Penyebab Sakit Kepala Berkepanjangan dan Cara Mengatasi dari Sisi Medis

Seorang perempuan dengan sakit kepala berkepanjangan
Sakit kepala berkepanjangan bisa terjadi hanya di satu sisi kepala saja

Sakit kepala sebentar saja pasti sudah bikin uring-uringan. Tentu tidak ada orang yang ingin mengalami sakit kepala berkepanjangan.

Jika sakit kepala terjadi sesekali saja, istirahat atau makan bergizi bisa jadi solusi. Namun jika sakit kepala terus terjadi bahkan selama 15 hari atau lebih, aktivitas bisa terganggu.

Ada banyak alasan mengapa seseorang bisa mengalami sakit kepala berkepanjangan, mulai dari masalah di bagian tubuh tertentu yang berdampak hingga ke kepala, stres, atau faktor lingkungan sekitar.

Jenis sakit kepala berkepanjangan

Mengulik lebih jauh lagi tentang sakit kepala berkepanjangan, ada beberapa jenis sakit kepala yang bisa terjadi, seperti:

1. Sakit kepala tegang

Jenis sakit kepala berkepanjangan yang paling umum adalah tension headache atau sakit kepala tegang.

Ciri-cirinya adalah bagian di sekitar kepala seperti leher atau pundak terasa tegang seperti diberi tekanan.

2. Migrain

Sakit kepala berkepanjangan bisa terjadi dalam bentuk migrain yang hanya muncl di salah satu sisi kepala.

Rasa nyeri ini terasa seperti ditusuk benda tajam.

3. Sakit kepala kluster

Jenis sakit kepala berkepanjangan ini umumnya bisa datang dan pergi selama sepekan atau sebulan. Sakit kepala kluster dapat menyebabkan rasa sakit di satu sisi kepala.

4. Hemicrania continua

Sakit kepala berkepanjangan ini serupa migrain. Namun, hanya terjadi di salah satu sisi kepala. Rasa sakit naik turun namun terjadi terus-menerus.

Penyebab sakit kepala berkepanjangan

Tentu jika sakit kepala terjadi terus menerus bahkan lebih dari 15 hari, ada yang salah dengan tubuh seseorang. Bergantung pada jenis sakit kepala yang dialami, gejala yang mungkin dirasakan selain sakit kepala adalah:

Hingga kini, penyebab terjadinya sakit kepala berkepanjangan bisa jadi bersumber dari banyak hal, bukan hanya pemicu tunggal. Beberapa penyebab sakit kepala berkepanjangan di antaranya:

  • Otot di kepala dan leher tegang sehingga ada tekanan dan rasa nyeri
  • Perubahan hormon secara drastis
  • Faktor genetik
  • Stres
  • Perubahan cuaca
  • Konsumsi kafein berlebih
  • Kualitas tidur buruk
  • Konsumsi obat tertentu secara berlebih

Mengatasi sakit kepala berkepanjangan

Sakit kepala yang terjadi singkat saja bisa terasa mengganggu, terlebih sakit kepala berkepanjangan. Penderitanya tentu ingin segera mengatasi sakit kepala ini agar dapat menjalani aktivitas dengan normal.

Cara terbaik untuk mengatasi sakit kepala berkepanjangan adalah dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dari pemeriksaan ini, dokter akan mencari tahu riwayat kesehatan Anda dan faktor apa yang mungkin menjadi pemicu.

Ketika dokter telah menentukan diagnosis, dari situlah bisa ditentukan cara mengatasi sakit kepala berkepanjangan yang sesuai. Beberapa cara yang umum diambil di antaranya:

  • Medikasi

Dokter biasanya akan memberikan obat untuk mengatasi sakit kepala berkepanjangan dari golongan antidepresan, beta-blockers, nonsteroidal anti-inflammatory drugs, obat anti-kejang, hingga injeksi Botox pada migrain yang berkepanjangan.

  • Terapi

Selain memberikan obat, ada juga beberapa terapi yang bisa dilakukan seperti terapi perilaku, stimulasi saraf, biofeedback, akupuntur, hingga terapi relaksasi seperti pijat. Olahraga atau meditasi seperti yoga juga bisa menjadi alternatif untuk meredakan sakit kepala berkepanjangan.

  • Mengubah gaya hidup

Apabila akar dari masalah sakit kepala berkepanjangan adalah gaya hidup, maka dokter akan menyarankan Anda untuk mengubah gaya hidup ke arah yang lebih sehat. Ada banyak perubahan yang bisa dilakukan, mulai dari kebiasaan sederhana hingga meninggalkan rokok dan alkohol.

Kapan harus khawatir?

Apabila sakit kepala berkepanjangan bisa mereda dengan langkah-langkah seperti di atas, sebetulnya tidak ada masalah.

Namun ada beberapa penderita sakit kepala berkepanjangan yang perlu khawatir, terutama apabila terjadi hal-hal berikut:

  • Terjadi saat berusia di atas 50 tahun
  • Sakit kepala hingga terbatuk-batuk
  • Rasa nyeri semakin tidak tertahankan
  • Perubahan perilaku atau fungsi mental
  • Sakit kepala hingga tidak bisa berbicara dengan jelas
  • Sakit kepala muncul hingga membangunkan seseorang dari tidur
  • Ada perubahan pola sakit kepala secara signifikan

Satu hal yang juga perlu digarisbawahi dari masalah sakit kepala berkepanjangan adalah cara mengatasinya. Jangan sembarangan minum obat sakit kepala untuk durasi yang lama tanpa instruksi dari dokter.

Hal ini justru dapat memicu terjadinya rebound headaches, yaitu sakit kepala yang terjadi karena konsumsi obat berlebihan.

Bagi penderita sakit kepala berkepanjangan, coba temukan terapi atau pengobatan yang paling tepat dengan berdiskusi bersama dokter.

Healthline. https://www.healthline.com/health/constant-headache#takeaway
Diakses 26 November 2019

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/pain/headache-when-to-worry-what-to-do
Diakses 26 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-daily-headaches/symptoms-causes/syc-20370891
Diakses 26 November 2019

Artikel Terkait