Stop Sebut "Orang Gila", Ini Gangguan pada ODGJ yang Sering Ditemui

Depresi, bipolar, dan skizofrenia menjadi beberapa gangguan mental yang paling sering ditemui pada ODGJ.
Stop memanggil mereka dengan sebutan "orang gila". ODGJ adalah panggilan yang lebih pantas dan manusiawi.

Orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ, adalah sebutan yang lebih pantas dan manusiawi, untuk mengkategorikan para pengidap gangguan kesehatan mental. Maka dari itu, sudah saatnya Anda berhenti menyebut mereka dengan panggilan "orang gila".

Gangguan kesehatan mental yang dialami ODGJ tentu saja beragam. Ada gangguan yang terjadi karena faktor genetik, ada juga yang diderita akibat faktor lingkungan.

Sebelum menilai ODGJ dengan stigma yang buruk, sebaiknya Anda ketahui beberapa gangguan kesehatan mental yang sering terjadi.

Gangguan kesehatan mental ODGJ yang umum ditemui

Jika dilihat dari skala global, badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) dalam sebuah publikasi berjudul “Depression and Other Common Mental Disorders” menyebutkan, ada 300 juta ODGJ di dunia. Jumlah itu setara dengan 4,4% dari seluruh penduduk di seluruh negara dunia.

Gangguan jiwa yang paling sering ditemui, masuk ke dalam dua kategori; gangguan depresi serta kecemasan. Kedua kategori gangguan kesehatan mental ini sangat lazim ditemui pada populasi dunia.

Dalam situsnya, WHO juga menjabarkan beberapa gangguan jiwa, yang umum dialami ODGJ.

1. Depresi

Depresi merupakan salah satu kondisi kesehatan mental yang paling banyak diidap oleh ODGJ. Sekitar 300 juta orang di dunia, mengalaminya. Dalam kasus ini, wanita lebih rentan terhadap gangguan kesehatan mental depresi, dibandingkan pria. Faktanya, depresi memang lebih banyak diidap kaum hawa.

Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang sangat umum. Para pengidapnya, akan merasakan suasana hati yang sedih, kehilangan minat dan perasaan senang, tidak percaya diri, sulit mendapatkan istirahat yang berkualitas, hingga mengalami penurunan dalam kemampuan berkonsentrasi.

Biasanya, depresi disebabkan oleh faktor genetik, lingkungan, dan situasi-situasi yang membawa perubahan besar dalam hidupnya, seperti didiagnosis penyakit mengerikan, melahirkan, pengalaman traumatik pada masa kecil, hingga menganggur.

Beberapa hal di bawah ini, dianggap efektif untuk mengobati depresi:

  • Berolahraga, tiga sampai lima kali per minggu. Setiap sesinya berlangsung selama 30 menit, untuk meningkatkan produksi endorfin, sehingga mampu memperbaiki suasana hati
  • Psikoterapi, atau berkonsultasi dengan terapis, bisa membantu pengidap depresi untuk mengatasi perasaan negatif dalam pikirannya
  • Perawatan dengan pemberian obat-obatan seperti antidepresan

Pengidap gangguan mental depresi, sebaiknya menghindari alkohol maupun penyalahgunaan narkoba. Sebab, kedua hal ini bisa memperburuk kondisi depresi.

2. Bipolar

Penyakit kesehatan mental bipolar, dialami oleh sekitar 60 juta orang di dunia. Para pengidapnya akan memasuki fase manik dan episode depresif.

Dalam fase manik, ODGJ akan merasa sangat bersemangat dan dapat melakukan apapun. Kepercayaan diri akan sangat meningkat, menyebabkan pengidapnya tidak bisa duduk diam.

Dalam fase depresi, ODGJ penderita bipolar akan memasuki fase depresi intens, gejalanya mulai dari munculnya rasa sedih, cemas, hilangnya energi, hingga putus asa.

Bipolar dapat diobati dengan tiga kelas pengobatan berbeda, yaitu obat penstabil suasana hati, obat andtidepresan, dan antipsikotik.

Dalam fase manic, para penderita bipolar juga harus diperhatikan. Sebab, dalam fase ini, mereka cenderung melakukan aktivitas yang sangat berisiko bagi kesehatan dan keamanannya.

3. Skizofrenia dan psikosis lainnya

Skizofrenia adalah gangguan mental yang sudah parah. Di dunia, sekitar 23 juta orang mengidapnya.
Para pengidapnya mengalami “distorsi” dalam pikiran, yang memengaruhi persepsi, emosi, bahasa, rasa dan perilaku. Tidak heran, mereka sering berhalusinasi (mendengar, melihat, atau merasakan hal-hal yang tidak ada) dan berdelusi.

ODGJ yang mengidap skizofrenia, berisiko mendapatkan stigma buruk dari masyarakat. Dalam kasus tertentu, para pengidap skizofrenia harus dirawat di rumah sakit, agar keamanan, kebersihan dan keselamatannya terjamin.

Dengan pengobatan jangka panjang yang tepat, serta dukungan dari lingkungan sekitar, pengidap skizofrenia dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.

Catatan dari SehatQ

Jika Anda melihat ODGJ di jalanan, bisa jadi mereka mengidap skizofrenia, atau beberapa gangguan kesehatan mental di atas. Mulai saat ini, ada baiknya Anda berhenti menyebut mereka dengan panggilan “orang gila”. Sebab, ODGJ adalah sebutan yang lebih pantas dan manusiawi, buat mereka.

Jika ada kerabat atau keluarga Anda yang mengidap gangguan mental, berikan dukungan dan rasa semangat untuk mereka. Selain pengobatan yang diberikan tim medis, dukungan psikis, sangatlah berarti bagi mereka.

World Health Organization (WHO). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders

Diakses pada 19 November 2019

 

Mental Health. https://www.mentalhealth.org.uk/a-to-z/d/depression

Diakses pada 19 November 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/depression#treatment

Diakses pada 19 November 2019

 

Web MD. https://www.webmd.com/bipolar-disorder/ss/slideshow-bipolar-disorder-overview

Diakses pada 19 November 2019

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/schizophrenia/diagnosis-treatment/drc-20354449

Diakses pada 19 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed