Suka Minum Alkohol? Awas Terkena Hepatitis Alkoholik

(0)
03 Aug 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Hepatitis alkoholik bisa menyebabkan kerusakan hati yang parahHepatitis alkoholik terjadi akibat mengonsumsi alkohol untuk waktu yang lama
Pernahkah Anda mendengar istilah hepatitis alkoholik? Hepatitis alkoholik adalah peradangan hati akibat kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan untuk waktu yang cukup lama. Ketika alkohol diproses di hati, maka akan menghasilkan bahan kimia yang sangat beracun. Zat kimia tersebut bisa melukai sel-sel hati yang kemudian menyebabkan peradangan. Akan tetapi, tidak semua peminum berat pasti menderita penyakit ini, sebab bisa saja terjadi pada orang yang minum secukupnya. Faktor-faktor lain yang dapat memicu perkembangan penyakit ini antara lain: genetik yang memengaruhi cara tubuh memproses alkohol, adanya infeksi hati atau gangguan hati lain, kekurangan gizi, dan kelebihan berat badan.

Gejala hepatitis alkoholik

Gejala hepatitis alkoholik bervariasi bergantung pada jumlah kerusakan hati yang terjadi. Jika hanya kasus ringan, Anda mungkin tidak merasakan gejala apa pun. Akan tetapi, saat mengalami lebih banyak kerusakan, Anda mungkin merasakan:
  • Perubahan nafsu makan
  • Mulut kering
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri atau bengkak di perut
  • Mual dan muntah
  • Penyakit kuning atau kulit dan mata yang menguning
  • Demam
  • Kebingungan
  • Kelelahan
  • Mudah berdarah atau memar
Penderita hepatitis alkoholik yang terus minum alkohol berisiko tinggi mengalami kerusakan hati yang serius, gagal hati, sirosis, bahkan kematian. Jadi, berhentilah minum alkohol dan lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Perbedaan hepatitis alkoholik dengan hepatitis lain

Hepatitis alkoholik jelas berbeda dengan hepatitis yang lain. Hepatitis ini tidak melibatkan infeksi virus dan tidak menular. Sementara, hepatitis lain umumnya merupakan infeksi virus pada hati yang terdiri dari hepatitis A, B, C, D, dan E.Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Jenis hepatitis ini biasanya ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi oleh kotoran dari orang yang terinfeksi. Sedangkan, hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV) yang dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti darah, air mani, atau cairan vagina.Lain lagi dengan hepatitis C yang berasal dari infeksi virus hepatitis C (HCV). Hepatitis ini ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, biasanya melalui suntikan narkoba dan hubungan seksual. Sementara, hepatitis D disebabkan oleh infeksi virus hepatitis D (HDV). Namun, penyakit ini terjadi bersamaan dengan infeksi hepatitis B karena virusnya tak dapat berkembang tanpa kehadiran hepatitis B. Penularan hepatitis D terjadi melalui kontak langsung dengan darah yang terinfeksi.Hepatitis E disebabkan oleh infeksi virus hepatitis E (HEV). Hepatitis ini ditularkan melalui air yang terkontaminasi oleh kotoran orang yang terinfeksi. Ini umumnya terjadi di daerah dengan sanitasi yang buruk. Di sisi lain, terdapat pula hepatitis yang tidak disebabkan oleh pengonsumsian alkohol maupun infeksi virus. Kondisi ini disebut hepatitis autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel hati sehingga menyebabkan peradangan. Sama dengan hepatitis alkoholik, hepatitis ini juga tidaklah menular.

Pengobatan hepatitis alkoholik

Pengobatan utama untuk hepatitis alkoholik, yaitu dengan berhenti mengonsumsi alkohol. Selain itu, karena belum ada obat khusus untuk penyakit ini, maka pengobatan pun dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan gejala dan menghentikan perkembangan penyakit. Meski bekas luka pada hati bersifat permanen, namun hati dapat memperbaiki beberapa kerusakan. Perawatan pun dapat membantu mengembalikan sebanyak mungkin fungsi normal hati. Berikut pilihan pengobatan hepatitis alkoholik yang dapat dilakukan:
  • Perubahan diet

Dokter akan merekomendasikan perubahan diet. Suplemen vitamin atau rencana diet yang terfokus dapat membantu memperbaiki keseimbangan nutrisi dalam tubuh apabila Anda mengalami kekurangan gizi setelah terkena hepatitis alkoholik.
  • Obat-obatan

Dokter dapat merekomendasikan obat-obatan, seperti kortikosteroid dan pentoxifylline guna membantu mengurangi peradangan hati.
  • Transplantasi hati

Pada kasus yang parah, transplantasi hati mungkin harus dilakukan agar penderita dapat bertahan hidup. Namun, menemukan donor hati bisa memakan waktu yang lama dan melewati proses yang rumit.Selalu bicarakan dengan dokter mengenai pengobatan yang tepat untuk Anda. Jangan sampai mengabaikan kondisi ini karena bisa semakin parah dan berbahaya.
hepatitishepatitis csirosis hatipenyakit hatihepatitis ahepatitis bhepatitis d
Healthline. https://www.healthline.com/health/alcoholic-hepatitis#risk-factors
Diakses pada 22 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/hepatitis#causes
Diakses pada 22 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alcoholic-hepatitis/symptoms-causes/syc-20351388
Diakses pada 22 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/313928#treatment
Diakses pada 22 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait