logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Stimulus Otot Hingga Samarkan Rasa Nyeri, Ini Manfaat Prosedur Terapi Listrik

open-summary

Prosedur terapi listrik atau electrical stimulation (e-stim) banyak diaplikasikan kepada pasien stroke atau cedera yang tengah dalam masa penyembuhan. Tak hanya itu, jenis terapi fisik ini juga bermanfaat bagi pasien yang harus berhadapan dengan rasa nyeri seperti pada penyakit fibromyalgia.


close-summary

3.81

(16)

24 Jun 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Terapi listrik dapat digunakan untuk pasien stroke atau cedera

Terapi listrik memberikan stimulus berupa tegangan listrik kepada pasien stroke atau cedera

Table of Content

  • Mengenal prosedur terapi listrik
  • Jenis terapi listrik
  • Apa yang dirasakan saat terapi listrik?

Prosedur terapi listrik atau electrical stimulation (e-stim) banyak diaplikasikan kepada pasien stroke atau cedera yang tengah dalam masa penyembuhan. Tak hanya itu, jenis terapi fisik ini juga bermanfaat bagi pasien yang harus berhadapan dengan rasa nyeri seperti pada penyakit fibromyalgia.

Advertisement

Dalam terapi listrik atau electrical stimulation, ada gelombang elektrik ringan yang dialirkan lewat kulit sebagai media stimulus. Tujuannya adalah melakukan stimulasi otot yang cedera atau memanipulasi saraf agar rasa nyeri bisa tersamarkan.

Mengenal prosedur terapi listrik

Memang tidak semua pasien bisa menjalani prosedur terapi listrik, namun banyak juga pasien yang merasakan manfaat dari prosedur yang tidak terlalu sakit ini. Cara kerjanya adalah gelombang elektrik bertindak layaknya sinyal dari neuron atau sel dalam sistem saraf. Targetnya adalah saraf atau otot.

Terapi listrik untuk pemulihan otot yang cedera atau pascastroke bertujuan untuk membuatnya mengalami kontraksi. Dengan adanya kontraksi otot secara berulang, maka aliran darah akan menjadi lebih lancar sekaligus membuat proses penyembuhan semakin optimal.

Tak hanya itu, adanya stimulus kontraksi dan relaksasi terhadap otot ini juga melatih kekuatan otot. Dengan demikian, diharapkan otot bisa merespons lebih tanggap terhadap sinyal alami dari tubuh. Itulah mengapa terapi listrik sangat bermanfaat bagi pasien stroke yang harus mengenal kembali fungsi motorik dasar.

Di sisi lain, cara kerja terapi listrik untuk meredakan nyeri juga berbeda. Gelombang listrik yang dikirim menargetkan saraf, bukan otot. Dengan adanya stimulus ini, saraf yang memproses rasa sakit tidak akan menangkap sinyal apapun dari sistem saraf ke otak. Ini penting bagi pasien yang ingin mengurangi rasa nyeri akibat penyakit yang dideritanya.

Jenis terapi listrik

Ada dua jenis terapi listrik utama dengan target berbeda, yaitu saraf dan otot. Definisinya adalah:

  • TENS

TENS adalah singkatan dari transcutaneous electrical nerve stimulation yang digunakan untuk mengurangi rasa nyeri baik akut maupun kronis. Dalam prosedur ini, elektroda ditempatkan di kulit tidak jauh dari sumber rasa sakit. Kemudian, sinyal dikirim lewat serat saraf untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa nyeri sebelum diproses oleh otak.

  • EMS

Sementara EMS atau electrical muscle stimulation menggunakan gelombang yang sedikit lebih kuat ketimbang TENS agar bisa memancing otot mengalami kontraksi. Elektroda unit ini juga ditempatkan di kulit tidak jauh dari otot yang menjadi target. Ketika diaplikasikan, akan muncul kontraksi dengan ritme teratur yang bisa meningkatkan kekuatan otot.

Baca Juga

  • Oversharing, Perilaku yang Wajib Dihindari di Media Sosial
  • 9 Tips Hidup Sehat di Kantor supaya Tetap Bugar dan Bebas dari Stres
  • Benarkah Kayu Manis dan Madu Menyehatkan? Ini Faktanya

Selain kedua jenis terapi listrik di atas, ada beberapa opsi terapi listrik lain yang bisa disesuaikan dengan kondisi setiap orang, yaitu:

  • ESTR (electrical stimulation for tissue repair) untuk meredakan pembengkakan, melancarkan aliran darah, dan mempercepat penyembuhan luka
  • IFC (interferential current) akan memberikan stimulasi pada saraf agar rasa nyeri berkurang
  • NMES (neuromuscular electrical stimulation) memberikan stimulasi kepada saraf di otot agar fungsi dan kekuatannya kembali normal sekaligus mengurangi spasme otot
  • FES (functional electrical stimulation) yaitu prosedur implan sebuah unit di dalam tubuh sehingga otot mendapatkan stimulasi dalam jangka panjang dan bisa menjalankan fungsi motoriknya
  • SCS (spinal cord stimulation) menggunakan alat yang diimplan untuk meredakan rasa nyeri
  • Iontophoresis berupa pengobatan dengan tenaga ion yang membantu jaringan agar proses penyembuhannya menjadi lebih cepat

Sebelum menjalani prosedur terapi listrik apapun, harus atas supervisi dan diagnosis pasti dari dokter. Utamanya jika ada terapi listrik yang masuk dalam program penyembuhan selama di rumah, ada instruksi pengoperasian alat yang harus diikuti dengan tepat.

Apa yang dirasakan saat terapi listrik?

Banyak orang memilih prosedur terapi listrik karena tidak menimbulkan rasa sakit dan targetnya benar-benar tercapai. Elektroda akan ditempatkan di kulit tidak jauh dari lokasi rasa sakit, baik itu otot maupun saraf. Pasien akan merasakan sensasi gatal ketika gelombang elektrik dikirimkan.

Efek samping yang paling umum terjadi adalah muncul iritasi di area kulit yang ditempeli elektroda. Selain itu, ada juga efek samping lebih serius terhadap jantung, itu sebabnya tidak boleh digunakan oleh orang yang memakai alat pacu jantung.

Bergantung pada jenis terapi listrik yang diberikan, pasien juga akan merasakan kontraksi otot secara berulang. Umumnya, satu kali prosedur terapi listrik akan berlangsung selama 5-15 menit bergantung pada kondisi fisik masing-masing.

Lebih jauh lagi, terapi listrik menjadi pilihan pengobatan untuk berbagai penyakit seperti:

  • Nyeri tulang belakang
  • Kesulitan menelan (dysphagia)
  • Nyeri sekujur tubuh (fibromyalgia)
  • Nyeri sendi
  • Arthritis
  • Cedera otot akibat penyakit atau trauma
  • Inflamasi saraf
  • Inkontinensia urine
  • Stimulus otot (terutama untuk atlet)
  • Stroke
  • Cedera sumsum tulang belakang
  • Penyembuhan setelah operasi

Para peneliti juga terus mengembangkan studi untuk mengetahui apakah terapi listrik bisa membantu penderita multiple sclerosis agar bisa kembali berjalan.

Selain terapi listrik, jenis terapi lain yang lebih sederhana bisa dengan berolahraga menggunakan berat badan sendiri, weights, atau resistance bands. Memberikan kompres es batu atau kompres hangat, stretching, hingga pijatan juga bisa efektif pada kondisi fisik tertentu pasien.

Advertisement

hidup sehatpola hidup sehat

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved