logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Fakta Terkait Stigma Gangguan Jiwa yang Berkembang di Masyarakat

open-summary

Stigma gangguan jiwa yang berkembang di masyarakat seringkali membuat penderitanya menerima perlakuan diskriminatif. Padahal, tidak semua stigma terkait gangguan mental tersebut benar adanya.


close-summary

3.33

(3)

22 Jul 2021

| Bayu Galih Permana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Gangguan mental disebabkan oleh banyak faktor, misalnya latar belakang keluarga

Penderita gangguan mental tidak selalu berbahaya, bahkan mereka rentan menjadi korban kekerasan.

Table of Content

  • Stigma gangguan jiwa yang sering berkembang di masyarakat
  • Cara menangani penderita gangguan jiwa dengan tepat

Stigma gangguan jiwa yang ada di masyarakat seringkali membuat penderitanya menerima perlakuan diskriminasi dari masyarakat. Hal tersebut yang kemudian membuat penderita gangguan mental seringkali tidak memperoleh penanganan seperti seharusnya.

Advertisement

Sebagai contoh, ketika tahu ada orang yang menderita gangguan mental, penderitanya malah dibawa ke dukun karena dianggap kerasukan oleh makhluk halus. Bahkan, beberapa penderita gangguan jiwa malah dipasung karena ditakutkan dapat melukai orang lain. Tindak penanganan tersebut tentu sangat salah dan berpotensi memperparah kondisi mereka.

Lantas, stigma gangguan mental apa saja yang selama ini berkembang di masyarakat? Lalu, apakah stigma yang melekat pada penderita gangguan jiwa tersebut memang benar adanya? Simak penjelasannya di bawah ini.

Stigma gangguan jiwa yang sering berkembang di masyarakat

Banyak stigma terkait penderita gangguan mental yang selama ini berkembang di masyarakat. Stigma-stigma itulah yang kemudian membuat penderita gangguan jiwa mendapat cap negatif dari masyarakat. Padahal, tidak semua stigma tersebut benar. 

Berikut ini beberapa stigma gangguan jiwa yang sering muncul dan faktanya:

1. Penderita gangguan mental berbahaya

Kita seringkali melihat orang dengan gangguan jiwa yang melakukan tindakan berbahaya. Hal tersebut yang kemudian membuat semua penderita gangguan mental menerima cap negatif dari masyarakat.

Padahal, tidak semua orang-orang yang mengalami gangguan mental berperilaku agresif dan berbahaya. Bahkan penderita gangguan mental lebih rentan menjadi korban kekerasan.

2. Penderita gangguan mental tidak dapat beraktivitas normal

Salah satu stigma gangguan jiwa adalah penderitanya dianggap tidak bisa beraktivitas normal
Penderita gangguan mental dianggap tidak dapat beraktivitas normal

Penderita gangguan mental tetap dapat beraktivitas secara normal jika memperoleh penanganan yang tepat. Orang-orang dengan gangguan mental tetap bisa produktif, sama atau bahkan lebih dari mereka yang sehat.

3. Penderita gangguan mental tidak dapat mengatasi stres

Banyak orang berpikir bahwa penderita gangguan mental tidak dapat menangani stres mereka sendiri. Padahal, penderitanya mungkin saja punya cara-cara menangani stres yang lebih baik daripada orang yang tidak memiliki gangguan mental. Beberapa dari mereka umumnya belajar menangani stres dengan cara yang benar agar kondisinya tidak semakin parah.

4. Gangguan mental disebabkan oleh kepribadian yang buruk

Beberapa orang masih sering menganggap bahwa gangguan mental disebabkan kepribadian yang buruk seperti malas. Padahal sebenarnya, gangguan mental dipicu oleh berbagai macam faktor, mulai dari latar belakang keluarga, biologis, hingga perlakuan dari orang-orang sekitar.

