Menemukan Sukralosa di Label Makanan? Ketahui Keamanan Pemanis Ini

(0)
09 Jun 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sukralosa adalah jenis pemanis yang lebih manis daripada gulaSukralosa dikelompokkan sebagai pemanis yang aman dikonsumsi, walau ada risiko penggunaan saat memasak dan memanggang
Apabila sering mengonsumsi minuman kemasan, seperti soda dan jus, Anda mungkin sering menemukan kandungan sukralosa. Sukralosa memang menjadi pemanis buatan yang umum dicampurkan dalam makanan maupun minuman olahan pabrik. Aman tidak, ya, mengonsumsi sukralosa? Adakah kaitan pemanis ini dengan diabetes? Simak artikel ini untuk tahu jawabannya.

Apa itu sukralosa?

Sukralosa adalah jenis pemanis buatan yang umum ditemukan dalam makanan olahan. Pemanis ini dibuat dari gula dengan proses kimia yang melibatkan penggantian grup oksigen-hidrogen dengan atom klorin. Sukralosa merupakan pemanis yang ditemukan pertama kali tahun 1976.Sukralosa sebenarnya pemanis yang bebas kalori. Namun, produk komersial yang mengandung bahan ini bisa saja mengandung bahan lain, seperti karbohidrat dekstrosa dan maltodextrin. Adanya kandungan tersebut membuat produk sukralosa bisa memiliki kalori.
sukralosa
Sukralosa murni sebenarnya bebas kalori
Sukralosa merupakan pemanis yang sangat kuat, yakni sekitar 400-700 lebih manis dibandingkan gula pasir. Pemanis ini juga tak memiliki aftertaste pahit seperti pemanis-pemanis lainnya.

Kaitan sukralosa dengan masalah medis tertentu

Diabetes dan berat badan menjadi topik yang seksi saat berbicara soal pemanis. Bagaimana pengaruh sukralosa dengan diabetes dan berat badan?

1. Sukralosa dengan diabetes

Beberapa pihak mengklaim bahwa sukralosa tidak memiliki efek terhadap insulin dan gula darah, atau efeknya cenderung tidak signifikan. Namun, efek aman tidaknya sukralosa tersebut akan bergantung pada kondisi masing-masing individu.Apabila Anda sudah terbiasa mengonsumsi produk yang mengandung sukralosa, pemanis ini cenderung tidak berefek pada kenaikan gula darah. Namun, jika belum pernah mengonsumsi sukralosa kemudian mencobanya, efek lonjakan kadar gula darah dilaporkan bisa terjadi.

2. Sukralosa dengan masalah berat badan

Karena cenderung bebas atau rendah kalori, beberapa orang mungkin mengira sukralosa membantu menurunkan berat badan. Hanya saja pada kasus sukralosa, pemanis ini dilaporkan tidak berefek pada berat badan, termasuk tidak membantu menurunkan berat badan.

3. Sukralosa dengan kesehatan usus

Sebagai tambahan kaitan sukralosa dengan masalah medis, pemanis ini juga dikaitkan dengan risiko kesehatan pencernaan. Beberapa studi pada hewan tikus melaporkan hal ini. Misalnya, dalam sebuah studi pada hewan dalam Journal of Toxicology and Environmental Health menyebutkan, hewan yang mengonsumsi sukralosa setelah 12 minggu mengalami penurunan bakteri baik di usus mereka.Karena studi di atas masih dilakukan pada hewan, studi manusia akan diperlukan untuk menguatkan temuan ini.

Jadi, apakah sukralosa aman dikonsumsi?

Seperti pemanis buatan lain, sukralosa juga tak luput dari kontroversi. Beberapa pihak mengklaim sukralosa cenderung aman dikonsumsi. Namun, sebagian individu lain menyatakan hal sebaliknya.Sukralosa dikaitkan dengan masalah-masalah medis tertentu. Namun, lembaga resmi seperti Foods and Drugs Administration menyatakan bahwa sukralosa tergolong aman untuk memaniskan makanan. Efek jangka panjang konsumsi sukralosa belum bisa diketahui dengan pasti. Untuk itu, mencari alternatif pemanis alami serta menjauhi makanan dan minuman olahan tetap disarankan.

Sukralosa dapat berbahaya jika digunakan untuk memanggang

Walau dikategorikan sebagai pemanis yang aman dikonsumsi, beberapa riset mengungkapkan sukralosa memiliki risiko jika digunakan untuk memasak dan memanggang. Alasannya, sukralosa dapat ‘pecah’ dan berinteraksi dengan bahan makanan lain.
Membuat adonan
Penggunaan sukralosa untuk memasak dan memanggang boleh jadi tidak disarankan
Sukralosa yang dipanaskan dengan gliserol juga dilaporkan dapat memicu pembentukan senyawa berbahaya yang disebut chloropropanols. Chloropropanols disebutkan berpotensi untuk meningkatkan risiko kanker.Walau riset lanjutan masih diperlukan, Anda bisa mempertimbangkan penggunaan pemanis lain saat memasak dan memanggang.

Catatan dari SehatQ

Sukralosa merupakan pemanis buatan rendah kalori. Lembaga resmi seperti FDA menggolongkan sukralosa sebagai pemanis yang aman dikonsumsi. Hanya saja, penggunaan sukralosa saat memasak dan memanggang tidak disarankan.
makanan sehatmakanan tidak sehatminuman tidak sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/diabetes/sucralose-and-diabetes
Diakses pada 26 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/sucralose-good-or-bad
Diakses pada 26 Mei 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18800291
Diakses pada 26 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait