Suka Mencabuti Kulit? Hati-Hati, Bisa Jadi Pertanda Dermatillomania


Dermatillomania menyebabkan penderitanya memiliki kebiasaan untuk mencabut kulit secara terus menerus. Kebiasaan tersebut dapat muncul sebagai bentuk gejala masalah kesehatan mental.

(0)
Dermatillomania dapat muncul sebagai bentuk gejala masalah kesehatan mentalDermatillomania membuat penderitanya mencabuti kulit secara terus menerus
Hampir setiap orang pasti pernah sesekali mengelupas kulit mereka sendiri, misalnya saat mencabut kulit bekas jerawat atau luka yang telah mengering. Hal ini memang wajar untuk dilakukan, namun Anda patut waspada jika memiliki kecenderungan untuk mengulanginya berkali-kali. Kebiasaan mencabuti kulit secara berkelanjutan dapat menjadi tanda masalah kesehatan mental dalam diri seseorang. Kondisi ini dikenal dengan istilah dermatillomania, excoriation disorder, atau skin picking.

Apa itu dermatillomania?

Dermatillomania adalah kondisi yang terjadi saat Anda memiliki kebiasaan untuk mencabut kulit dari waktu ke waktu. Kebiasaan tersebut muncul karena penderita excoriation disorder kesulitan mengendalikan dorongan untuk mengorek kulit mereka.Skin picking kerap dikaitkan dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD). Meski begitu, tidak semua penderita OCD punya kebiasaan ini. Namun, sebagian besar orang yang menderita dermatillomania juga mengalami gangguan obsesif kompulsif.Beberapa tanda seseorang mengalami dermatillomania adalah sebagai berikut:
  • Menghindari acara publik karena kondisi kulitnya
  • Terjadi infeksi atau muncul luka pada area tempat di mana Anda mencabuti kulit
  • Menghabiskan banyak waktu untuk mencabuti kulit, bahkan bisa seharian penuh
  • Kebiasaan mencabuti kulit mengganggu aktivitas dan kehidupan secara keseluruhan
Apabila tidak segera dihentikan dan ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit bekas luka. Dalam beberapa kasus, kebiasaan mengorek kulit juga berpotensi mengakibatkan kemunculan luka baru.

Penyebab dermatillomania

Dermatillomania membuat penderitanya senang mencabuti kulit kering pada luka
Rasa gatal pada luka yang kering memicu penderita dermatillomania untuk mengorek luka
Ada berbagai macam faktor yang menjadi pemicu seseorang mengalami excoriation disorder. Luka yang sudah kering biasanya akan memunculkan koreng. Koreng pada luka umumnya memunculkan sensasi gatal pada kulit di sekitarnya. Kondisi itu kemudian mendorong Anda untuk mengorek luka.Koreng yang ditarik secara paksa kemudian akan berdarah dan memunculkan luka baru. Saat luka baru tersebut kering, siklus mencabut koreng akan dilakukan secara terus-menerus dan berubah menjadi kebiasaan.Selain itu, dermatillomania juga bisa muncul sebagai gejala masalah kesehatan mental dalam diri Anda. Mencabuti kulit merupakan salah satu obat penghilang stres, kecemasan, maupun ketakutan yang dialami oleh penderita gangguan mental. Selain mencabut kulit, kebiasaan lain yang mungkin muncul seperti menggigit kuku dan memelintir rambut.

Bagaimana cara menangani dermatillomania?

Pilihan pengobatan untuk menangani skin picking adalah dengan terapi dan mengonsumsi obat-obatan terkait kondisi kesehatan mental yang mendasarinya.
  • Terapi perilaku kognitif

Dalam terapi perilaku kognitif, Anda akan diajak mengidentifikasi masalah yang jadi penyebab Anda melakukan kebiasaan buruk seperti mencabuti kulit. Setelah teridentifikasi, Anda akan diajarkan cara menanggapi pemicunya dengan perilaku yang lebih positif.Untuk mengatasi stres, kecemasan, ketakutan, maupun rasa bosan, terapis mungkin akan meminta Anda untuk mengalihkan fokus kegiatan lain. Beberapa kegiatan yang bisa dijadikan pilihan seperti meremas bola karet, bermain rubik, menggambar, serta merajut.
  • Pengobatan medis

Beberapa obat-obatan dapat membantu Anda mengatasi dorongan untuk mencabuti kulit. Obat-obat yang umumnya diresepkan dokter seperti antidepresan atau antipsikotik.

Tips mengatasi kebiasaan skin picking di rumah

Selain terapi dan pengobatan medis, beberapa tindakan perawatan rumahan bisa diterapkan untuk mengatasi kebiasaan skin picking. Sejumlah tindakan yang dapat dilakukan, meliputi:
  • Menggunakan sarung tangan untuk mencegah Anda mencabuti kulit
  • Mengolesi luka yang telah kering dengan salep topikal dari lidah buaya atau minyak kelapa agar terhindar dari rasa gatal
  • Berolahraga secara teratur untuk mengatasi stres, kebosanan, dan kecemasan yang dirasakan
  • Melakukan yoga, meditasi, dan teknik pernapasan dalam untuk mengelola stres yang bisa menjadi pemicu skin picking
  • Menjauhkan diri dari alat-alat yang dapat membantu Anda untuk menarik kulit seperti penjepit, gunting, dan pemotong kuku

Catatan dari SehatQ

Dermatillomania adalah kondisi yang menyebabkan Anda memiliki kebiasaan untuk mencabut kulit secara terus menerus. Kebiasaan buruk yang bisa muncul sebagai bentuk gejala masalah kesehatan mental ini dapat menyebabkan iritasi hingga kemunculan luka baru.Cara mengatasi kondisi ini dapa Anda lakukan dengan terapi atau mengonsumsi obat-obatan tertentu. Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai skin picking disorder dan cara mengatasinya, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalstreskulit kering
Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/excoriation
Diakses pada 28 April 2021
WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/skin-picking-disorder
Diakses pada 28 April 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325925
Diakses pada 28 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait