logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Lansia

Stroke pada Lansia, Kenali Penyebab, Gejala, dan Perawatannya

open-summary

Penyebab stroke pada pria maupun wanita lanjut usia adalah tersumbatnya aliran darah menuju otak. Padahal, darah membawa oksigen dan nutrisi yang diperlukan oleh otak agar dapat menjalankan fungsinya.


close-summary

3.39

(31)

21 Mei 2021

| Rhandy Verizarie

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

stroke pada lansia

Stroke pada lansia ditandai oleh sejumlah gejala, salah satunya mati rasa di beberapa bagian tubuh

Table of Content

  • Penyebab stroke pada lansia
  • Faktor risiko stroke pada lansia
  • Gejala stroke pada lansia
  • Kapan harus ke dokter?
  • Pengobatan stroke pada lansia
  • Perawatan stroke pada lansia
  • Catatan dari SehatQ

Stroke pada lansia adalah penyakit yang perlu diwaspadai. Pasalnya, stroke bisa berakibat fatal, termasuk kematian. 

Advertisement

Stroke sendiri merupakan kondisi ketika jaringan pada otak tidak berfungsi akibat tersumbatnya aliran darah yang membawa oksigen ke organ vital tersebut.

Medical University of South Carolina menyebutkan bahwa 75 persen kasus stroke terjadi pada lansia berusia 65 tahun ke atas. Sementara itu, risiko stroke meningkat 2 kali per dekadenya setelah seseorang menginjak usia 55 tahun. 

Artinya, stroke menjadi salah satu penyakit pada lansia yang rentan terjadi. Oleh sebab itu, melakukan tindakan pencegahan stroke sangat diperlukan agar risikonya dapat diminimalisir. 

Kenali lebih jauh tentang stroke pada lansia mulai dari penyebab, gejala, dan tips perawatannya berikut ini.

Penyebab stroke pada lansia

Stroke membuat otak cedera sehingga dapat menyebabkan kejang pada lansia
Penyebab stroke pada lansia adalah tersumbatnya aliran darah menuju otak

Penyebab stroke pada pria maupun wanita lanjut usia adalah tersumbatnya aliran darah menuju otak. Padahal, darah membawa oksigen dan nutrisi yang diperlukan oleh otak agar dapat menjalankan fungsinya.

Seperti stroke pada umumnya, terdapat 2 jenis stroke yang berpotensi dialami oleh para lansia, yaitu:

  • Stroke iskemik, yaitu jenis stroke yang disebabkan oleh adanya pembekuan darah atau penumpukan lemak, sehingga menyumbat pembuluh darah yang menuju ke otak. 
  • Stroke hemoragik, yaitu jenis stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak sehingga menghambat aliran darah. Biasanya hal ini dipengaruhi sejumlah faktor seperti tekanan darah tinggi, cedera kepala, overdosis obat antikoagulan, dan angiopati amiloid

Faktor risiko stroke pada lansia

Pada lansia, gejala dan tanda kejang yang akan muncul berbeda-beda
Ilustrasi stroke pada lansia

Terhambatnya aliran darah menuju otak hingga berujung stroke pada lansia dipicu oleh sejumlah faktor risiko, yaitu:

  • Usia. Seperti yang sudah disinggung di awal, seiring bertambahnya usia, maka risiko untuk mengalami stroke akan mengalami peningkatan. 
  • Jenis kelamin. Pria memiliki potensi mengalami stroke yang lebih tinggi ketimbang wanita.
  • Keturunan (genetik). Seseorang akan lebih berisiko mengalami stroke apabila memiliki orang tua atau anggota keluarga lainnya dengan riwayat penyakit yang sama.
  • Penyakit. Sejumlah jenis penyakit yang meningkatkan risiko stroke seperti hipertensi pada lansia, koagulopati, diabetes, penyakit jantung, dan sleep apnea.
  • Obat-obatan. Penggunaan obat-obatan seperti pengencer darah (antikoagulan) dan obat hormonal juga memicu terjadinya stroke.
  • Gaya hidup. Gaya hidup tidak sehat seperti kelebihan berat badan (obesitas), merokok, dan jarang berolahraga turut meningkatkan risiko stroke pada lansia.

Gejala stroke pada lansia

Gejala stroke pada lansia meliputi:

  • Mati rasa di area wajah, tangan, dan kaki
  • Kesulitan berbicara maupun memahami perkataan lawan bicara
  • Bentuk wajah jadi asimetris (salah satu sisi wajah seperti melorot)
  • Kesulitan berjalan
  • Salah satu sisi tubuh melemah
  • Gangguan penglihatan
  • Sakit kepala

Kapan harus ke dokter?

Segera kunjungi dokter apabila mengalami gejala-gejala yang mengarah pada stroke. Mengingat ini adalah penyakit berbahaya, penanganan medis harus dilakukan secepat mungkin sebelum bertambah parah dan menyebabkan komplikasi serius. 

Kebanyakan penderita stroke tidak bisa menangani serangan stroke seorang diri. Itu sebabnya, mintalah bantuan orang lain yang ada di sekitar untuk membawa ke rumah sakit. 

Atau, hubungi pihak rumah sakit maupun fasilitas kesehatan terdekat agar bisa dilakukan penjemputan. 

Baca Juga

  • Peran Posyandu Lansia dalam Menjaga Kualitas Hidup Orang Lanjut Usia
  • Penyebab Gangguan Pendengaran pada Lansia dan Cara Menanganinya
  • Mengenal Anoreksia Geriatri, Gangguan Makan yang Terjadi pada Lansia

Pengobatan stroke pada lansia

Sebagai langkah pertolongan pertama terhadap stroke pada lansia, dokter biasanya akan memberikan obat untuk menghentikan penggumpalan darah, yakni disebut activator plasminogen jaringan.

Obat berfungsi untuk meringankan gejala stroke yang dialami. Setelah gejala mereda, barulah dokter akan melakukan langkah-langkah penanganan selanjutnya sesuai dengan tingkat keparahan stroke yang diderita.

Pada beberapa kasus, dokter mungkin hanya akan memberikan resep obat-obatan, yaitu:

  • Obat pengencer darah
  • Obat penurun tekanan darah
  • Obat penurun tekanan di otak
  • Obat antikejang

Sementara jika stroke sudah tergolong parah, dokter mungkin juga akan melakukan tindakan operasi, seperti embolisasi endovaskular dan radiasi.

Perawatan stroke pada lansia

Setelah stroke berhasil diatasi, maka tahap selanjutnya adalah perawatan pasca stroke. Umumnya, pasien akan diminta untuk melakukan sejumlah hal selama dalam masa rehabilitasi, yaitu:

  • Terapi fisik
  • Terapi wicara
  • Terapi kognitif
  • Konseling
  • Menggunakan alat bantu (tongkat berjalan dan kursi roda)
  • Mengonsumsi makanan bergizi

Lansia juga akan diminta untuk melakukan medical checkup secara rutin sesuai arahan dari dokter yang menanganinya.

Catatan dari SehatQ

Stroke pada lansia adalah penyakit yang tidak boleh disepelekan. Segera minta pertolongan medis manakala mengalami gejala stroke.

Selain itu, lakukan langkah-langkah pencegahan stroke sejak dini, seperti rajin berolahraga, menjaga berat badan, tidak merokok, dan banyak makan makanan bergizi (buah, sayuran).

Jika punya pertanyaan lebih lanjut seputar stroke pada orang lanjut usia, Anda bisa menghubungi dokter melalui layanan live chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. 

Download sekarang juga di App Store dan Google Play

Advertisement

strokegangguan lansialansiakesehatan lansia

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved