Strategi Agar Anak Tetap Bersosialisasi Meski Sekolah di Rumah


Ketakutan mengenai buruknya kemampuan sosial anak saat melakukan homeschooling adalah wajar. Namun hal itu bisa diatasi lewat membiarkan anak main di luar hingga mengikuti ekstra kulikuler.

(0)
07 Feb 2021|Azelia Trifiana
Mendaftarkan anak ke kegiatan ekstrakulikuler dapat membantunya bersosialisasiMendaftarkan anak ke kegiatan ekstrakulikuler dapat membantunya bersosialisasi
Anak homeschooling atau harus sekolah di rumah memang sah-sah saja. Namun pertanyaan besarnya, bagaimana perkembangan sosial anak apabila tidak main bersama teman-teman sebayanya? Jangan khawatir, si kecil masih bisa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau ikut aktivitas olahraga.Bahkan menariknya, ada studi yang menyebut anak yang sekolah di rumah tetap memiliki kemampuan sosialisasi positif. Tidak ada bukti yang menyebut anak homeschooling dan yang mengikuti sekolah konvensional memiliki perbedaan kemampuan sosialisasi yang signifikan.

Kekhawatiran yang tidak beralasan

Sejak dulu, konsep bersekolah adalah datang pagi-pagi ke gedung dan berinteraksi dengan puluhan hingga ratusan anak lainnya. Namun kini, konsep homeschooling dan pembelajaran jarak jauh sudah tidak asing lagi.Ada kekhawatiran bahwa anak-anak yang bersekolah bukan di institusi formal akan menghadapi hambatan dalam perkembangan sosialnya. Alasannya karena frekuensi berinteraksi dengan anak lain secara langsung berkurang drastis.Kabar baiknya, ada penelitian yang membantah kekhawatiran ini.Dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of School Choice, anak yang mengikuti homeschooling bukan hanya menunjukkan prestasi secara akademik. Mereka juga mudah beradaptasi dan bersosialisasi dengan baik.Penelitian yang digagas oleh Brian D. Ray itu menunjukkan bahwa 13 dari 15 studi seputar kemampuan sosial anak yang sekolah di rumah menunjukkan hasil positif dibandingkan dengan sekolah konvensional.Bahkan, studi dari profesor psikologi di Stetson University menunjukkan fakta menarik, bahwa anak-anak homeschooling punya kelebihan berupa:
  • Tidak rentan terseret perilaku berisiko seperti mengonsumsi alkohol
  • Hubungan dengan orangtua di rumah lebih dekat
  • Merasa puas dengan kehidupan yang dijalaninya
  • Emosi lebih stabil
  • Pikirannya terbuka dan tak segan mencoba hal baru
  • Siap menanggung tanggung jawab sosial dan paham etika

Cara agar anak kemampuan sosialisasi anak tetap terasah

Di luar beberapa manfaat dari homeschooling di atas, sah-sah saja jika orangtua ingin mengajak anak beraktivitas yang bisa mengasah kemampuan sosialisasinya. Beberapa cara yang dapat dilakukan seperti:

1. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler

Meski anak sekolah di rumah, bukan berarti tidak bisa berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, ada banyak kegiatan akhir pekan yang bisa dipilih sesuai dengan ketertarikan si kecil. Mulai dari kursus musik, olahraga, balet, apapun yang mereka sukai.

2. Ikut dalam klub olahraga

Apabila kemampuan motorik kasar anak begitu menonjol, coba daftarkan anak dalam klub olahraga. Ini adalah cara yang sangat baik untuk mewadahi interaksi sosial anak dengan teman-teman sebayanya.Tak hanya itu, bergabung dalam klub olahraga juga bisa melatih kemampuan motorik anak, mengajarkan empati, bersikap dalam kelompok, hingga mengelola emosi yang meluap-luap.

3. Bermain ke luar rumah

Jika belum ingin mendaftarkan anak pada kelompok atau klub yang perlu komitmen, sebenarnya bermain ke luar rumah saja sudah memberi peluang sosialisasi untuk anak Anda.Contohnya bisa dengan mengunjungi taman atau area terbuka lainnya. Jangan takjub ketika anak berinteraksi dengan teman sebayanya dan bisa dengan cepat membangun pertemanan dalam sekejap.

4. Kelompok homeschool

Anda juga bisa bergabung bersama kelompok orangtua lain yang juga menyekolahkan anak mereka dengan homeschooling. Buat janji untuk bermain bersama ke tempat seperti taman atau saling berkunjung bergantian ke rumah satu sama lain.Namun sebelumnya, cari tahu bagaimana kelompok homeschool yang Anda kenali. Ada kemungkinan muncul perbedaan prinsip atau pemahaman. Kenali aspek ini lebih jauh sebelum memutuskan untuk bergabung.

5. Menjadi relawan

Anak juga bisa mencoba bergabung menjadi relawan ketika usia mereka sudah cukup matang. Pilih jenis aktivitas yang mereka sukai sehingga mereka dengan senang hati akan mengikutinya, termasuk membangun empati dengan menolong orang lain.Ketika usianya sudah memenuhi syarat untuk bekerja, relawan ini bisa naik level menjadi kerja paruh waktu. Dengan demikian, anak akan belajar tentang tanggung jawab sejak dini.Peran orangtua sangatlah krusial ketika menyampaikan kepada anak tentang sosialisasi di luar aktivitas rutinnya sekolah di rumah. Pastikan anak tahu bahwa pilihan homeschooling ini membuat mereka berbeda dari teman-teman sebayanya yang mengikuti sekolah konvensional.Sampaikan juga bahwa sosialisasi bukanlah sekadar berapa banyak teman yang mereka miliki. Lebih luas dari itu, penting mengetahui bahwa kemampuan sosialisasi juga berakar pada rasa empati hingga bagaimana piawai menyelesaikan masalah ketika menghadapi kesulitan.Orangtua juga perlu punya argumen dan dasar kuat apabila memutuskan anak mengikuti homeschooling, bukan sekolah konvensional. Tidak ada benar dan salah dalam hal ini. Semuanya pilihan yang sama-sama berdasarkan pertimbangan terbaik untuk si kecil.Semakin mantap keyakinan orangtua menyekolahkan anak di rumah, mengatasi berbagai kesulitan yang muncul akan jauh lebih mudah.

Hal paling krusial adalah bertanya atau mendengarkan anak ketika mereka merasa kesepian. Tanyakan apakah mereka menikmati rutinitasnya hingga apa yang ingin mereka lakukan atau kurangi.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar homeschooling dan dampaknya terhadap kemampuan sosialisasi anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingibu dan anakgaya parenting
Responsible Homeschooling. https://responsiblehomeschooling.org/resources-for-homeschool-parents/mentors-peers-and-socialization/how-can-i-socialize-my-homeschooled-child/
Diakses pada 23 Januari 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/keeping-your-homeschooled-child-connected-socially-5075790
Diakses pada 23 Januari 2021
Taylor and Francis Online. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/15582159.2017.1395638
Diakses pada 23 Januari 2021
Homeschooling Mom. https://homeschooling.mom/blog/the-ultimate-guide-to-homeschooling-socialization
Diakses pada 23 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait