Sudah 14 Tahun, Betrand Peto, Anak Angkat Ruben Onsu Ikut Minum ASI

Meski sudah berusia 14 tahun, Betran Peto, anak angkat Ruben Onsu, masih ikut minum ASI perah Sarwendah
Betrand Peto, anak angkat Ruben Onsu ikut Minum ASI Sarwendah (sumber foto: Instagram @ruben_onsu)

Meski sudah berusia 14 tahun, Betrand Peto ternyata juga ikut rutin mengonsumsi ASI Sarwendah. Hal ini terungkap dari pengakuan Ruben Onsu yang menyebut anak angkatnya ini bisa minum ASI perah hingga dua sampai tiga kali sehari.

Ruben mengungkapkan, dirinya dan sang istri memberikan ASI untuk Betrand, sebab anak angkatnya ini tidak pernah merasakan ASI sewaktu kecil dan hanya diberi teh manis oleh ibu kandungnya.

Lalu, sebenarnya apakah manfaat ASI masih bisa dirasakan oleh anak berusia remaja?

Kata dokter soal Betrand Peto yang ikut minum ASI

Anak remaja minum ASI adalah hal yang tidak lumrah. Jadi, tidak heran ketika banyak orang yang kaget saat Ruben Onsu menyebut anak angkatnya, Betrand Peto ikut meminum ASI perah Sarwendah yang sebenarnya awalnya ditujukan untuk anak bungsu mereka, Thania Putri Onsu, yang masih berusia 5 bulan.

Menurut medical editor SehatQ, dr. Anandika Pawitri, ASI memang tidak diperuntukkan anak yang berusia lebih dari 2 tahun, apalagi remaja. “Kalau untuk bayi baru lahir hingga usia 2 tahun, ASI sudah pasti sangat bermanfaat. Tapi, kalau remaja yang minum, tidak ada manfaatnya, “ ungkapnya. Dr. Anandika pun menyebutkan, penelitian mengenai manfaat ASI untuk remaja, belum ada hingga sekarang.

Secara ideal, ASI memang perlu diberikan secara eksklusif hingga bayi berusia enam bulan. Setelah itu, ASI bisa dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun. Dr. Anandika menjelaskan, memang tidak ada larangan bagi orangtua untuk memberikan ASI bagi anak yang sudah berusia lebih dari 3 tahun. Namun, manfaatnya tidak sebesar jika diberikan sesuai anjuran.

Tidak hanya dari kandungannya, manfaat ASI juga diperoleh dari proses menyusui itu sendiri. Proses menyusui memang adalah momen yang memperat ikatan ibu dan anak.

Pada bayi, ibu bisa memberikan susu sambil menyanyikan lagu atau menimang anak. Adanya kontak kulit dan kontak mata antara ibu dan anak saat proses menyusui, menjadikan proses ini sebagai proses yang intim.

Namun, menurut dr. Anandika, perihal Betrand yang mengambil sendiri botol susunya dan meminum sendiri ASI perah dari Sarwendah, manfaat kedekatan ini agaknya akan sulit tercapai. Sebab, tidak ada proses dan kontak kedekatan yang terjadi saat proses menyusu.

Betrand Peto tidak minum ASI saat bayi, apa dampak yang bisa terjadi?

Ruben Onsu mengungkapkan, alasannya dan sang istri akhirnya memperbolehkan Betrand minum ASI adalah karena semasa kecil, anak angkatnya ini tidak pernah diberi ASI oleh ibu kandungnya. Sementara itu, ASI adalah asupan paling penting yang perlu diterima setiap anak.

Menurut dr. Anandika, ASI sangat penting diberikan, terutama untuk bayi yang berusia di bawah enam bulan. “ASI mengandung antibodi hidup yang bisa melindungi bayi dari berbagai penyakit,” ujarnya. Sehingga, jika anak tidak mendapatkan ASI, risiko penyakit infeksi jadi meningkat.

Anak yang tidak minum ASI, disebut dr. Anandika akan berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit. Misalnya penyakit ISPA di tahun pertama kehidupan anak, infeksi pencernaan, dan infeksi telinga.

Kemungkinan untuk alergi juga mengingkat, seperti terkena eksim atau asma. Saat dewasa, anak yang tidak minum ASI juga berrisiko mengalami obesitas dan diabetes.

Betrand Peto sering diberi teh manis saat bayi, apakah tidak bahaya?

Bukan ASI, tapi teh manis lah yang diterima Betrand semasa bayi. Hal ini yang membuat remaja berusia 14 tahun ini menjadi sedih saat melihat Sarwendah sedang menyusui anak bungsunya. Sebab, dirinya tidak pernah merasakan air susu langsung dari ibu kandungnya.

Tidak bisa dipungkiri, masih banyak masyarakat Indonesia yang menganggap teh manis adalah minuman yang sehat dan bisa diberikan pada bayi. Menurut dr. Anandika, meski aman untuk dewasa, nyatanya minuman yang satu ini tidak dianjurkan untuk bayi.

“Bayi usia 0-6 bulan yang sehat, tidak butuh asupan apapun selain ASI. Jadi, memberi teh manis pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan bisa mengurangi “jatah” ASI yang masuk ke tubuh dan tidak banyak gunanya. Semua yang dibutuhkan bayi itu sudah ada di dalam ASI,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Anandika menambahkan, di atas usia tersebut, sebenarnya bayi juga tidak membutuhkan kandungan yang ada di dalam teh manis. Ia menjelaskan, bayi tidak membutuhkan gula tambahan di dalam teh manis, karena gula bisa diperoleh dari makanan yang lebih bergizi dan bernutrisi lainnya.

Namun, pemberian teh manis bagi anak sesekali bukanlah masalah, selama anak memperoleh nutrisi dari makanan lain.

Menilik berita seputar Betrand Peto yang ikut minum ASI meski sudah berusia 14 tahun, memang membuat banyak orang tercengang. Namun, terlepas dari lazim atau tidaknya tindakan ini, yang jelas, dari sisi kesehatan tidak ada manfaat yang bisa didapatkan.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed