Stop Bullying! Ini 9 Cara Efektif untuk Cegah Perundungan

(0)
04 Mar 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Stop bullying! Orangtua harus bekerjasama dengan guru untuk cegah bullying di sekolah.Stop bullying sekarang juga! Orangtua harus berperan aktif dalam mencegah perundungan di lingkungan rumah atau sekolah.
Bullying atau perundungan bukanlah isu yang boleh disepelekan. Sebab, bullying dapat berdampak buruk prestasi akademis, kehidupan sosial, serta kesehatan fisik dan mental anak. Stop bullying sekarang juga dengan berbagai cara efektif berikut ini.

Stop bullying dengan berbagai cara mengatasi bullying ini

Bullying dapat dicegah jika anak, orangtua, dan pihak sekolah mau bekerjasama. Bagi orangtua, Anda dapat mengambil tindakan dan melakukan berbagai cara mengatasi bullying di bawah ini.

1. Berikan dukungan pada anak

Hal pertama yang harus orangtua lakukan untuk menghentikan bullying adalah berbicara dengan anak, terutama jika ia menjadi korban bullying. Cobalah untuk lebih peka terhadap perasaan anak dan tunjukan kepedulian Anda sebagai orangtua lewat kata-kata serta tindakan.Meski Anda mungkin belum bisa menyelesaikan masalah bullying yang dialami anak, penting bagi mereka untuk mengetahui bahwa orangtuanya selalu peduli dan mendukungnya dalam segala situasi.

2. Menjadi panutan yang baik

Bullying adalah perilaku yang dicontoh oleh anak dari orang lain. Biasanya, anak akan mengikuti perilaku bullying dari orang dewasa.Maka dari itu, Anda disarankan untuk selalu menjadi panutan yang baik sebagai cara mencegah bullying. Tunjukan sifat dan perilaku positif kepada anak sejak usia dini.

3. Membekali anak dengan pengetahuan tentang bullying

Stop bullying dapat berhasil jika anak, orangtua dan pihak sekolah bekerja bersama
Stop bullying dengan membekali anak mengenai bullying itu sendiri
Sampai saat ini, masih ada anak yang belum tahu bagaimana cara mengatasi bullying. Membekali anak dengan pengetahuan tentang bullying dapat menjadi cara efektif untuk mengatasi perundungan di lingkungan Anda.Orangtua atau guru disarankan untuk berbicara secara terbuka mengenai isu bullying. Selain itu, jangan lupa juga untuk memberi tahu anak cara-cara menghindari bullying, seperti memahami perilaku apa yang termasuk dalam perundungan sehingga mereka bisa menghindarinya.Tidak hanya anak-anak saja, para guru dan orangtua juga perlu dibekali dengan pengetahuan tentang bullying. Hal ini dapat membuat mereka tahu apa yang harus dilakukan jika ada peristiwa bullying yang terjadi di sekelilingnya.

4. Mendirikan komunitas stop bullying

Mendirikan komunitas stop bullying di lingkungan rumah atau sekolah dapat menjadi cara untuk mengatasi perundungan. Namun ingat, harus ada banyak pihak yang turut serta dalam komunitas ini, seperti:
  • Murid
  • Orangtua
  • Guru
  • Supir antar-jemput murid
  • Dokter di sekolah
  • Penjaga kantin.
Dengan begitu, usaha pencegahan Anda dalam memerangi bullying dapat lebih efektif karena banyak pihak yang membantu.

5. Ajari anak untuk melawan bullying

Menurut American Psychological Association (APA), orangtua juga perlu mengajari anak untuk melawan bullying jika ia dihadapkan dengan pelakunya. Melawan bukan berarti harus melakukan tindakan fisik, tapi bisa juga dalam bentuk mengacuhkan pelaku bullying.Tidak hanya itu, bantulah anak untuk berani mengadu pada teman atau guru jika ia menjadi korban bullying.

6. Biarkan anak melakukan hobinya

Menurut situs Stop Bullying, orangtua disarankan untuk membiarkan anak-anak melakukan hobinya yang positif.Hal ini dipercaya dapat membangun rasa percaya diri anak, membantunya mendapatkan teman baru, dan mencegah mereka menjadi pelaku atau korban bullying.

7. Ciptakan lingkungan penuh kasih sayang di rumah

Seperti yang sudah diketahui, anak-anak akan meniru perlakuan orangtuanya. Jika orangtua melakukan tindakan kekerasan di rumah, maka anak bisa menirunya di luar rumah.Maka dari itu, ciptakan lingkungan penuh kasih sayang di rumah supaya anak-anak dapat meniru perilaku positif saat ia sedang bersama teman-temannya.

8. Membantu pelaku bullying untuk menghentikan perilaku buruknya

Bantulah pelaku bullying untuk menghentikan perilaku buruknya
Jangan memandang pelaku bullying dengan sebelah mata, bantu mereka untuk memperbaiki diri
Jangan melulu fokus kepada korban bullying, pelaku bullying juga perlu dibantu untuk bisa berhenti melakukan perilaku buruknya. Cobalah untuk berbicara dengan pelaku bullying dan ajari mereka tentang empati dan kepercayaan.Ajari juga bahwa perilaku yang mereka lakukan termasuk dalam tindakan bullying yang bisa membahayakan orang lain.

9. Minta saksi mata untuk tidak takut melaporkan kasus bullying

Terkadang, saksi mata yang melihat kasus bullying di depan mata mereka, merasa takut atau tidak punya wewenang untuk mengadukan kasus bullying tersebut.Maka dari itu, pihak sekolah atau orangtua disarankan untuk mendorong orang-orang yang menyaksikan bullying untuk melaporkan kepada wali kelas.Ingat, jika Anda terus diam saat melihat tindakan bullying, perilaku buruk ini akan terus merajalela. Maka dari itu, jangan takut untuk melaporkan kasus bullying kepada pihak yang berwenang.

Catatan dari SehatQ

Stop bullying sekarang juga dengan berbagai cara di atas. Orangtua, anak-anak, dan pihak yang berwenang harus bekerjasama dalam mencegah dan mengatasi perilaku perundungan di lingkungannya agar tidak ada lagi korban yang dirugikan.Jika Anda punya pertanyaan seputar parenting, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
tips parentingbullyinganak sekolah
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-stop-bullying
Diakses pada 18 Februari 2021
APA. https://www.apa.org/topics/bullying/prevent
Diakses pada 18 Februari 2021
Stop Bullying. https://www.stopbullying.gov/prevention/how-to-prevent-bullying
Diakses pada 18 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait