Kornea Mata: Struktur, Fungsi, dan Penyakit yang Berisiko Menyerang

Ada beberapa fungsi kornea mata, seperti memfokuskan cahaya dan melindungi mata dari benda asing
Kornea mata adalah lapisan luar yang melindungi mata

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, sebagian dari Anda mungkin sudah familiar dengan kornea mata. Bagian mata ini cukup sering disebut, karena fungsinya yang juga vital dalam penglihatan.

Mengenali kornea mata, serta fungsinya bagi penglihatan, tentu tak ada salahnya. Selain itu, pahami pula jenis-jenis penyakit dan gangguan, yang dapat menyerang bagian mata ini.

Fungsi kornea mata dan strukturnya

Kornea adalah lapisan luar yang melindungi mata. Lapisan ini, terletak di depan iris (selaput pelangi) serta pupil. Kornea mata berbentuk seperti kubah melingkar, atau layaknya sebuah bola.

Kornea mata memiliki beberapa fungsi untuk penglihatan normal. Fungsi kornea mata tersebut, yaitu:

  • Membelokkan dan memfokuskan cahaya yang masuk ke mata
  • Melindungi mata dari benda asing
  • Menyaring sinar ultraviolet yang masuk ke mata (tips: fungsi kornea mata ini bisa Anda bantu dengan menggunakan kacamata saat berada di luar)

Kornea mata memiliki lima lapisan. Lima lapisan tersebut memiliki fungsi masing-masing, yang tetap terintegrasi satu sama lain. Kelima lapisan kornea mata tersebut, dimulai dari yang paling depan, meliputi:

1. Epitelium kornea (epithelium)

Epitelium merupakan lapisan terluar kornea mata, yang mampu mencegah benda-benda asing masuk ke mata. Selain itu, epitelium kornea mata juga memberikan perlindungan yang optimal untuk lapisan air mata, agar tetap lembap dan sehat. Dengan demikian, penglihatan bisa berfungsi normal.

2. Lapisan Bowman

Lapisan tipis ini merupakan transisi antara epitelium kornea, dengan lapisan stroma di belakangnya. Selain itu, sifat lapisan bowman yang padat membantu mencegah goresan pada kornea, agar tak merusak bagian stroma di belakangnya.

3. Stroma kornea

Stroma kornea adalah lapisan yang paling tebal dari kornea mata. Stroma terususun atas jaringat ikat yang disebut fibril kolagen.

4. Membran descemet

Lapisan tipis ini memisahkan stroma dengan endotelium, atau lapisan terdalam kornea mata. Semakin bertambahnya usia, ketebalan membran descemet pun meningkat.

5. Endotelium kornea

Endotelium adalah lapisan paling dalam kornea mata. Bagian belakang endotelium bersentuhan langsung dengan cairan aqueous humor, yang mengisi ruang antara kornea dengan iris dan pupil. Cairan aqueous humor menyediakan nutrisi untuk mata, sekaligus menyeimbangkan tekanan di organ penglihatan tersebut.

Gangguan pada kornea mata

Seperti bagian tubuh lain, fungsi kornea mata juga dapat terganggu. Beberapa gangguan pada kornea tersebut, meliputi:

1. Keratitis

Keratitis adalah peradangan pada kornea mata. Peradangan ini, dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, maupun parasit. Sementara itu, penyebab non-infeksi dapat berupa cedera, penggunaan lensa kontak yang terlalu lama, hingga paparan sinar matahari berkepanjangan.

Penanganan keratitis akan bergantung pada penyebabnya. Jika diakibatkan oleh bakteri, pemberian antibiotik mungkin dilakukan. Begitu pula, jika jamur menjadi pemicu keratitis, antijamur akan diresepkan dokter. Apabila infeksi belum terjadi, eye patch dapat membantu memulihkan peradangan.

2. Ulkus kornea

Ulkus kornea adalah penyakit akibat luka terbuka pada kornea mata. Infeksi, trauma fisik, maupun trauma zat kimia, dapat memicu ulkuks kornea. Walau begitu, kebanyakan kasus ulkus kornea disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama bagi pemakai kontak lensa.

Mengobati mata yang sakit
Dokter bisa memberikan obat tetes, untuk menangani ulkus kornea

Penanganan ulkus kornea umumnya diawali dengan obat-obatan, termasuk obat tetes mata, oral, dan salep mata. Namun, pada tahap yang parah, pembedahan maupun transplantasi kornea diperlukan.

3. Herpes mata atau herpes okular

Seperti namanya, herpes ini terjadi pada mata, yang dapat menyebabkan peradangan pada kornea. Virus herpes simpleks 1 menjadi tipe virus herpes, yang memicu herpes okular.

Infeksi virus herpes ini dapat terjadi pada bagian epitelium, maupun stroma kornea mata. Selain pada kornea, herpes okular juga dapat menyerang pupil, iris, hingga retina. Oleh karena itu, penanganannya pun dapat bergantung pada bagian mata yang terinfeksi virus herpes.

Gejala herpes okular yang terjadi di permukaan mata, biasanya dapat diringankan dengan menggunakan tetes mata antivirus atau salep, serta tablet antivirus oral. Tindakan pembedahan dapat dilakukan, jika luka menimpa kornea, dan penanganan dengan obat tidak efektif.

4. Keratokonus

Keratokonus adalah perubahan bentuk pada kornea mata. Seperti yang Anda tahu, kornea memiliki bentuk seperti kubah, atau layaknya sebuah bola. Namun, kadang-kadang, kolagen di kornea tidak cukup kuat untuk menahan bentuk bundar ini, sehingga membuat kornea menonjol ke luar seperti kerucut.

Lemahnya kolagen tersebut disebabkan oleh molekul antioksidan yang terlalu sedikit di kornea. Kondisi ini merupakan gangguan genetik, dan berisiko “dibawa” ke keturunan penderitanya.

Pada kasus ringan dan sedang, kacamata dan lensa kontak dapat mengatasi keratonokus. Jika tidak membantu, dokter dapat merekomendasikan transplantasi kornea.

Bright Focus. https://www.brightfocus.org/glaucoma/infographic/aqueous-humor-flow-and-function
Diakses pada 29 Oktober 2019

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/ocular-herpes.htm
Diakses pada 29 Oktober 2019

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/resources/cornea.htm
Diakses pada 29 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/keratitis
Diakses pada 29 Oktober 2019

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/corneal_ulcer/article.htm
Diakses pada 29 Oktober 2019

Web MD. https://www.webmd.com/eye-health/cornea-conditions-symptoms-treatment
Diakses pada 29 Oktober 2019

Web MD. https://www.webmd.com/eye-health/eye-health-keratoconus
Diakses pada 29 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed