logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Suhu Tubuh Normal Bayi Berbeda dengan Orang Dewasa, Ini Cara Mengukurnya

open-summary

Orangtua penting untuk mengetahui suhu tubuh normal bayi, agar dapat mengenali gejala demam serta kondisi lainnya yang mungkin saja terjadi. Ketahui pula berbagai jenis termometer yang bisa digunakan sebagai pengukur suhu tubuh.


close-summary

8 Nov 2019

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

suhu normal bayi

Suhu tubuh normal bayi berbeda dengan orang dewasa

Table of Content

  • Berapa suhu tubuh normal bayi?
  • Jenis termometer untuk mengukur suhu tubuh normal bayi
  • Cara mengukur suhu tubuh normal pada bayi 

Biasanya, saat mengalami kenaikan suhu tubuh seperti demam, si kecil menjadi rewel dan sering menangis. Namun, tahukah Anda berapa suhu tubuh normal bayi? Ini penting agar orangtua lebih yakin, apakah bayi mengalami demam tinggi atau tidak, sehingga bisa mendapatkan penanganan.

Advertisement

Berapa suhu tubuh normal bayi?

Bayi demam sedang diukur suhunya
Suhu normal bayi tidak sama dengan orang dewasa

Suhu badan normal setiap orang bervariasi, karena ada beberapa faktor yang memengaruhinya. Seperti usia dan juga tingkat aktivitas seseorang.

Bayi cenderung memiliki suhu tubuh lebih tinggi daripada anak yang lebih besar dan orang dewasa.

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), suhu tubuh normal bayi baru lahir berkisar antara 36,5°C hingga 37,5°C. Selama masih berada dalam rentang 0,6°C lebih tinggi atau lebih rendah dari suhu badan normal bayi, kondisi tersebut bukan demam.

Pada perkembangan bayi, ia bisa dikatakan demam apabila suhu badannya berada di angka berikut:

  • 38°C atau lebih, diukur menggunakan termometer di area dubur, telinga, atau dahi.
  • 37,8°C atau lebih, diukur menggunakan termometer di oral.
  • 37,2°C atau lebih, diukur menggunakan termometer di ketiak.

Selain suhu tubuh tinggi, demam pada bayi juga biasanya menimbulkan gejala lainnya, seperti:

Suhu badan bayi lebih tinggi karena luas permukaan tubuh yang lebih besar daripada berat badannya. Selain itu, sistem metabolismenya pun aktif menghasilkan panas.

Perlu Anda ketahui pula kalau pada perkembangan bayi, tubuhnya juga belum mampu mengatur suhu sebaik orang dewasa.

Anda juga perlu menyadari saat suhu tubuhnya berada di bawah suhuh normal. Bayi baru lahir yang suhu tubuhnya berada di bawah 36,1°C, kemungkinan menjadi tanda awal hipotermia.

Hipotermia pada bayi juga berbahaya, karena gejala yang muncul seperti denyut nadi melambat, menggigil, napas tersendat, hingga kesadaran menurun.

Baca Juga

  • 7 Kemungkinan Penyebab Bayi Berkeringat saat Tidur
  • Penyebab Suara Bayi Serak dan Cara Mengatasinya
  • Cara Merawat Tali Pusar Bayi yang Baik dan Benar hingga Puput

Jenis termometer untuk mengukur suhu tubuh normal bayi

Termometer digital untuk mengukur suhu normal bayi
Termometer digital dapat digunakan untuk mengukur suhu normal bayi

Ada beberapa jenis termometer bayi yang bisa Anda gunakan sebagai pengukur suhu badan normal si kecil, seperti:

  • Termometer digital. Menggunakan sensor panas elektronik untuk merekam suhu tubuh. Dapat digunakan di area rektum, mulut, dan juga ketiak.
  • Termometer telinga digital. Menggunakan pemindai inframerah untuk mengukur suhu di dalam saluran telinga. Kotoran telingan pun dapat mengganggu keakuratan pengukuran suhu.
  • Termometer arteri temporal. Menggunakan pemindai inframerah untuk mengukur suhu arteri di area dahi si kecil.

Cara mengukur suhu tubuh normal pada bayi 

Suhu normal bayi bisa diukur menggunakan termometer telinga
Mengukur suhu normal bayi menggunakan termometer telinga

Pengukuran suhu dengan metode berbeda, hasilnya akan berbeda pula pada bayi baru lahir.

Perlu Anda ketahui bahwa suhu normal bisa diukur menggunakan thermometer di area rektal (dubur), oral (mulut), aksila (ketiak), dan juga temporal (dahi).

Mengukur suhu tubuh normal bayi memang gampang-gampang susah, apalagi jika harus dilakukan melalui jalur rektal. Namun, jalur inilah yang dinilai paling akurat.

Berikut ini langkah-langkah yang perlu diikuti dalam mengukur suhu badan normal si kecil, seperti:

1. Cara menggunakan termometer rektal

Sebelum mengukur suhu tubuh bayi melalui rektal, bersihkan termometer terlebih dahulu menggunakan alkohol atau campuran sabun dengan air hangat. Setelah itu, bilas dengan air dingin.

Lalu, Anda bisa memulai untuk mengukur suhu dengan tahap sebagai berikut.

  • Lumuri ujung termometer dengan petroleum jelly agar lebih mudah dimasukkan.
  • Posisikan bayi terlentang dengan kaki menekuk ke arah dada, seperti saat popoknya hendak diganti.
  • Nyalakan dan masukkan ujung termometer ke dubur secara perlahan sedalam sekitar 1,5-2 cm atau hingga seluruh ujung termometer terlihat masuk .
  • Pastikan posisi bayi tetap pada tempatnya dan tahan termometer dengan tangan hingga selesai.
  • Saat termometer berbunyi, tandanya pengukuran telah selesai dan lepas perlahan dari dubur.

Memasukkan termometer ke dubur bayi bisa memicu bayi untuk buang air besar, sehingga jangan kaget saat hal ini terjadi. Setelah selesai digunakan, bersihkan kembali termometer sebelum disimpan.

2. Cara menggunakan termometer oral

Setelah termometer digital dinyalakan, letakkan di bawah lidah bayi dan usahakan agar mulutnya terus tertutup. Ambil termometer saat ada tanda bunyi, lalu baca angka yang tertera sebagai suhu. Apabila sebelumnya anak baru selesai makan atau minum, tunggu selama 15 menit sebelum mengukur suhu tubunya dengan cara oral.

3. Cara menggunakan termometer arteri temporal

Termometer arteri temporal menggunakan inframerah untuk mengukur suhu tubuh normal bayi, sehingga cenderung lebih mudah digunakan. Anda cukup menempelkannya ke dahi anak dan suhu akan keluar dengan sendirinya di layar.

4. Cara menggunakan termometer ketiak

Apabila dibandingkan dengan cara lainnya, metode ini dianggap kurang akurat. Alasannya, karena hasil suhu bisa berbeda sekitar dua derajat lebih rendah dari pengukuran melalui dubur.

Meski begitu, cara ini mudah dan tetap dapat menjadi acuan untuk melihat bayi Anda demam atau tidak. Untuk melakukannya, sebaiknya bayi tidak menggunakan pakaian dan pastikan area ketiaknya sudah kering.

Coba pangku si kecil dan letakkan termometer di ketiaknya. Pastikan ujung termometer sudah menempel dengan kulit. Agar alat tidak jatuh, dekap bayi saat Anda mengukur suhunya. Tunggu hingga pengukuran selesai.

5. Cara menggunakan termometer telinga

Untuk menggunakan termometer telinga, cukup masukkan ujung termometer ke lubang telinga bayi secara perlahan.

Ikuti instruksi yang ada di kemasan, mengenai seberapa dalam ujung termometer harus dimasukkan. Pegang termometer di tempatnya hingga pengukuran selesai, lalu keluarkan secara perlahan.

Jangan panik jika suhu tubuh si kecil terasa lebih tinggi atau menurun, agar Anda dapat mengukurnya dengan tepat. Apabila bayi mengalami demam tinggi, segera bawa ke dokter untuk menghindari kejang serta mendapatkan penanganan yang tepat.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai suhu tubuh normal pada bayi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

demamtermometer bayisuhu tubuhbayi & menyusuibayiperkembangan bayi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved