Bayi Merangkak Mulai Usia Berapa? Begini Cara Melatihnya yang Aman Agar Tepat Waktu


Bayi merangkak pada usia 8-10 bulan dengan gayanya sendiri. Anda dapat menstimulasinya dengan melakukan tummy time, memancingnya dengan mainan, hingga membiasakan buah hati bermain di atas lantai

(0)
21 May 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bayi merangkak dapat dibantu lewat stimulasi orang tuaBayi merangkak umumnya bertumpu pada kedua telapak tangan dan lututnya
Bayi merangkak adalah salah satu perkembangan bayi yang kerap ditunggu oleh para orang tua. Dalam hal ini, perkembangan motorik bayi lah yang terlihat. Terlebih, kesehatan bayi pun bisa dilihat dari sini.Nah, sebelum Anda mencoba berbagai cara untuk menstimulasi Si Kecil agar cepat bisa merangkak, ada baiknya Anda mengetahui kapan dan bagaimana gaya merangkak yang mungkin akan terjadi pada buah hati Anda.Merangkak adalah cara pertama Si Kecil dapat berpindah tempat secara mandiri. Biasanya, bayi akan merangkak dengan terlebih dahulu menegakkan serta menyimbangkan tangan dan lutut.Setelah itu, Si Kecil akan berusaha mendorong bokongnya hingga lutut bergerak maju. Selain melatih kemampuannya merangkak, gerakan ini akan melatih saraf motorik kasar bayi sehingga ia siap untuk berjalan di kemudian hari.

Umur berapa bayi bisa merangkak?

Bayi merangkak dimulai pada usia 8-10 bulan
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut, bayi belajar merangkak memasuki usia 8-10 bulan. Meski demikian, usia bayi merangkak ada juga yang sudah memperlihatkan tanda-tanda bisa merangkak sejak umur 6-7 bulan bayi.Salah satu tanda bayi Anda siap untuk merangkak adalah saat ia bisa mengangkat dan menyeimbangkan tubuhnya sendiri. Ia juga akan mahir melakukan push-up kecil dengan menggoyangkan tubuhnya ke depan-belakang, tetapi tetap berada di tempat.Meskipun demikian, Anda tidak perlu panik jika bayi belum bisa merangkak sebagai fase tumbuh kembangnya. Kadang kala, bayi memang melewati fase ini dan langsung belajar untuk berdiri, merambat, kemudian berjalan.Menurut IDAI, bayi yang tidak merangkak tetap dikategorikan normal selama ia mengalami kemajuan saat menggunakan anggota tubuh untuk bergerak. Anda bisa memeriksakannya ke dokter bila buah hati Anda tidak menunjukkan minat untuk bergerak atau bergerak hanya mengandalkan satu sisi tubuhnya saja.

Tipe bayi merangkak

Bayi merangkak terkadang menggunakan perut
Mayoritas bayi saat merangkak menggunakan gaya klasik atau disebut juga cross crawl. Gaya ini ditandai dengan gerakan yang bertumpu pada tangan dan kakinya, terutama telapak tangan dan lutut.Lalu, keduanya digerakkan secara bergantian (tangan kanan maju bersamaan dengan lutut kiri, dan sebaliknya).Meskipun demikian, kadang kala, bayi merangkak dengan gaya yang tidak biasa, seperti:
  • Gaya beruang, yakni gerakan yang mirip dengan gaya klasik, hanya saja lutut bayi tidak menjejak tanah karena diangkat tinggi-tinggi saat merangkak sehingga terlihat seperti beruang yang sedang berjalan.
  • Gaya perut, dikenal juga dengan istilah ngesot karena bayi merangkak dengan menyeret bagian perutnya.
  • Gaya bokong, yakni ketika bayi merangkak dengan menyeret bokongnya dengan mengandalkan kekuatan tangan.
  • Gaya kepiting, terjadi saat bayi justru merangkak ke samping atau bahkan ke belakang, bukan ke depan.
  • Berguling, gaya bayi berpindah posisi dengan cara berguling sehingga tidak terlihat seperti merangkak.
Inti yang harus ditekankan adalah macam-macam merangkak yang tidak biasa bukanlah tanda-tanda kelainan.

Bagaimana cara melatih bayi merangkak?

Bayi akan bisa merangkak ketika waktunya sudah tiba. Namun, tidak ada salahnya bila Anda memberikan stimulasi untuk melatih memperkuat otot-otot tubuhnya agar siap untuk merangkak dan berpindah tempat secara mandiri, misalnya:

1. Tummy time

Cara melatih bayi merangkak dengan tummy time
Berikan waktu yang cukup bagi bayi untuk tengkurap (tummy time) ketika ia tengah terjaga, walaupun hanya 3-5  menit dalam sehari.Kapan sudah boleh tummy time? sebenarnya sudah boleh sejak bayi newborn namun apabila Anda tidak memiliki kemampuan untuk memposisikan bayi tengkurap sebaiknya dilakukan ketika usia 1-2 bulan ketika leher bayi cukup kuat. Disarankan Anda berkonsultasi dahulu ke dokter bagaimana melakukan tummy time agar tidak mencederai Si Kecil.Ketika tengkurap, bayi akan berusaha mengangkat kepalanya sehingga otot leher dan punggungnya terlatih agar lebih kuat. Kedua otot ini sangat dibutuhkan saat merangkak.Meskipun demikian, tidak semua bayi senang ketika harus tengkurap, apalagi bila Anda melakukannya untuk pertama kali. Hentikan kegiatan ini ketika bayi merasa tidak nyaman dan ulangi kembali di lain waktu.

2. Perbanyak waktu bermain di lantai

Bayi merangkak harus terbiasa bermain di lantai sebelumnya
Bayi yang lebih banyak bermain di lantai biasanya lebih cepat untuk merangkak. Pasalnya, ia akan terangsang untuk lekas mengeksplorasi lingkungan dan merangsangnya untuk bergerak dibanding jika Anda sering meletakkannya di ayunan, baby walker, atau kursi bayi. Pastikan lantainya diberikan alas yang tidak terlalu tebal namun tidak pula terlalu tipis. 

3. Berikan mainan atau cermin

Gunakan mainan untuk stimulasi bayi merangkak
Anda juga dapat merangsang bayi agar merangkak dengan meletakkan mainan favoritnya sedikit di luar jangkauannya agar ia berusaha meraihnya. Trik lainnya adalah menggunakan cermin yang diletakkan di depannya sehingga bayi juga berusaha untuk menjangkau “kembarannya” tersebut.

4. Berikan suara lucu atau lagu anak

Suara lucu atau nyanyian agar bayi merangkak dengan riang
Hal ini berguna untuk memancing bayi supaya merangkak lebih aktif. Terlebih, saat merangkak, bayi aktif menggunakan mulutnya untuk mengeksplor apapun.Suara lucu atau suara dari lagu anak membantu membuat bayi mengasah kemampuan pendengarannya. Oleh karena itu, hal ini mampu menyeimbangkan kegiatan dari mulut, kaki, serta tangan.Ketika bayi mencoba merangkak, Anda harus memastikan keamanan area eksplorasinya. Singkirkan benda-benda berbahaya, seperti benda yang runcing, beracun, bahkan berukuran kecil yang kemungkinan besar bisa tertelan dan menimbulkan bahaya bagi Si Kecil.

Manfaat bayi merangkak

Bayi merangkak mampu asah kemampuan motorik halus
Merangkak merupakan aktivitas yang penting untuk bayi. Dalam hal ini, manfaat yang didapat dari cara melatih bayi merangkak adalah terlatihnya otot bayi.Menurut penelitian yang terbit pada jurnal Child Development Perspectives, merangkak penting untuk melatih motorik bayi secara mandiri. Dalam hal ini, jika orang tua melatih merangkak, mereka akan mampu menjelajah permukaan dan tempat baru. Selain itu, mereka juga belajar untuk mengatur posisi dan jarak antara dirinya dengan objek, penghalang, maupun orang lain.Tidak hanya itu, inilah yang bisa didapat dari cara melatih bayi merangkak:
  • Melatih kemampuan motorik kasar, merangkak melibatkan banyak aktivitas otot tubuh, seperti lengan, betis, dan leher. Hal ini berguna untuk mempersiapkan bayi untuk melakukan aktivitas dengan motorik kasar, seperti berjalan dan berlari.
  • Melatih kemampuan motorik halus, saat merangkak, otot-otot pada telapak bayi maupun jari-jarinya harus kuat untuk membantu menopang tubuhnya. Jika terasah dengan baik, kemampuan motorik halus ini akan membantu buah hati melakukan berbagai hal dengan tangannya, seperti mengancing baju, menulis, atau menggenggam benda lebih erat.
  • Koordinasi tubuh dan mata, ketika merangkak, agar bayi mampu memperkirakan dirinya dengan permukaan serta lingkungan di sekitarnya, bayi harus senantiasa aktif menggunakan mata dan ototnya. Hal ini berguna agar ia mampu melakukan aktivitas dengan lebih akurat saat beranjak besar, seperti berolahraga.
  • Meningkatkan keseimbangan, agar bayi merangkak dengan lancar, tentu bayi harus menjaga keseimbangan tubuhnya. Hal ini pun akan diterapkan terus-menerus dalam seumur hidup bayi, mulai dari berdiri, berjalan, hingga berlari di masa depannya.

Catatan dari SehatQ

Bayi merangkak adalah salah satu tahapan pertanda bayi mengalami perkembangan motorik yang pesat. Meski demikian, ini bukanlah patokan utama yang menjadi indikator kesehatan bayi. Dalam hal ini, selagi buah hati masih memperlihatkan otot tubuhnya bergerak keseluruhan, orang tua pun tidak perlu khawatir.Namun, perlu diingat, jika Anda melihat bayi hanya aktif menggunakan satu sisi tubuhnya saja, konsultasi lebih lanjut ke dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
perkembangan bayitumbuh kembang bayibayimerawat bayi
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_baby-milestone-crawling_6501.bc
Diakses pada 7 Mei 2020
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/kemampuan-motor-bayi-terkait-dengan-keterampilan-kemampuan-makan
Diakses pada 7 Mei 2020
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/menjelajah-sebelum-berjalan
Diakses pada 7 Mei 2020
Parents. https://www.parents.com/baby/development/crawling/when-do-babies-crawl/
Diakses pada 7 Mei 2020
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Crawling-Styles.aspx
Diakses pada 7 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/teaching-baby-to-crawl
Diakses pada 7 Mei 2020
Child Development Perspectives. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4357016/
Diakses pada 19 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait