STEMI Adalah Salah Satu Serangan Jantung yang Berbahaya


STEMI adalah singkatan dari ST segment elevation myocardial infarction. Kondisi ini tak boleh dibiarkan, sebab STEMI merupakan salah satu jenis serangan jantung yang paling sering terjadi.

(0)
10 May 2020|Azelia Trifiana
STEMI adalah serangan jantung yang seriusSTEMI adalah salah satu penyakit jantung yang berbahaya
Ketika ada seseorang mengalami masalah dengan jantungnya hingga harus mendapat pertolongan medis darurat, orang biasa menyebutnya serangan jantung saja. Padahal, ada beberapa jenis serangan jantung. STEMI adalah salah satu jenis serangan jantung yang paling sering terjadi.Beberapa jenis serangan jantung memiliki gejala yang mirip satu sama lain, dengan ciri khas rasa nyeri dada bagian kiri. Kondisi hipertensi, diabetes, dan kebiasaan merokok bisa menjadi pemicu terjadinya serangan jantung.

STEMI adalah serangan jantung yang berbahaya

STEMI adalah singkatan dari ST segment elevation myocardial infarction. Kata “myocardial infarction” dalam STEMI berarti “kematian sel otot jantung”. Sementara “ST segment” adalah pola yang muncul pada elektrokardiogram, alat yang merekam detak jantung seseorang.STEMI adalah serangan jantung yang serius dan termasuk kasus berat sehingga memerlukan penanganan medis sesegera mungkin. Ketika STEMI terjadi, pembuluh arteri koroner benar-benar tersumbat dan otot jantung tidak mendapat suplai darah.Jantung membutuhkan pasokan oksigen dan nutrisi tersendiri, seperti halnya otot yang ada di dalam tubuh. Jantung memiliki tiga arteri koroner dengan cabang-cabang yang berbeda dan memiliki peran untuk mengantarkan darah kaya oksigen ke otot jantung.Apabila salah satu dari arteri atau cabang ini tersumbat secara tiba-tiba, sebagian dari jantung akan mengalami kekurangan oksigen, dan memicu terjadinya suatu kondisi yang disebut dengan iskemia jantung.Jika iskemia jantung berlangsung dalam waktu yang lama, jaringan jantung yang kelaparan akan memicu henti detak. Kondisi ini adalah serangan jantung, atau dikenal sebagai miokard infark atau kematian otot jantung.

Gejala STEMI

Tanda dan gejala STEMI diantaranya:
  • Nyeri dada terasa sesak
  • Nyeri di salah satu lengan, punggung, leher, atau rahang
  • Kesulitan bernapas
  • Cemas
  • Mual
  • Muncul keringat dingin
Orang yang mengalami gejala STEMI harus segera mendapatkan pertolongan, meskipun gejalanya belum terlalu signifikan. Jangan tunda memberi pertolongan karena bisa menyebabkan kerusakan jantung hingga kematian.

Komplikasi STEMI

STEMI dapat menyebabkan komplikasi masalah kesehatan yang lebih parah lagi dan menyerang organ tubuh lain. Berikut merupakan jenis komplikasi yang disebabkan oleh STEMI.

1. Gagal jantung

Dalam fase akut dan subakut setelah STEMI, seringkali terjadi komplikasi berupa disfungsi miokardium. Komplikasi akut yang dapat terjadi berupa kegagalan pompa dengan remodeling patologis disertai tanda dan gejala klinis kegagalan jantung dan dapat berakhir dengan gagal jantung kronik.

2. Hipotensi

Hipotensi akibat komplikasi STEMI ditandai dengan tekanan darah sistolik yang turun dan menetap di bawah 90 mmHg. Kondisi ini dapat disebabkan oleh gagal jantung, namun bisa juga karena hipovolemia, gangguan irama, atau komplikasi mekanis.

3. Kongesti paru

Kongesti paru akibat komplikasi STEMI ditandai dengan ronki basah paru di segmen basal, menurunnya saturasi oksigen arterial, kongesti paru pada rontgen dada dan perbaikan klinis terhadap diuretik dan terapi vasolidator.

Jangan tunda pertolongan medis

Setiap jenis serangan jantung memerlukan pertolongan medis sesegera mungkin, meskipun gejalanya belum terlihat benar-benar seperti masalah pada jantung. Meskipun STEMI adalah serangan jantung yang paling berbahaya, namun NSTEMI dan CAS juga memerlukan penanganan yang sama.Penanganan pertama yang akan diberikan bagi orang yang mengalami serangan jantung di antaranya:
  • Aspirin untuk mencegah penyumbatan darah
  • Nitroglycerin untuk meredakan nyeri dada dan melancarkan aliran darah
  • Terapi oksigen
Setelah melewati pemeriksaan lebih lanjut dan terkonfirmasi mengalami serangan jantung, akan diberikan resep pengobatan lebih spesifik atau penanganan lain seperti operasi jika diperlukan.Beberapa resep pengobatan yang lebih spesifik bagi penderita serangan jantung adalah:
  • Clot busters untuk memecah penyumbatan di arteri
  • Obat pengatur tekanan darah untuk mereduksi pekerjaan jantung dan mengendalikan tekanan darah
  • Obat pengencer darah untuk mencegah penyumbatan
  • Statin untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL)
Tentunya dokter akan memberikan pengobatan dengan mempertimbangkan riwayat medis dan gaya hidup seseorang. Jika selama ini kebiasaannya adalah makan sembarangan, merokok aktif, atau kurang bergerak, itu juga masuk dalam konsiderasi dokter.

Jenis- jenis serangan jantung

Serangan jantung merupakan bentuk acute coronary syndrome, yaitu kondisi saat arteri yang membawa darah, nutrisi, dan oksigen mengalami penyumbatan. Akibatnya, jantung tidak mendapat asupan darah mencukupi dan terjadi serangan jantung.Jenis serangan jantung adalah:

1. NSTEMI

Berbeda dengan STEMI, serangan NSTEMI berarti penyumbatan pembuluh arteri koroner hanya sebagian. Itu sebabnya saat direkam dalam alat elektrokardiogram, tidak ada perubahan ST segment yang signifikan. Namun lewat angiografi koroner, bisa terlihat seberapa besar dan bagian pembuluh darah mana yang tersumbat.Meskipun NSTEMI tidak berisiko merusak jantung seperti STEMI, namun kondisi ini tetaplah serius. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah ada peningkatan kadar troponin, sebuah molekul protein yang dilepaskan ke aliran darah ketika otot jantung rusak.

3. Coronary Artery Spasm

Disebut juga “silent heart attack”, coronary artery spasm biasa disamakan dengan angin duduk. Penderitanya mengalami penyumbatan pembuluh darah akibat deposit lemak berlebih sehingga aliran darah ke otot jantung bisa terhambat.Biasanya, orang merasakan gejala-gejala CAS seperti nyeri otot atau pencernaan tidak nyaman dan tidak menyangka bahwa yang terjadi termasuk gejala serangan jantung. Ini terjadi karena salah satu arteri jantung menjadi lebih ketat sehingga aliran darah berkurang drastis.Hanya pemeriksaan medis dengan dokter yang bisa memperlihatkan apakah seseorang mengalami CAS atau tidak. Lebih jauh lagi, kondisi unstable angina dalam CAS belum tentu bisa mereda hanya dengan beristirahat atau minum obat biasa. Jika aliran darah ke jantung tak kunjung lancar, maka bisa terjadi kekurangan oksigen hingga kematian.

Catatan dari SehatQ

Pengobatan saja tentu tidak cukup untuk mengatasi serangan jantung dan masalah yang berpotensi menyerang jantung. Perlu perubahan gaya hidup ke arah lebih sehat untuk benar-benar merawat kesehatan jantung.
penyakit paru-parupenyakit jantungserangan jantung
Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-disease/types-of-heart-attacks#treatmentDiakses 25 April 2020Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321699Diakses 25 April 2020NHS. https://www.nhs.uk/conditions/heart-attack/diagnosis/Diakses 25 April 2020NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532281/
Diakses pada 24 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait