Kenali Cara Mengasah Kemampuan Motorik Halus Anak yang Benar

Kemampuan motorik halus anak bisa memengaruhi prestasi akademiknya
Kemampuan motorik halus perlu dikembangkan karena berpengaruh pada kemampuan akademik anak

Perkembangan Si Kecil selalu menarik untuk diikuti. Termasuk perkembangan kemampuan motorik halusnya. Apa itu kemampuan motorik halus?

Kemampuan motorik halus adalah kemampuan anak dalam menggunakan otot-otot kecil di tangannya. Contoh dari pergerakan motorik halus di antaranya adalah kemampuan anak dalam menggenggam pensil, makan menggunakan sendok, menyusun lego, atau mengancing baju.

Mengapa motorik halus anak penting untuk diasah?

Jika motorik halus di asah, anak jadi cerdas
Kemampuan motorik halus berpengaruh pada prestasi akademik anak

Kemampuan motorik halus perlu diasah. Sebab, kemampuan ini akan memudahkan anak dalam melakukan kegiatan dasar sehari-hari, seperti makan, menulis, atau menggunting kertas untuk keperluan sekolah. Kemampuan ini juga penting untuk membantunya melatih kemampuan akademiknya.

Anak-anak dengan kemampuan motorik halus yang tidak terlatih, umumnya memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah. Selain itu, prestasi akademisnya pun tidak terlalu baik dan mengalami kesulitan untuk bermain, karena keterbatasan kemampuannya.

Mereka juga akan kesulitan untuk menjadi mandiri. Sebab melakukan tugas yang merupakan tugas mandiri seperti menggunakan pakaian sendiri dan makan sendiri, akan membuatnya kesulitan.

Pencapaian motorik halus anak berdasarkan usia

Untuk melihat kemampuan motorik halus anak sesuai usianya, Anda perlu mengenali pencapaian umum motorik halus berikut ini.

Usia 0-3 bulan

• Di usia ini, anak sudah mulai bisa memasukkan tangannya ke dalam mulut
• Pandangannya juga sudah mulai akan fokus saat melihat tangannya bergerak
• Dapat menggerakkan lengannya dengan membuat gerakan seperti memukul-mukul

Usia 3-6 bulan

• Dapat menggapai mainan dengan kedua tangannya
• Sudah bisa memindahkan objek dari satu tangan ke tangan lainnya
• Kedua tangannya sudah bisa saling berpegangan

Usia 6-9 bulan

• Mulai bisa menggenggam objek seperti botol susu
• Sudah bisa menggeser benda menggunakan jari
• Dapat memencet atau meremas objek

Usia 9-12 bulan

• Sudah mulai bisa memasukkan makanan kecil ke dalam mulut
• Dapat membolak-balikkan halaman buku
• Dapat menaruh benda kecil ke dalam gelas atau wadah
• Sudah dapat mengangkat objek hanya dengan menggenggamnya menggunakan telunjuk dan ibu hari
• Mulai menunjukkan tangan yang dominan digunakan

Usia 12-18 bulan

• Dapat menyusun blok hingga dua tingkat
• Sudah bisa bertepuk tangan
• Sudah bisa melambaikan tangan
• Dapat menyendokkan makanan
• Sudah mulai bisa coret-coret dengan crayon di kertas

Usia 18 bulan-2 tahun

• Sudah bisa memasukkan cincin mainan berukuran besar ke tiangnya
• Sudah mulai menggenggam krayon menggunakan telunjuk dan ibu jari
• Dapat menyusun balok atau blok hingga tiga atau empat tingkat
• Dapat menyobek bungkus kado
• Dapat membuka buku, lembar demi lembar

Usia 2 tahun

• Sudah bisa bermain menggunakan lilin mainan atau slime
• Dapat menyusun balok hingga sembilan tingkat
• Bisa buka tutup pintu
• Sudah bisa mencuci tangan sendiri
• Bisa membuka dan menutup reseleting

Usia 3 tahun

• Bisa menggambar lingkaran setelah diberi contoh
• Bisa menyobek kertas menjadi dua
• Dapat memasang dan melepas kancing baju berukuran besar

Usia 4 tahun

• Dapat menggerakkan semua ujung jari ke ibu jari
• Bisa menggunakan garpu dengan benar
• Dapat memakai dan melepas baju sendiri tanpa bantuan

Usia 5 tahun

• Sudah bisa memegang pensil dengan benar
• Bisa menirukan gambar segitiga
• Sudah bisa menggunting kertas menjadi bentuk bulat
• Bisa mengikat tapi sepatu sendiri

Usia 6 tahun

• Sudah bisa menyusun bangunan dengan struktur sederhana menggunakan lego atau balok
• Bisa menyusun puzzle sederhana berjumlah 6-20 puzzle
• Sudah bisa menggunakan pisau untuk memotong makanan
• Bisa memotong objek menggunakan gunting dengan baik

Perlu diingat, perkembangan setiap anak bisa berbeda-beda. Beberapa anak bisa lebih cepat menguasai kemampuan tersebut dan beberapa lainnya bisa lebih lambat. Jika kemampuan motorik halus anak Anda belum mencapai seperti contoh pencapaian di atas, jangan terlalu khawatir. Agar lebih tenang, Anda dapat mendiskusikannya dengan dokter spesialis anak.

Cara mengasah kemampuan motorik halus anak

Tummy time bayi
Tummy time bisa menjadi salah cara melatih kemampuan motorik halus

Untuk mengasah kemampuan motorik halus anak, Anda dapat melakukan beberapa kegiatan berikut:

1. Tummy time

Memposisikan bayi dalam posisi tengkurap atau tummy time, dapat melatihnya bergerak dari satu sisi ke sisi lain. Hal ini akan memicu anak untuk menyingkirkan benda-benda yang menghalanginya bergerak.

2. Biarkan anak menggenggam makanannya sendiri

Membiarkan anak menggenggam makanannya sendiri akan membantu melatih kemampuannya memegang objek menggunakan ibu jari dan telunjuk.

3. Bermain dengan lilin mainan

Bermain dengan lilin adalah salah satu cara terbaik untuk melatih kekuatan tangan anak. Selain lilin, Anda juga bisa menggunakan bahan lain seperti busa atau adonan tepung. Pastikan bahan tersebut aman untuk anak.

4. Menggambar menggunakan jari

Menggambar menggunakan jari juga bisa melatih kemampuan motorik halus. Tidak selalu menggunakan cat atau tinta, menggambar juga bisa dilakukan dengan menggunakan puding atau bahkan krim.

gambar anak bermain puzzle
Bermain puzzle bisa melatih kemampuan motorik halus anak

5. Bermain dengan objek berukuran kecil

Bermain dengan lego, puzzle atau balok, bisa melatih kemampuan motorik halusnya. Namun, jangan tinggalkan anak sendiri saat bermain karena berisiko tersedak mainan.

6. Melakukan tugas menggunakan dua tangan

Salah satu contoh permainan ini adalah memanjangkan lilin berbentuk bulat untuk dijadikan ular dan memotongnya menggunakan pisau.

7. Belajar mengancing baju dan mengikat tali sepatu

Melatih anak untuk mengancing baju, mengikat tali sepatu, serta membuka dan menutup reseleting, sendiri, dapat membantu melatih kekuatan tangan dan ketangkasan.

8. Belajar menggantung suatu benda

Menggantung suatu benda, seperti gambar atau baju di dinding, dapat melatih kemampuan menggenggam menggunakan ibu jari dan telunjuk.

9. Mewarnai dan menggambar

Mewarnai menggunakan krayon, pensil warna, atau spidol, baik untuk melatih motorik halus anak. Warna maupun gambar yang diberikan tidak harus bagus, hanya coret-coretan pun sudah baik untuk latihan.

10. Membuat origami

Seni origami atau melipat kertas, juga dapat melatih kemampuan motorik halus anak. Selain dengan melipat, menggunting-gunting kertas juga dapat menjadi latihan sederhana yang baik untuk anak.

Melatih kemampuan motorik halus anak perlu dilakukan agar Si Kecil bisa mencapai potensi terbaiknya. Apabila Anda merasa ada masalah dalam perkembangan motorik anak, maka konsultasikanlah dengan dokter spesialis anak.

11. Mengenalkan anak dengan sikat gigi

Mengenalkan Anak dengan sikat gigi merupakan salah satu upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui gerakan. Anda dapat mengajarkannya untuk menggenggam gagang sikat gigi dengan baik dan gerakan seperti apa yang seharusnya dilakukan untuk menyikat keseluruhan gigi.

12. Mengenalkan sendok dan garpu

Saat makan, berikanlah anak Anda kesempatan untuk makan sendiri dengan sendok dan garpu. Anda bisa mulai dengan sendok dan garpu ukuran anak-anak yang berbahan dasar plastik, agar tidak melukai area mulut. Hal ini merupakan salah contoh kegiatan motorik halus anak usia dini yang bisa Anda ajarkan sehari-hari.

Child Development. https://childdevelopment.com.au/areas-of-concern/fine-motor-skills/
Diakses pada 23 Desember 2019

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-are-motor-skills-3107058
Diakses pada 23 Desember 2019

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-are-fine-motor-skills-2162037
Diakses pada 23 Desember 2019

Penfield Building Blocks. https://penfieldbuildingblocks.org/developmental-milestones/importance-fine-motor-skill-development/
Diakses pada 23 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/fine-motor-skills#developmental-delays
Diakses 10 Juni 2020

Artikel Terkait