Suka Mengonsumsi Frozen Food? Ketahui Hal-Hal Berikut Ini

Frozen food atau makanan beku tidak memengaruhi nilai gizi, tetapi justru membuat makanan lebih awet
Pilih frozen food yang tidak mengandung banyak gula, garam, atau berkalori tinggi

Bagi Anda yang tak memiliki banyak waktu untuk memasak atau ingin memasak menu yang sederhana, maka frozen food atau makanan beku menjadi pilihan yang tepat. Terdapat berbagai jenis frozen food yang bisa ditemukan mulai dari sayuran, buah, ikan hingga daging. 

Hal inilah yang membuatnya digemari oleh banyak orang karena sangat praktis dan awet. Akan tetapi, sebagian orang berpendapat bahwa frozen food tidak lebih baik daripada makanan segar. 

Mana yang lebih sehat: frozen food atau makanan segar?

Mengenai lebih sehat mana, frozen food atau makanan segar tentu bergantung pada kandungan nutrisinya. Pembekuan tak akan memengaruhi jumlah kalori, serat, lemak, protein, gula atau jumlah mineral dalam makanan. Namun, terdapat kemungkinan bahwa proses pembekuan makanan memengaruhi kadar beberapa vitamin, seperti vitamin C yang menjadi lebih tinggi. Akan tetapi, sebagian besar nilai gizi tetap dipertahankan setelah pembekuan. 

Sementara, nutrisi yang mudah dihancurkan oleh cahaya, suhu, dan udara dapat dengan cepat berkurang pada makanan segar. Proses pembekuan pun mencegah hilangnya nutrisi pada makanan tersebut secara lebih lanjut.

Ditambah lagi, buah dan sayur yang akan dibekukan dipetik dalam puncak kematangan ketika paling bergizi. Selanjutnya, makanan tersebut pun dibekukan secara cepat sehingga kandungan nutrisi yang ada di dalamnya tetap terjaga. 

Lain halnya dengan sayur dan buah segar yang umumnya dipetik sebelum matang agar tidak membusuk ketika dijual. Akan tetapi, tekstur dan rasa makanan yang telah dibekukan mungkin akan berbeda dengan yang segar. 

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics menemukan bahwa orang yang secara teratur mengonsumsi makanan beku memiliki 253 kalori dan 2,6 gram lemak jenuh lebih rendah per hari dibanding dengan orang yang mengonsumsi makanan cepat saji. 

Selain itu, orang dewasa yang mengonsumsi frozen food juga memiliki asupan nutrisi harian penting yang lebih tinggi, seperti protein, serat, dan kalium. Namun, bukti menunjukkan bahwa makanan segar dan beku memiliki kandungan nutrisi yang serupa. 

Benarkah frozen food menggunakan pengawet?

Orang-orang merasa takut untuk mengonsumsi frozen food karena sempat tersiar kabar jika makanan tersebut menggunakan bahan pengawet. Perlu Anda ketahui bahwa proses pembekuan dapat membuat makanan menjadi lebih awet tanpa menggunakan bahan pengawet kimia. 

Bahkan teknik ini sudah digunakan sejak dulu sebagai cara alami dalam mengawetkan makanan oleh manusia purba dengan memanfaatkan gua es. Akan tetapi, bacalah label pada kemasan frozen food yang Anda beli guna memastikan apakah ada tambahan pengawet atau tidak di dalamnya.

Membekukan makanan tak dapat membunuh bakteri yang ada dalam makanan tersebut, tetapi hanya menonaktifkannya saja. Pastikan Anda tidak mencairkan makanan dengan meletakkannya di suhu ruangan selama satu atau dua jam karena dapat mengaktifkan atau menumbuhkan bakteri.

Memilih frozen food

Makanan beku dapat menjadi pilihan yangs sehat bergantung pada apa yang Anda pilih. Jika Anda tertarik membeli frozen food, carilah produk yang tidak mengandung banyak gula, garam, atau berkalori tinggi. Pilih sayur, buah-buahan, daging, ikan, makanan laut atau unggas beku yang tak menggunakan bahan tambahan apapun. 

Sementara, dalam memilih camilan beku seperti halnya cireng, kebab pisang, dimsum, dan lainnya, Anda harus membandingkan nilai gizi pada label kemasan karena camilan tersebut kerap tinggi lemak jenuh, garam, gula, dan kalori sehingga pilihlah yang paling rendah. Selain itu, Anda juga dapat mencari camilan yang lebih alami.

Sayuran beku umumnya tidak perlu dicairkan sebelum dimasak sehingga Anda dapat langsung mengukus, merebus, atau memasukkannya ke dalam microwave. Sementara, buah-buahan harus dicairkan sedikit sebelum Anda mengonsumsinya tapi jangan sampai lembek. Sedangkan, daging memerlukan waktu yang cukup lama untuk dicairkan sebelum dimasak agar dapat melunak. Cairkanlah frozen food dengan menempatkannya pada air dingin. 

Pastikan Anda tidak mengonsumsi frozen food setiap hari karena kebanyakan frozen food yang dijual di pasaran merupakan makanan olahan, seperti bakso, sosis, nugget, atau kentang yang siap digoreng. Dikhawatirkan makanan tersebut mengandung berbagai zat aditif yang dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Very Well Fit. https://www.verywellfit.com/are-frozen-foods-healthy-4116094
Diakses pada 27 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/fresh-vs-frozen-fruit-and-vegetables#section3
Diakses pada 27 April 2020

Dietlicious. https://www.dietlicious.com.au/blog/are-frozen-meals-healthy-frozen-vs-fresh.html
Diakses pada 27 April 2020

Health Utah. https://healthcare.utah.edu/healthfeed/postings/2014/11/110714_cvarticle-frozen-food.php
Diakses pada 27 April 2020

Artikel Terkait