Kondom yang benar membuat bercinta lebih nikmat
Ukuran kondom yang benar akan menambah kenikmatan bercinta

Ada sebagian besar pria yang enggan sekali menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Alasannya sensasi bercinta kurang nikmat karena tidak nyaman ketika menggunakan kondom. Apakah Anda salah satunya?

Bisa jadi rasa tidak nyaman yang Anda alami saat bercinta itu karena Anda salah memilih ukuran kondom yang tepat dengan penis Anda. Jika ukuran kondom sudah tepat, berhubungan intim pun tetap terasa nikmat.

Di samping itu, menggunakan kondom saat berhubungan akan melindungi Anda dan pasangan dari penyakit seksual menular dan mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Yuk, mulai sayangi diri Anda dan pasangan dengan memilih dan menggunakan ukuran kondom yang tepat. Mau tahu caranya seperti apa? Yuk, lanjut baca.

Tentukan ukuran kondom yang sesuai dengan ukuran penis

Kondom tidak hanya diproduksi dengan satu ukuran yang sama. Ukuran kondom tentunya perlu disesuaikan dengan ukuran penis agar Anda dapat merasa nyaman saat menggunakannya.

Pada dasarnya, ukuran kondom ditentukan dari panjang dan lebar penis saat sedang ereksi. Oleh karenanya, Anda perlu mengukur organ vital Anda saat sedang ereksi.

Anda bisa mengukur ukuran alat kelamin untuk menentukan ukuran kondom yang tepat menggunakan penggaris, seutas benang, ataupun dengan pita pengukur. Anda bisa mengukur organ intim Anda dengan langkah-langkah berikut ini:

  1. Ukur panjang penis dari bagian bawah penis yang menempel dengan tulang selangkangan sampai ke ujung penis.
  2. Gunakan seutas benang atau pita pengukur untuk mengukur lebar penis. Lilitkan benang atau pita pengukur pada bagian penis yang paling tebal dan tandai tempat di mana ujung benang bertemu dengan bagian benang lainnya.
  3. Umumnya, bagian penis yang paling tebal berada pada bagian tengah penis. Bila Anda menggunakan benang, ukur benang dengan penggaris untuk mengetahui lebar penis.

Memilih ukuran kondom yang tepat

Setelah Anda telah mengukur ukuran organ vital yang dimiliki, Anda bisa sudah bisa memilih ukuran kondom yang sesuai dengan ukuran penis yang telah diukur. Namun, perlu diketahui bahwa tiap merek kondom mungkin memiliki jenis ukuran kondom yang berbeda-beda.

Secara garis besar, Anda bisa menggunakan patokan kondom berikut ini:

  • Ukuran kondom kecil, memiliki panjang antara 177,8 sampai 198,12 milimeter dan lebar kurang dari 44,45 milimeter
  • Ukuran kondom standar, memiliki panjang antara 184,15 sampai 198,12 milimeter dan lebar antara 44,45 sampai 50,88 milimeter
  • Ukuran kondom besar, memiliki panjang antara 184,15 sampai 205,74 milimeter dan lebar lebih dari 50,88 milimeter

Saat memilih ukuran kondom, pastikan bahwa kondom menyediakan sedikit ruang atau cukup panjang untuk menampung air mani Anda.

Hal lain yang perlu diperhatikan selain ukuran kondom

Ukuran kondom sangatlah penting dalam pemilihan kondom, tetapi ada hal lain yang juga perlu dipertimbangkan saat akan membeli kondom. Anda perlu memilih tekstur dan bentuk kondom yang sesuai.

Selain itu, terdapat juga beberapa kondom yang menyediakan pelumas di dalam kondom untuk meningkatkan sensitivitas terhadap rangsangan dan menambah kenikmatan saat berhubungan seksual.

Selain ukuran kondom, tekstur, bentuk, dan ada tidaknya pelumas dalam kondom, Anda juga patut mempertimbangkan bahan kondom yang akan dipilih. Anda mungkin memerlukan beberapa kali percobaan untuk mengetahui bahan kondom mana yang sesuai untuk Anda.

Bahan kondom terdiri dari berbagai jenis dengan keunggulannya masing-masing. Bagi orang dengan kulit sensitif, bahan kondom merupakan hal penting kedua yang perlu dipikirkan setelah ukuran kondom. Berikut adalah beberapa bahan kondom yang bisa Anda temui di pasaran:

  • Polyurethane

Polyurethane merupakan bahan kondom yang berasal dari plastik dan biasanya lebih tipis dari lateks dan lebih mudah untuk menghantarkan panas. Kondom jenis ini juga efektif mencegah penularan HIV dan bakteri penyebab penyakit seksual.

Namun, kondom yang terbuat dari polyurethane lebih rapuh daripada kondom berbahan lateks karena lebih kurang fleksibel.

  • Polyisoprene

Polyisoprene serupa dengan lateks, namun lebih terasa halus dan alami daripada kondom yang dibuat dari lateks. Kondom jenis ini lebih tebal dari polyurethane, tetapi terkadang bisa menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang.

  • Lateks

Kondom yang berbahan dasar lateks lebih tipis dan fleksibel, serta efektif untuk mencegah virus, bakteri, dan sperma. Namun, kondom jenis ini tidak menghantarkan panas dengan baik dan karenanya bisa mengurangi sensasi saat berhubungan seksual.

Ketika Anda menggunakan kondom yang dibuat dari lateks, jangan menggunakannya dengan minyak atau pelumas yang berbahan dasar minyak karena minyak dapat melonggarkan kondom. Gunakan pelumas yang berbahan utama silikon atau air saat menggunakan kondom lateks.

  • Kulit domba

Meskipun disebut ‘kulit domba’, tetapi kondom ini tidak terbuat dari kulit domba. Kondom ini hanya mengandung bagian dari usus domba yang tipis, kuat, dan mudah menghantarkan panas.

Akan tetapi, kondom kulit domba mungkin tidak efektif untuk melindungi Anda dari penyakit menular seksual ataupun HIV.

Saat sudah mengetahui jenis dan ukuran kondom yang tepat, jangan lupa untuk selalu memasang kondom dengan benar. Bila Anda mengalami reaksi alergi setelah menggunakan kondom tertentu atau masih bingung dalam memilih ukuran kondom yang tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

 

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323707.php
Diakses pada 08 November 2019

Verywell Health. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323707.php
Diakses pada 08 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/sex/birth-control/condom-fit-size
Diakses pada 08 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed