Statin dan Pilihan Jenisnya untuk Turunkan Kolesterol

Statin adalah golongan obat-obatan untuk menurunkan kolesterol
Statin merupakan kelompok obat-obatan untuk menurunkan kolesterol

Dalam menurunkan kolesterol, kadang tak mempan dengan hanya mengendalikan diet dari makanan dan rutin berolahraga saja. Beberapa orang juga memerlukan konsumsi obat untuk kondisi ini. Untuk mengendalikan kolesterol, statin pun menjadi obat-obatan yang bisa dikonsumsi.

Apa itu statin?

Statin adalah golongan obat-obatan untuk mengendalikan kolesterol dengan menurunkan kolesterol jahat alias LDL (low-density lipoprotein) dan menaikan kolesterol baik atau HDL (high-density lipoprotein).

Statin bekerja dengan menghambat atau memblokir zat yang diperlukan tubuh dalam produksi kolesterol tersebut. Obat ini juga mampu menyerap kolesterol yang menumpuk di pembuluh darah untuk menghindari terhambatnya aliran darah dan mencegah penyumbatan lebih lanjut serta serangan jantung.

Statin
Statin dikonsumsi untuk mengendalikan kolesterol

Biasanya, konsumsi statin diperlukan bagi orang yang memiliki kadar kolesterol LDL 190 mg/dL atau lebih tinggi. Obat ini mungkin juga direkomendasikan dokter untuk orang yang berisiko menderita penyakit jantung, menderita penyakit jantung yang berkaitan dengan pengerasan pembuluh darah, atau tengah menderita diabetes.

Ada beberapa jenis obat statin yang mungkin diresepkan dokter untuk mengatasi kolesterol tinggi. Beberapa contoh dari statin, yaitu:

  • Simvastatin
  • Atorvastatin
  • Fluvastatin
  • Lovastatin
  • Pitavastatin
  • Pravastatin
  • Rosuvastatin

Efek samping statin yang umum terjadi

Statin sama seperti obat-obatan lain yang bisa menimbulkan efek samping tertentu. Efek samping yang mungkin paling sering dirasakan pengguna statin adalah nyeri otot.

Walau umum terjadi, adakalanya efek nyeri otot tersebut disertai efek samping lain yang mengharuskan Anda menemui dokter. Efek samping pendamping nyeri otot tersebut dapat berupa:

  • Nyeri otot atau kram yang tidak biasa
  • Kelelahan
  • Demam
  • Warna urine yang gelap
  • Diare

Efek samping di atas dapat menjadi gejala rhabdomyolysis, kerusakan jaringan otot rangka yang membuat pelepasan serat otot ke dalam aliran darah dan dapat berujung menjadi gagal ginjal. Temui dokter jika Anda merasakan gejala di atas setelah mengonsumsi obat-obatan statin.

Efek samping yang jarang terjadi dari semua jenis statin

Konsumsi statin juga dikaitkan dengan beberapa efek samping lain, walau risikonya cenderung kecil. Beberapa efek samping yang jarang terjadi untuk semua jenis statin, yaitu:

  • Hilang ingatan atau kebingungan
  • Naiknya gula darah yang dapat menyebabkan diabetes
  • Kerusakan ginjal atau hati, ditandai dengan urine berwarna gelap maupun nyeri pada perut bagian atas atau dada

Efek samping yang jarang terjadi dari masing-masing statin

Setiap jenis statin juga menimbulkan efek samping tersendiri, walau juga terbilang jarang terjadi. Apa saja?

1. Simvastatin

Simvastatin mungkin obat pengendali kolesterol yang paling kita kenal. Apabila dikonsumsi dengan dosis tinggi, simvastatin lebih berisiko memicu nyeri otot dibandingkan obat-obat statin lainnya.

Statin simvastatin
Simvastatin mungkin menjadi salah satu statin yang paling dikenal

Selain nyeri otot, konsumsi simvastatin dosis tinggi juga bisa memicu pusing dan detak jantung yang cepat atau tidak teratur.

2. Pravastatin

Pengguna pravastatin melaporkan nyeri otot dan efek samping lain yang lebih rendah. Dengan begitu, obat ini umumnya ditoeransi dengan baik untuk penggunaan jangka panjang.

Efek samping yang jarang terjadi dari konsumsi pravastatin yakni kaku otot dan nyeri pada sendi.

3. Atorvastatin

Atorvastatin umumnya dapat menimbulkan efek samping berupa:

  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat

4. Fluvastatin

Apabila kita mengalami nyeri otot setelah mengonsumsi obat statin lain, dokter mungkin dapat memberikan alternatif lain yaitu fluvastatin. Walau begitu, fluvastatin juga berisiko menimbulkan efek samping lainnya, yakni:

  • Diare
  • Nyeri sendi
  • Rasa lelah yang tidak biasa atau sulit tidur
  • Muntah

Gejala infeksi, seperti kedinginan, hidung tersumbat, demam, nyeri tenggorokan, dan berkeringat

5. Lovastatin

Lovastatin cenderung memicu efek samping yang lebih rendah dibandingkan statin lainnya. Walau begitu, lovastatin kadang juga dapat menimbulkan efek seperti:

  • Rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan, bisa diatasi dengan mengonsumsi lovastatin seiring makan
  • Gejala infeksi
  • Nyeri otot dan rasa lemah

6. Rosuvastatin

Di antara obat statin, rosuvastatin memiliki risiko efek samping paling tinggi yang dilaporkan penggunanya. Beberapa efek samping tersebut yaitu:

  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Nyeri otot dan kaku otot
  • Ruam kulit

Anda bisa mengonsumi rosuvastatin dengan dosis rendah untuk menurunkan risiko efek samping di atas.

Faktor yang menaikkan risiko efek samping statin

Efek samping statin di atas berisiko bisa dirasakan semua orang. Walau begitu, beberapa kelompok orang lebih rentan untuk mengalami efek sampingnya, seperti:

  • Mengonsumsi lebih dari satu obat untuk mengurangi kolesterol
  • Perempuan
  • Memiliki postur tubuh yang kecil
  • Berusia 65 tahun ke atas
  • Menderita penyakit ginjal atau hati
  • Sering mengonsumsi alkohol

Catatan dari SehatQ

Statin dapat menjadi pilihan obat-obatan yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan kolesterol. Apabila efek samping dari obat ini mengganggu, segeralah konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin dapat memberikan pilihan lain yang lebih cocok untuk Anda atau menurunkan dosis yang sebelumnya diberikan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/high-cholesterol/statins-list-of-common-types
Diakses pada 10 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/statins-why-do-they-cause-muscle-pain
Diakses pada 10 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/in-depth/statin-side-effects/art-20046013
Diakses pada 10 Februari 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/statins.html
Diakses pada 10 Februari 2020

Artikel Terkait