Sudah Makan tapi Masih Sering Lapar? Ini Penyebabnya

Sering lapar meskipun sudah makan dalam porsi yang besar bisa dikarenakan mengonsumsi karbohidrat terproses secara berlebih
Sudah makan dalam porsi besar tapi masih sering lapar? Salah satu penyebabnya bisa karena makan karbohidrat terproses dalam jumlah berlebih

Jam makan siang tiba. Kebetulan, perut Anda sudah keroncongan sejak tadi. Anda pun segera menyantap makan siang yang telah dipesan sebelumnya. Setelah makanan habis, perut Anda masih juga kelaparan sehingga Anda berniat memesan menu lain. Apakah ada yang salah dengan tubuh Anda?

Penyebab sering lapar meskipun sudah makan tidak harus dikarenakan suatu penyakit tertentu, tetapi dapat diakibatkan oleh gaya hidup yang dijalani. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa pemicu perut terasa lapar terus dapat diakibatkan oleh kondisi medis.

Apa saja penyebab sering lapar meskipun sudah makan?

Mulai dari gaya hidup yang tidak teratur sampai penanda adanya penyakit yang perlu diobati dapat menjadi penyebab rasa lapar terus-menerus. Berikut adalah beberapa penyebab sering lapar yang dapat dialami:

  • Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat yang terproses

Karbohidrat yang terproses umumnya tidak mengandung serat yang memadai yang dapat membuat tubuh cepat memproses makanan tersebut dan membuat Anda sering lapar meskipun sudah makan.

Selain itu, karbohidrat yang terproses juga dapat membuat penurunan tekanan darah yang dapat berdampak pada meningkatnya rasa lapar.

  • Tidak mengonsumsi air secukupnya

Terkadang rasa haus dapat disalahartikan sebagai rasa lapar. Bila Anda sering lapar sesudah makan, Anda dapat mencoba untuk meminum satu atau gelas air terlebih dahulu. Meminum air sebelum makan juga dapat membantu mengurangi nafsu makan sebelum mengonsumsi makanan.

  • Mengonsumsi obat tertentu

Bila Anda mengalami kondisi medis tertentu, maka obat yang dikonsumsi bisa jadi pelaku dari penyebab sering lapar sesudah makan yang dialami. Obat-obatan yang dapat memicu lapar terus adalah beberapa obat untuk mengatasi kondisi kejiwaan seperti antispsikotik dan antidepresan, penstabil suasana hati, selain itu obat kejang, kortikosteroid, dan obat diabetes, juga berpengaruh terhadap rasa lapar.

  • Mengonsumsi makanan dalam bentuk cairan

Bentuk dari makanan yang dikonsumsi juga mempengaruhi rasa lapar yang dimiliki. Makanan dalam bentuk cairan, seperti smoothie, kuah, dan sebagainya, akan lebih cepat membuat perut terasa lapar terus.

Hal ini karena makanan dalam bentuk cair akan lebih cepat dicerna dibanding makanan dalam bentuk padat.

  • Terlalu banyak berolahraga

Orang yang sangat aktif berolahraga, terutama orang-orang yang menjalani olahraga yang intens dengan durasi yang lama, akan membakar kalori yang banyak dan karenanya membutuhkan tambahan asupan kalori.

  • Kurang serat

Serat adalah salah satu komponen makanan yang memiliki waktu cerna yang lebih lambat dan karenanya memberikan efek mengenyangkan. Serat juga dapat memicu produksi hormon yang mengurangi nafsu makan dan mencegah lapar terus sesudah makan.

  • Kurang tidur

Kurang tidur tidak hanya bisa menurunkan daya tahan tubuh, tetapi juga dapat menyebabkan Anda sering lapar sesudah makan. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin yang memicu rasa lapar.

  • Tidak mengonsumsi protein yang cukup

Tubuh Anda memerlukan berbagai kandungan gizi, seperti protein. Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan protein yang cukup, Anda akan sering lapar meskipun sudah makan.

Protein berperan dalam menurunkan rasa lapar dengan meningkatkan produksi hormon yang memberikan sensasi kenyang dan menurunkan hormon yang memicu rasa lapar.

  • Diet yang terlalu rendah lemak

Lemak selalu dianggap dapat merusak diet, faktanya Anda tetap memerlukan lemak di dalam asupan makanan Anda, karena serupa dengan protein, lemak juga berperan dalam menimbulkan rasa kenyang.

Hal ini karena lemak lebih lambat dicerna oleh tubuh dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

  • Mengonsumsi alkohol secara berlebih

Alkohol tidak hanya memberikan efek mabuk, tetapi juga dapat membangkitkan selera makan yang memicu sering lapar. Sebaiknya batasi konsumsi alkohol agar tidak berlebih.

  • Makan terlalu cepat

Tidak hanya bentuk makanan, tetapi kecepatan saat mengonsumsi makanan berkontribusi dalam nafsu makan. Makan yang terlalu cepat dapat menurunkan kesadaran bahwa Anda sudah kenyang.

Sebaiknya, makanlah dengan kecepatan yang lebih lambat dengan cara menarik napas beberapa kali sebelum makan dan meletakkan alat makan seusai memasukkan makanan.

Kunyahlah makanan secara perlahan agar tubuh tubuh bisa memiliki waktu yang lebih panjang untuk mengeluarkan hormon yang memicu rasa kenyang.

  • Makan sambil melakukan hal lain

Bagi Anda yang sering makan sambil menonton, bermain game, ataupun bekerja, Anda perlu mengubah pola makan Anda. Sebuah studi menemukan  bahwa makan sambil melakukan hal lain dapat mencegah tubuh untuk menyadari bahwa Anda sudah kenyang yang pada akhirnya membuat Anda lapar terus meskipun sudah makan.

  • Terlalu stres

Stres dapat meningkatkan nafsu makan dan membuat Anda sering lapar meskipun sudah makan bukanlah rumor belaka. Kadar stres yang berlebih dapat meningkatkan hormon kortisol yang memicu rasa lapar. Cobalah untuk salurkan stres Anda dengan meditasi, yoga, dan sebagainya.

  • Konsumsi gula berlebih

Konsumsi gula yang berlebih, terutama jenis gula fruktosa dapat meningkatkan nafsu makan yang membuat Anda sering lapar. Konsumsi gula dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin yang membuat perut terasa lapar terus.

Tidak hanya gula biasa, pemanis buatan juga memiliki efek yang sama, karenanya, batasi konsumsi gula dan pemanis buatan per harinya.

  • Bosan

Jangan salah, rasa bosan dapat memicu sering lapar meskipun sudah makan. Terkadang rasa bosan bisa disangka sebagai rasa lapar. Riset menunjukkan bahwa rasa bosan dapat membuat seseorang ingin melakukan suatu aktivitas yang menyenangkan, seperti makan.

  • Konsumsi garam berlebih

Selain gula, konsumsi garam secara berlebih juga membuat Anda ingin terus makan. Sebaiknya, konsumsilah garam kurang dari enam gram per harinya atau kurang lebih satu sendok teh.

  • Kondisi medis tertentu

Pada kasus tertentu, sering lapar yang dialami meskipun sudah makan dapat menjadi sinyal adanya suatu kondisi medis tertentu. Kondisi medis yang dapat dialami bisa berupa diabetes, tekanan darah rendah, gangguan tiroid, menopause, kehamilan, sedang menyusui, dan sebagainya.

Catatan dari SehatQ

Jika Anda mengalami sering lapar meskipun sudah makan, beberapa pemicu dapat dikarenakan:

  • Konsumsi karbohidrat terproses yang berlebih
  • Konsumsi air yang tidak cukup
  • Konsumsi medikasi tertentu
  • Sering mengonsumsi makanan dalam bentuk cairan
  • Terlalu banyak berolahraga
  • Kurang serat
  • Kurang tidur
  • Tidak mengonsumsi protein yang cukup
  • Menerapkan diet yang rendah lemak
  • Konsumsi alkohol yang berlebih
  • Makan terlalu cepat
  • Makan sambil melakukan hal lain
  • Terlalu stres
  • Konsumsi gula berlebih
  • Rasa bosan
  • Konsumsi garam berlebih
  • Kondisi medis tertentu

Apabila rasa lapar terus yang dirasakan sesudah makan diiringi dengan keluhan medis lainnya, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/14-reasons-always-hungry#section6
Diakses pada 30 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324523.php
Diakses pada 30 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2849909/
Diakses pada 30 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3607652/
Diakses pada 30 September 2019

NHS. https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/salt-nutrition/
Diakses pada 30 September 2019

ScienceDirect. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0195666314005200
Diakses pada 30 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/diet/reasons-always-hungry#1
Diakses pada 30 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed