Suka Bicara Sendiri, Benarkah Gejala Gangguan Kesehatan Mental?


Bicara sendiri sering dikaitkan sebagai sebuah gejala gangguan mental. Faktanya, berbicara pada diri sendiri sembari mengerjakan sesuatu justru membantu Anda lebih fokus.

0,0
14 Jul 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Bicara sendiri tak selalu berkaitan dengan gangguan mentalBicara pada diri sendiri sebenarnya merupakan sesuatu yang wajar dilakukan
Bicara sendiri sering dilakukan oleh banyak orang, terutama saat harus memutuskan sesuatu, Anda secara tak sadar mengeluarkan gagasan di dalam kepala. Hal ini normal dilakukan oleh banyak orang, tapi rasanya aneh jika bicara sendiri di tempat umum. Bisa-bisa dianggap kurang waras atau tidak normal.Namun ternyata, sebuah penelitian mengatakan bahwa bicara kepada diri sendiri adalah perilaku umum yang normal. Biasanya hal ini disebut self-talk atau self-directed talk. Meskipun orang sering mengaitkan self-talk dengan masalah kesehatan mental, ahli kesehatan menganggap hal ini normal di segala usia bahkan bermanfaat dalam beberapa kondisi.

Apakah ngomong sendiri termasuk normal?

Para peneliti telah mempelajari self-talk untuk waktu yang lama sejak tahun 1880. Para ilmuwan tertarik pada apa yang orang katakan pada diri mereka sendiri, mengapa mereka ngomong sendiri, dan tujuan dari berbicara sendiri. Peneliti kemudian mendefinisikan self-talk sebagai ekspresi verbal dari posisi internal atau keyakinan, yang berarti mengungkapkan perasaan batin, pikiran non-verbal, dan intuisi tentang situasi. Orang yang ngomong sendiri hanya bermaksud mengarahkan ucapannya pada dirinya sendiri. Anda tak perlu khawatir jika anak-anak juga sering bicara sendiri karena hal ini adalah caranya mengembangkan bahasa, stimulasi kognitif, dan meningkatkan kinerja bagi otaknya.Kebiasaan berbicara sendiri dapat berlanjut hingga dewasa dan umumnya memang bukan menjadi masalah.

Manfaat self-talk untuk kesehatan mental

Selain sangat normal, self-talk bermanfaat untuk kesehatan mental. Manfaatnya antara lain:

1. Membantu Anda tetap fokus

Ketika situasi sulit, Anda mungkin melampiaskan rasa frustasi dengan seruan sumpah serapah. Namun Anda juga dapat mengingatkan diri sendiri tentang kemajuan yang Anda alami sekarang ketika Anda merasa ingin menyerah. Pada akhirnya, bisa jadi Anda berhasil karena berbicara pada diri sendiri. Bicara sendiri sembari mengerjakan sesuatu justru membuat Anda lebih fokus.

2. Membantu memotivasi

Ketika Anda sedang mandek, positive self-talk akan membantu meningkatkan motivasi Anda. Kata-kata penyemangat ini biasanya lebih berbobot ketika Anda mengucapkannya dengan lantang daripada hanya memikirkannya. Hal ini karena mendengar sesuatu sering kali membantu mempertegas pikiran Anda.Penelitian tahun 2014 juga mendukung fakta ini. Penelitian mengatakan bahwa jenis motivasi diri yang bekerja paling baik adalah dengan berbicara kepada diri sendiri sebagai orang kedua atau ketiga. Jadi jika sekarang Anda merasa tertekan atau mandek katakana ini pada diri Anda: “Kamu hebat. Kamu sudah melakukan banyak hal, tinggal sedikit lagi untuk meraihnya.”

3. Membantu Anda menghadapi perasaan sulit

Jika Anda sedang bergulat dengan emosi yang sulit, membicarakannya dapat membantu Anda menghadapinya dengan lebih hati-hati. Meluangkan waktu untuk duduk dengan emosi ini dapat membantu Anda memisahkan rasa khawatir dan logika. Self-talk juga membuat rasa kesal semakin pudar, membantu memvalidasi perasaan Anda, dan menerimanya.

Apakah bicara sendiri termasuk sehat?

Self-talk memang memiliki beberapa manfaat dan tidak menyebabkan risiko kesehatan yang signifikan. Kecuali, jika seseorang juga mengalami gejala lain yang menunjukkan gangguan mental, seperti halusinasi.Selain itu, bergumam dan mengucapkan kalimat acak dengan lantang juga bisa menjadi gejala skizofrenia. Gangguan mental ini sering terjadi pada usia muda ketika mereka mengalami transisi besar dalam hidup mereka.Skizofrenia tidak memiliki penyebab pasti, tetapi hal-hal tertentu membuat seseorang lebih rentan untuk terkena penyakit ini. Beberapa faktor penyebabnya yaitu keseimbangan kimia otak, genetik, dan masalah lingkungan. Salah satu gejala skizofrenia adalah pikiran yang tidak teratur dan campur aduk.Perbedaan self-talk yang normal dan skizofrenia adalah ketika bicara sendiri memiliki urutan logis. Skizofrenia menimbulkan gejala bicara pada diri sendiri dengan tidak teratur. Sedangkan self-talk yang normal membentuk struktur kalimat yang runtut dan logis.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang kebiasaan ngomong sendiri, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalberpikir positifskizofrenia
Healthline. https://www.healthline.com/health/why-do-i-talk-to-myself
Diakses pada 30 Juni 2021.
WebMD. https://www.webmd.com/balance/why-people-talk-to-themselves#1-4
Diakses pada 30 Juni 2021.
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/talking-to-yourself
Diakses pada 30 Juni 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait