Struktur kulit manusia terdiri dari tiga lapisan
Ilustrasi struktur kulit manusia yang terdiri dari tiga lapisan

Kulit memainkan peran penting sebagai garda terdepan pelindung tubuh manusia. Untuk menjalankan tugasnya ini, terdapat tiga struktur kulit yang masing-masing memiliki karakter dan fungsinya sendiri-sendiri.

Kulit manusia yang sehat memiliki sifat lentur, tidak menyerap air, kedap udara, dan merupakan pembatas antara dunia luar dengan organ dalam pada tubuh manusia. Fungsi kulit yang paling utama adalah menjaga agar organ-organ ini tetap stabil, begitu pula dengan kondisi kesehatan Anda pada umumnya

Struktur kulit manusia

Dalam menjalankan fungsinya, kulit memiliki tiga struktur yang saling melengkapi, yakni epidermis, dermis, dan hipodermis atau lapisan subkutan. Apa saja fungsi ketiganya? Apa pula penyakit yang kerap menyerang ketiga lapisan kulit tersebut?

1. Epidermis

Epidermis merupakan struktur kulit terluar pada tubuh manusia. Fungsi utama epidermis adalah memproduksi sel baru, memberi warna kulit, dan melindungi tubuh dari zat berbahaya yang datang dari lingkungan luar.

Di lapisan kulit inilah terjadi penumpukan sel kulit mati yang akan membuat wajah Anda kusam jika tidak dibersihkan dengan rutin. Pasalnya, setiap hari manusia menghasilkan sekitar 500 juta sel kulit mati per hati yang mengakibatkan bagian terluar epidermis dipenuhi 25-30 lapis kulit mati.

Pada struktur kulit terluar ini, sel yang paling sering ditemukan adalah keratinosit, yakni melindungi tubuh dari bakteri, parasit, virus, hingga panas yang menyebabkan kulit kering. Di epidermis pula terdapat pigmen kulit yang disebut melanin yang juga berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.

Epidermis kemudian dibagi lagi menjadi lima sublapisan, yakni:

  • Stratum korneum
  • Stratum lucidum
  • Stratum granulosum
  • Stratum spinosum
  • Stratum germinativum.

Di bagian paling bawah epidermis terdapat lapisan tipis bernama membran dasar yang memisahkan antara area ini dengan dermis. Area ini disebut juga area dermo-epidermal.

2. Dermis

Struktur kulit yang kedua ini bertugas memproduksi keringat dan minyak. Bagian ini juga akan menghadirkan sensasi dan mengalirkan darah ke area kulit lainnya, serta menjadi tempat tumbuhnya rambut.

Dermis sebagain besar terdiri dari jaringan penghubung dan berfungsi melindungi tubuh dari tarikan berlebihan. Ketika dermis ditarik secara berlebihan, misalnya ketika hamil, lapisan ini bisa rusak yang ditandai dengan munculnya stretch marks pada kulit Anda.

Pada struktur lapisan ini juga terdapat folikel rambut, pembuluh darah, dan saluran limfe. Terdapat pula beberapa kelenjar, seperti keringat, sebasea (yang memproduksi sebum), dan minyak.

3. Lapisan subkutan atau hipodermis

Struktur kulit yang paling dalam ini bertugas menempelkan dermis ke tubuh, mengatur suhu tubuh, dan menyimpan lemak. Lapisan subkutan sering juga disebut sebagai hipodermis atau subkutis.

Di lapisan subkutan terdapat lemak, jaringan penghubung, dan elastin (protein yang membantu jaringan kembali ke bentuk semula setelah mengalami peregangan). Lemak pada lapisan ini bertugas sebagai pelindung tubuh dari kedinginan serta melumaskan tulang dan otot.

Penyakit yang berhubungan dengan struktur kulit

Ketika fungsi komponen dalam struktur kulit terganggu, Anda bisa mengalami beberapa masalah kesehatan, seperti:

  • Eksim: disebut juga dermatitis atopik, merupakan rasa gatal akibat sistem imun yang terlalu aktif.
  • Ketombe: munculnya sisik pada permukaan kulit kepala yang disebabkan oleh dermatitis seboroik, psoriasis, atau eksim.
  • Jerawat: masalah kulit yang bisa terjadi karena banyak hal, mulai dari produksi sebum berlebih hingga pori-pori tersumbat akibat penumpukan sel kulit mati.
  • Selulitis: peradangan pada struktur kulit dermis dan lapisan subkutaneus, biasanya karena infeksi sehingga mengakibatkan rasa gatal yang terasa nyeri, merah, dan teraba hangat.
  • Psoriasis: ini adalah kondisi peradangan kulit yang memiliki gejala ruam merah, kulit mudah terkelupas, bersisik, tebal, dan kering. Psoriasis juga dapat menyebabkan gatal dan nyeri, serta kerap muncul di kulit kepala, siku, lutut, dan punggung bawah. Penyebab utamanya adalah gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Herpes: infeksi virus HSV-1 atau HSV-2 yang menyebabkan munculnya lentingan periodik atau iritasi kulit di sekitar bibir atau area kemaluan.
  • Melanoma: jenis kanker kulit yang paling berbahaya dan biasanya disebabkan oleh kerusakan struktur kulit akibat terpapar sinar matahari.

Kecuali melanoma dan bentuk kanker kulit lainnya (karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa), penyakit kulit biasanya tidak mengancam nyawa. Namun, kondisi ini akan mengakibatkan ketidaknyamanan sehingga Anda dapat memeriksakan masalah tersebut pada dokter kulit yang kompeten.

Australian College of Dermatologist. https://www.dermcoll.edu.au/atoz/skin-structure-function/
Diakses pada 12 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320435
Diakses pada 12 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/picture-of-the-skin
Diakses pada 12 Maret 2020

Artikel Terkait