran ini dapat dilakukan apabila si Kecil sudah mulai mengonsumsi makanan padat. Anda bisa memberikan makanan yang dapat membantu meredakan diare, di antaranya biskuit, sereal, pasta, dan pisang.
  • Hindari pemberian makanan yang dapat memperparah diare

Supaya tidak semakin parah, hindari memberikan makanan-makanan yang bisa memperburuk kondisi bayi Anda. Beberapa makanan yang bisa memperberat gejala diare meliputi susu sapi, jus buah, makanan yang digoreng, makanan berbumbu/pedas.
  • Jaga kebersihan

Diare dapat menular dan menyebar ke anggota keluarga lain melalui kuman. Oleh sebab itu, jagalah kebersihan tiap sudut rumah Anda. Selalu cuci tangan setelah mengganti popok bayi dan menggunakan kamar mandi. Ingatkan anggota keluarga Anda yang lain untuk melakukan hal serupa.Apabila kondisi bayi Anda tidak kunjung membaik atau semakin parah dalam beberapa hari, segeralah berkonsultasi dengan dokter anak. Hindari memberikan obat diare pada anak sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter.

Kapan harus membawa bayi ke rumah sakit?

Bayi diare disertai demam dan rewel harus segera dibawa ke dokter
Bawa Si Kecil ke rumah sakit bila diare disertai demam
Dalam beberapa kasus, diare pada bayi dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan medis. Namun, ada sejumlah kondisi yang bisa dijadikan pertimbangan untuk membawa bayi Anda ke rumah sakit ketika diare.Sejumlah kondisi yang menjadi bayi membutuhkan perawatan medis saat mengalami diare, antara lain:
  • Sering muntah
  • Berat badan turun
  • Mengalami demam
  • Munculnya ruam pada kulit
  • Tinja berwarna putih atau merah
  • Buang air besar lebih dari 10 kali dalam sehari
  • Bayi tampak kesakitan
  • Nafsu makan menurun
  • Diare tidak kunjung membaik dalam waktu 24 jam
  • Mengalami gejala dehidrasi seperti mulut kering, tidak keluar air mata saat menangis, dan tidak buang air kecil dalam waktu 6 jam

Catatan dari SehatQ

Ciri-ciri bayi diare dapat diketahui dengan cara memerhatikan wujud kotoran serta siklus buang air besar si kecil. Dalam beberapa kasus, diare dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, ada sejumlah kondisi yang mengharuskan Anda untuk membawa si kecil ke rumah sakit saat diare.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai ciri-ciri bayi diare dan cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi dehidrasidiare pada bayidiarekotoran bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/baby-diarrhea
Diakses pada 4 November 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/diarrhea-in-the-breastfed-baby-431632
Diakses pada 4 November 2020
Seattle Children’s Hospital. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/diarrhea/
Diakses pada 4 November 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000691.htm
Diakses pada 4 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait