Jangan Sampai Salah, Ini Cara Menggunakan Sunscreen dengan Tepat!

Beberapa kandungan dalam sunscreen memang berbahaya namun tetap lebih banyak manfaatnya
Kebanyakan orang belum mengetahui cara pakai sunscreen yang tepat dan hanya mengoleskannya di kulit begitu saja.

Tak perlu diperdebatkan lagi bahwa sunscreen merupakan cara paling efektif untuk melindungi kulit dari sinar UV dan ancaman kanker kulit, apalagi untuk orang-orang yang hidup di negara tropis di mana matahari ada sepanjang tahun. Namun ternyata hal ini membawa kita ke pertanyaan berikutnya: sudah tepatkah cara pakai sunscreen Anda?

Penelitian terbaru yang dirilis oleh Journal of the American Medical Association (JAMA) menyoroti kandungan dalam sunscreen yang bisa masuk dalam aliran darah.

Dari penelitian ini, batas aman dari Food and Drug Administration (FDA) kembali dipertanyakan. Apalagi, review terakhir tentang sunscreen sebagai perawatan yang aman ternyata sudah dirilis empat dekade silam, yaitu pada tahun 1970.

Apakah masih relevan dengan kondisi saat ini?

Adakah kandungan Sunscreen yang berbahaya?

Penelitian ini tidak serta-merta melarang penggunaan sunscreen. Masih jauh dari itu. Pada tahap ini, tim peneliti masih terus menginvestigasi kandungan sunscreen yang untuk diserap tubuh.

Tim peneliti dari FDA yang dipimpin Murali K. Matta, PhD melakukan survei terhadap 24 relawan yang semuanya dalam kondisi sehat.

Setiap dari mereka diminta menggunakan sunscreen dengan merek dan formulasi beragam. Jumlah sunscreen yang diaplikasikan sama: 2mg sunscreen setiap 1 cm2 ke 75% permukaan kulit.

Seluruh prosedur dilakukan di dalam ruangan tanpa paparan sinar matahari. Usia, jenis kulit, tipe sunscreen juga bukan fokus utama penelitian.

Uji coba dilakukan empat kali sehari selama empat hari. Setelah tujuh hari, sampel darah mereka diambil.

Hasilnya?

Pertama, ditemukan konsentrasi plasma yang tinggi dari avobenzone. Di level yang lebih rendah, ditemukan komposisi aktif dari oxybenzone, octorylene, dan ecamsule.

Selain itu, hasil uji coba juga menunjukkan di hari pertama setelah aplikasi sunscreen sebanyak empat kali, 23 dari 24 relawan terpapar komposisi lebih dari 0,5 ng/mL. Ini adalah batas Threshold of Toxicological Concern (TTC) dari FDA untuk risiko karsinogenik.

Apakah kandungannya terakumulasi?

Jawabannya iya. Dari waktu ke waktu, ada akumulasi ingredients di dalam tubuh.

Batas 0,5 ng/mL batasan dari FDA tadi terpenuhi dalam waktu singkat: enam jam sejak dioleskan pertama kali untuk avobenzone dan octocrylene dan dua jam sejak pengaplikasian oxybenzone.

Dari temuan ini, para peneliti meminta ada riset lebih jauh untuk menentukan dampaknya secara klinis. Fakta-fakta yang dipaparkan di atas bukan berarti penggunaan sunscreen harus dihentikan.

Memang, kandungan oxybenzone dituding sebagai substansi yang paling berbahaya jika terserap ke tubuh lewat kulit.

Meski demikian, dampak biologis dan penyerapannya masih diteliti lebih lanjut.

Penggunaan sunscreen tetap penting

Membaca temuan di atas, Anda tak perlu panik dan langsung menghindari sunscreen secara drastis. Regulasi dari FDA untuk sunscreen yang dijual bebas dibuat tahun 1970 dan perlu ada pembaharuan standar.

Meski demikian, penggunaan sunscreen tetap sangat penting. Ancaman utama bagi kulit adalah sinar radiasi ultraviolet.

Tipe kanker kulit yang paling mematikan, melanoma, sangat erat kaitannya dengan paparan ultraviolet pada berbagai kasus.

Untuk sementara, Anda tetap bisa menggunakan sunscreen dengan tenang. Pilih sunscreen dengan komposisi aman seperti zinc dan titanium dioxide.

Bagaimanapun, manfaat dari penggunaan sunscreen masih jauh lebih banyak dibandingkan dengan ‘ancaman’ yang menghantui.

Selagi FDA membenahi regulasi sunscreen yang dijual bebas, melindungi diri dari risiko kanker kulit tetap mutlak menjadi prioritas. Imbangi dengan sikap kritis terhadap substansi sunscreen yang digunakan.

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/how-sunscreen-chemicals-get-absorbed-into-your-skin#The-bottom-line
Diakses 13 Mei 2019

Medscape. https://www.medscape.com/viewarticle/912651
Diakses 13 Mei 2019

FDA. https://www.fda.gov/news-events/fda-voices-perspectives-fda-experts/shedding-new-light-sunscreen-absorption
Diakses 13 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed