Sudah Tahu Cara Mengonsumsi Green Coffee yang Benar?

Bagi Anda yang memiliki berat badan berlebih dan ingin menguranginya, tentu tertarik mencari cara yang efektif menurunkan berat badan. Nah, saat ini nama green coffee muncul di tengah masyarakat sebagai salah satu minuman yang bisa digunakan untuk menurunkan berat badan.

Mungkin Anda pernah mendengarnya atau bahkan sudah mulai mengonsumsinya. Tapi sudah tahukah Anda bagaimana cara mengonsumsi green coffee yang benar dan mendapatkan manfaatnya secara optimal? Jika, belum. Yuk, cari tahu di bawah ini.

Bagaimana cara mengonsumsi green coffee?

Sebenarnya, green coffee merupakan biji kopi biasa yang masih mentah dan tidak melalui proses pemanggangan. Tetapi rasanya sedikit berbeda dari kopi biasa. Kopi hijau terasa seperti ramuan herbal.

Jika Anda berniat mengonsumsi biji kopi satu ini, pilihlah biji atau ekstrak green coffee yang murni tanpa tambahan senyawa-senyawa kimia lainnya. Atau Anda bisa memilih biji atau ekstrak green coffee organik. Tujuannya, agar kopi semakin aman dikonsumsi.

Untuk soal cara mengonsumsi green coffee pun tidak jauh berbeda dengan mengonsumsi kopi pada umumnya. Hanya saja, Anda perlu tahu dosis yang tepat.

Sebenarnya, dosis yang akan dikonsumsi sangat bergantung dari kondisi fisik Anda, seperti berat badan, toleransi terhadap kafein, dan sebagainya.  Tetapi pada umumnya, cara mengonsumsi green coffee yang baik  adalah meminumnya dua kali sehari dengan takaran 800 miligram. Green coffee juga disarankan untuk dikonsumsi 30 menit sebelum makan.

Meski demikian, belum ada standar yang tetap mengenai dosis green coffee yang ideal untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, cara mengonsumsi green coffee berdasarkan dosisnya dapat didasarkan dari kandungan asam klorogenat di dalamnya.

Apabila kandungan asam klorogenat dalam green coffee berada di bawah 10 persen, maka Anda bisa mengonsumsi green coffee sebanyak 800-3000 miligram tiap harinya.

Jika kandungan asam klorogenat dalam green coffee lebih besar dari 20 persen, maka konsumsilah green coffee sebanyak 600-1500 miligram tiap harinya. Green coffee yang mengandung asam klorogenat lebih besar dari 50 persen lebih baik dikonsumsi sebanyak 200-600 miligram tiap harinya.

Bila ingin menerapkan cara mengonsumsi green coffee dengan kadar atau dosis yang sesuai dengan keinginan Anda, sebaiknya, konsultasikan dengan dokter mengenai takaran green coffee yang sesuai, terutama jika Anda memiliki toleransi terhadap kafein yang rendah atau memiliki kondisi medis tertentu.

Apakah green coffee efektif untuk menurunkan berat badan?

Green coffee sering direkomendasikan dan diiklankan sebagai salah satu minuman yang mampu membantu menurunkan berat badan. Akan tetapi, kebenaran bahwa green coffee efektif menurunkan berat badan masih menjadi bahan perdebatan.

Sampai saat ini, penelitian mengenai efek green coffee dalam menurunkan berat badan baru terbukti pada tikus dan riset pada manusia masih diperlukan. Cara yang efektif untuk menurunkan berat badan tentunya masih berpusat pada olahraga rutin dan menjaga pola makan.

Akan tetapi, tidak ada salahnya menerapkan cara mengonsumsi green coffee yang benar untuk menghindari efek samping dari green coffee.

Selain itu, kandungan asam klorogenat dalam green coffee juga berpotensi untuk menurunkan risiko Anda terkena penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan sebagainya.

Efek samping dari konsumsi green coffee

Menerapkan cara mengonsumsi green coffee yang benar diperlukan untuk mencegah Anda mengalami efek samping dari green coffee, khususnya jika Anda sensitif terhadap kafein atau memiliki kondisi medis tertentu.

Konsumsi kopi hijau secara berlebih mampu menimbulkan masalah pada tekanan darah, memicu kecemasan, meningkatkan risiko terkena gangguan pencernaan, dan sebagainya. Jika Anda memiliki keraguan selalu diskusikan dengan dokter sebelum meminumnya.

 

Dr. Axe. https://draxe.com/nutrition/green-coffee-bean/
Diakses pada 26 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/green-coffee#what-it-is
Diakses pada 26 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318611.php
Diakses pada 26 November 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27393090
Diakses pada 26 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed