Cara membuat beras kencur tidak sulit dan bisa dipraktikkan di rumah
Beras kencur dapat Anda buat sendiri di rumah

Beras kencur adalah salah satu jamu yang paling banyak peminatnya, terutama ibu yang baru saja melahirkan. Bagi Anda yang ingin mencoba jamu ini, tak ada salahnya mencoba cara membuat beras kencur sendiri mengingat bahannya mudah didapat, prosesnya pun mudah.

Jamu beras kencur adalah jamu tradisional Indonesia yang menggunakan bahan utama berupa beras dan kencur (Kaempferia galanga). Ciri khas dari jamu ini adalah aromanya yang kuat, serta sedikit rasa pedas dari kencur yang digunakan.

Jamu beras kencur mengandung antioksidan yang dapat menangkal datangnya berbagai penyakit kronis pada tubuh. Meski demikian, zat ini hanya dapat Anda rasakan jika dapat membuat beras kencur dengan cara yang tepat, mulai dari proses mencuci hingga merebus jamunya.

Cara membuat beras kencur

Tahukah Anda bahwa ada banyak cara membuat beras kencur agar ia menghasilkan khasiat yang baik bagi kesehatan? Selain merebus beras dicampur kencur, Anda juga dapat menambah tanaman herbal lain dalam jamu tradisional yang satu ini, misalnya jahe atau kunyit.

Berikut beberapa resep dan cara membuat beras kencur dengan menggunakan bahan-bahan tambahan tersebut.

1. Beras kencur dan jahe

Menambahkan jahe dalam resep jamu beras kencur buatan Anda akan menambahkan efek hangat pada jamu tersebut. Jamu beras kencur plus jahe ini pun sangat cocok dikonsumsi selagi hangat.

Bahan-bahan:

  • 200 gram beras putih
  • 6 ruas kencur
  • 2 ruas jahe
  • 600 ml air
  • 1 sdm asam jawa
  • 240 gram gula jawa
  • 50 gram gula pasir.

Cara membuat beras kencur

  • Rendam beras selama 3 jam atau semalaman
  • Sambil menunggu beras lunak, rebus air, kencur, jahe, asam jawa, gula jawa, dan gula pasir hingga mendidih
  • Setelah beras lunak, hancurkan beras menggunakan blender
  • Tuang beras yang sudah dihancurkan ke dalam rebusan jamu, aduk hingga rata
  • Tuang jamu beras kencur ke dalam botol atau gelas sambil disaring.

Jamu bisa disimpan dalam botol tertutup, kemudian masukkan dalam kulkas dan dihangatkan kembali saat ingin mengonsumsinya. Anda juga dapat menambahkan perasan jeruk nipis untuk menguatkan aromanya dan menambah rasa segar pada jamu tersebut.

2. Beras kencur dan kunyit

Menambahkan kunyit dalam resep jamu ini akan menguatkan aroma beras kencur itu sendiri. Secara fisik, jamu beras kencur yang mengandung kunyit juga akan terlihat lebih cerah karena berwarna kuning, bukan putih pucat.

Bahan-bahan:

  • 9 rimpang kencur
  • 3 rimpang kunyit
  • 50 gram beras
  • 800 ml air
  • Sejumput garam
  • 1 sdm asam jawa
  • 240 gram gula jawa
  • 50 gram gula pasir.

Cara membuat beras kencur

  • Rendam beras selama 1 jam atau semalaman
  • Kupas kulit luar kunyit dan kencur, kemudian cuci hingga bersih
  • Blender kunyit, kencur, dan beras hingga halus
  • Campur bahan-bahan jamu ke dalam panci berisi air, garam, asam jawa, gula jawa, dan gula pasir, kemudian rebus hingga mendidih dan tersisa 600 ml.

Jamu beras kencur paling enak disajikan ketika hangat. Anda juga bisa menyimpannya dalam botol tertutup, memasukkannya ke dalam lemari es, dan meminumnya dalam keadaan dingin.

Manfaat jamu beras kencur

Secara turun-temurun, jamu beras kencur dipercaya dapat mengobati masuk angin, mengobati nyeri, linu, hingga mengencangkan kulit. Beras kencur juga sering diminum untuk mengurangi rasa pegal dan mempercepat penyembuhan luka ringan, misalnya tergores dan terjatuh.

Jamu beras kencur juga kerap diberikan pada ibu menyusui atau pascamelahirkan karena dipercaya dapat menghilangkan bau amis daraf nifas, membuat rasa air susu ibu tidak hambar, dan bayi merasa hangat setelah meminum ASI. Pada anak-anak, kencur juga kerap diberikan untuk menambah nafsu makan.

Jurnal UGM. https://jurnal.ugm.ac.id/ifnp/article/view/29725/18775
Diakses pada 6 April 2020

Endeus TV. https://endeus.tv/resep/beras-kencur
Diakses pada 6 April 2020

Publikasi Ilmiah UMS. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/11309/p.167%20-%20173.pdf?sequence=1
Diakses pada 6 April 2020

Bio Farmaka IPB. http://biofarmaka.ipb.ac.id/biofarmaka/2014/33%20Manfaat%20Jamu%20Dan%20Kiat%20Melestarikan%20Jamu%20_%20Diary%20Of%20New%20Mom.pdf
Diakses pada 6 April 2020

Artikel Terkait