5. Gangguan mental hanya dialami oleh orang-orang tertentu

Stigma gangguan jiwa tidak mungkin dialami anak-anak
Banyak orang menganggap depresi hanya dialami oleh orang dewasa saja

Gangguan mental bisa dialami oleh semua orang, misalnya depresi. Beberapa orang masih berpikir bahwa depresi hanya dapat dialami oleh orang dewasa. Padahal, kondisi ini juga dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak.

6. Gangguan mental hanya salah satu fase hidup yang harus dilewati

Anda mungkin sering mendengarkan pernyataan bahwa gangguan mental hanyalah sebuah “fase” yang harus dilalui dalam hidup dan penderitanya hanya perlu menjadi lebih tegar dan kuat. 

Gangguan mental merupakan sesuatu yang nyata dan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya. Oleh sebab itu, penanganan yang tepat perlu dilakukan supaya kondisi penderitanya tidak bertambah parah.

7. Gangguan mental hanya alasan untuk berperilaku buruk

Beberapa pelaku kejahatan seringkali mengaku bahwa mereka menderita gangguan mental agar lolos dari hukuman. Hal itulah yang kemudian membuat orang berpikir bahwa kondisi ini hanyalah salah satu alasan agar bisa berperilaku buruk.

Gangguan mental bukanlah alasan agar seseorang dapat berperilaku buruk. Tak ada seorang pun yang ingin mengalami hal tersebut. Sebagai contoh, penderita kleptomania tidak mencuri karena kebutuhan ekonomi, tetapi sebagai cara mengatasi rasa cemas yang dirasakan karena kemunculan dorongan untuk mencuri secara kuat dan terus-menerus.

Cara menangani penderita gangguan jiwa dengan tepat

Agar kondisinya tidak bertambah parah, penderita gangguan jiwa perlu mendapatkan tindak penanganan yang tepat. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu orang dengan gangguan mental, di antaranya:

  • Nyatakan keprihatinan dan tawarkan bantuan

Nyatakan keprihatinan pada penderita gangguan mental dan beri dukungan yang ia butuhkan
Beri dukungan pada penderita gangguan mental dengan menunjukkan kepedulian

Memberi tahu penderitanya bahwa Anda khawatir dengan mereka adalah cara yang baik untuk membuka percakapan. Dengan begitu, penderitanya akan merasa bahwa ada orang yang peduli mereka dan tidak ragu untuk meminta bantuan.

  • Bersikap seperti biasanya

Memperlakukan penderita dengan gangguan jiwa membuat mereka merasa terisolasi. Cobalah untuk bersikap seperti biasa. Jangan lupa untuk menawarkan dirimu sebagai tempat mereka bercerita.

  • Bersikap sabar

Anda perlu bersikap sabar saat menunggu penderita gangguan mental membuka diri. Apabila mereka tidak ingin dibantu, tanyakan alasannya secara lembut dan perlahan. Jika bersikeras tidak mau dibantu, dengarkan saja apa yang menjadi keluh kesahnya tanpa menghakimi.

  • Jangan memaksa

Jangan memaksa penderita gangguan jiwa untuk menceritakan masalahnya atau pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Hal tersebut dapat membuat mereka merasa tidak nyaman. Sampaikanlah saja bahwa mereka dapat menghubungi Anda ketika perlu bantuan.

Baca Juga

  • Sering Pura-pura Sakit Bisa Jadi Tanda Sindrom Munchausen
  • Mudah Marah, Bisa Jadi Gejala Gangguan Mental
  • Gejala Gangguan Obsesif Kompulsif yang Mudah Dikenali

Catatan dari SehatQ

Stigma gangguan jiwa seringkali membuat penderitanya menerima perlakuan diskriminatif dari masyarakat. Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita semua untuk mengetahui apakah stigma yang berkembang tersebut benar atau salah.

Penderita gangguan mental perlu mendapat bantuan dari orang-orang di sekitarnya. Tindakan diskriminatif hanya akan membuat kondisi mereka bertambah parah.

Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Advertisement

gangguan mentalmasalah kejiwaanpenyakit kejiwaan

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved