logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Kenali Tanda dan Penyebab Perilaku Impulsif yang Perlu Anda Sadari

open-summary

Impulsif adalah kecenderungan melakukan suatu tindakan tanpa memikirkan konsekuensinya. Sering menghamburkan uang secara ekstrem termasuk perilaku impulsif.


close-summary

3.59

(22)

6 Apr 2020

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Perilaku impulsif pada wanita

Menghamburkan uang secara berlebihan bisa jadi tanda perilaku impulsif

Table of Content

  • Tanda-tanda perilaku impulsif
  • Apa penyebab perilaku impulsif?
  • Mengatasi perilaku impulsif

Apakah Anda termasuk orang yang sering bertindak tanpa memikirkan konsekuensi apa pun terlebih dahulu? Jika iya, maka bisa saja Anda memiliki perilaku impulsif. Impulsif adalah kecenderungan untuk bertindak tanpa berpikir mengenai konsekuensi ataupun risiko yang akan dihadapi.

Advertisement

Dengan kata lain, memiliki arti bersifat cepat bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati. Tak jarang, memiliki perilaku impulsif dapat berdampak buruk pada kehidupan.

Tanda-tanda perilaku impulsif

Impulsif dan kompulsif seringkali disamaartikan sehingga membuat orang keliru, padahal keduanya berbeda. Pada orang kompulsif, ia mengetahui perilaku yang ia lakukan tidaklah normal, namun tak bisa menghentikannya. Sementara, orang impulsif akan bertindak tanpa mengakui bahwa perilaku itu tidak normal. 

Menurut penelitian dari NCBI, perilaku impulsif biasanya dialami oleh remaja akhir hingga berusia 30 tahun. Mayoritas (80-95%) individu dengan perilaku impulsif adalah wanita. Wanita umumnya membeli barang yang tidak mahal, namun kerap membeli dalam jumlah banyak mengakibatkan pengeluaran yang berlebihan. Barang yang dibeli tersebut tak jarang akan berakhir tidak digunakan atau bahkan dikembalikan ke toko.

Salah satu ciri orang impulsif umumnya digambarkan sebagai orang yang gegabah, gundah, tak dapat diprediksi, labil, agresif, mudah terganggu, memiliki self control yang buruk, dan senang menginterupsi orang lain. Contoh perilaku impulsif yang umum terjadi, yaitu membeli sesuatu tanpa direncanakan atau berlari ketika menyebrang jalan tanpa melihat. Adapun tanda-tanda perilaku impulsif lainnya, yaitu:

  • Mengeluarkan emosi berlebihan
  • Menghamburkan uang terlalu banyak
  • Terlalu banyak meminta maaf
  • Tiba-tiba berhenti dari pekerjaan
  • Emosi sering meledak-ledak
  • Melakukan hubungan seks yang berisiko
  • Mengubah atau membatalkan rencana secara tiba-tiba
  • Tak mampu menerima kritik
  • Makan atau minum secara berlebihan
  • Mengancam menyakiti orang lain
  • Menyakiti diri sendiri
  • Menghancurkan benda

Terkadang, merupakan hal yang wajar jika perilaku impulsif ini terjadi sesekali. Akan tetapi, bila terlalu sering atau hingga sangat memengaruhi kehidupan, maka Anda perlu waspada.

Apa penyebab perilaku impulsif?

Pada anak-anak atau remaja, perilaku impulsif bisa terjadi karena otaknya masih dalam perkembangan, sehingga belum tentu merupakan pertanda masalah. Memang belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya perilaku impulsif, namun ini dikaitkan dengan bagian otak hipotalamus dan hippocampus.

Hippocampus berperan aktif dalam kemampuan daya ingat, pembelajaran, serta emosi. Sementara, hipotalamus berperan dalam pengaturan mood dan perilaku fungsi manusia.

Ketika para peneliti meningkatkan ataupun mengurangi lalu lintas antara hipotalamus lateral dan hippocampus ventral pada otak tikus, maka menunjukkan efek yang sama, yaitu meningkatkan perilaku impulsif. Di sisi lain, faktor genetik juga dianggap berperan.

Akan tetapi, pada beberapa kasus perilaku impulsif  juga dapat menjadi tanda dari kondisi tertentu, di antaranya:

1. Gangguan pemusatan perhatian (ADHD)

Seseorang yang mengalami gangguan pemusatan perhatian kerap menunjukkan perilaku impulsifnya dengan mengganggu orang lain yang sedang berbicara, meneriakkan jawaban atas pertanyaan, atau sulit menunggu giliran ketika berada dalam antrean.

2. Gangguan bipolar

Gangguan pada otak ini memengaruhi suasana hati, tingkat energi, dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Ketika impulsif muncul pada gangguan bipolar, maka Anda akan belanja atau menghamburkan uang dengan sangat ekstrem atau melakukan penyalahgunaan zat-zat tertentu.

3. Gangguan kepribadian antisosial

Gangguan ini memungkinkan seseorang untuk tidak memerhatikan benar dan salah, sertamemperlakukan orang dengan buruk tanpa memikirkan konsekuensinya. Perilaku impulsif yang terkait dengan kondisi ini, yaitu penyalahgunaan zat tertentu atau tindakan berbahaya lainnya.

Baca Juga

  • Skinship Adalah Sentuhan Fisik dengan Manfaat Luar Biasa
  • Ketahui Alasan Dibalik Pasangan Setia dalam Sebuah Hubungan
  • 7 Cara Menghibur Pacar Saat Sedih, Cari Tahu Bahasa Cintanya

Mengatasi perilaku impulsif

Perilaku impulsif haru mendapat penanganan yang tepat. Jika impulsif merupakan bagian dari suatu kondisi tertentu, maka perawatan yang dilakukan untuk mengatasinya bergantung pada penyebabnya. Salah satu pendekatan yang umum dilakukan, yaitu analisis perilaku terapan. 

Dalam metode ini, Anda akan belajar menangani atau mengendalikan situasi yang cenderung memicu perilaku impulsif Anda. Psikiater juga mungkin akan merekomendasikan obat-obatan tertentu. Antidepresan, seperti inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) dapat membantu meringankan gangguan kontrol impuls. 

Akan tetapi, jika perilaku tersebut merupakan bagian dari ADHD, maka obat yang direkomendasikan mungkin termasuk amfetamin dan dextroamfetamin atau methylphenidate. Terkadang, obat-obatan non-stimulan juga bisa membantu mengendalikan impuls.

Di samping itu, Anda juga harus berlatih mengalihkan situasi yang bisa memicu impulsif. Misalnya, bawalah buku catatan untuk dicorat-coret agar perhatian Anda teralihkan. Ini dapat membantu menahan Anda bertindak impulsif. Sebab, jeda yang dihasilkan bisa membuat Anda memikirkan apakah tindakan tersebut baik untuk dilakukan, serta memikirkan konsekuensi apa yang akan dihadapi nantinya. Sadarilah bahwa perilaku impulsif tersebut tidak tepat dan tak boleh terus dibiarkan.

Perlu Anda ingat bahwa perilaku impulsif bisa membahayakan diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Bahkan selain merusak hubungan dan keselamatan Anda, perilaku ini juga bisa menyebabkan kerugian finansial dan hukum jika tidak segera dikendalikan. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk berkonsultasi pada psikolog atau psikiater bila Anda merasa memiliki kecenderungan atas perilaku ini.

Advertisement

gangguan mentalkesehatan mental

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved