logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Statin dan Pilihan Jenisnya untuk Turunkan Kolesterol

open-summary

Statin adalah jenis obat-obatan yang digunakan untuk menurunkan kolesterol. Namun, konsumsi statin mampu menyebabkan....


close-summary

11 Feb 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Statin adalah golongan obat-obatan untuk menurunkan kolesterol

Statin merupakan kelompok obat-obatan untuk menurunkan kolesterol

Table of Content

  • Mengenal obat statin
  • Efek samping statin yang umum terjadi
  • Efek samping yang jarang terjadi dari semua jenis statin
  • Efek samping yang jarang terjadi dari masing-masing statin
  • Faktor yang menaikkan risiko efek samping statin
  • Catatan dari SehatQ

Obat statin biasanya dipilih untuk menurunkan kolesterol. Terkadang, tak semua orang mempan dengan hanya mengendalikan diet dari makanan dan rutin berolahraga. Beberapa orang juga memerlukan konsumsi obat untuk kondisi ini. Untuk mengendalikan kolesterol, statin pun menjadi obat-obatan yang bisa dikonsumsi.

Advertisement

Mengenal obat statin

no caption
Statin dikonsumsi untuk mengendalikan kolesterol

Statin adalah golongan obat-obatan untuk mengendalikan kolesterol dalam darah dengan menurunkan kolesterol jahat alias LDL (low-density lipoprotein), dan menaikan kolesterol baik atau HDL (high-density lipoprotein).

Statin bekerja dengan menghambat atau memblokir zat yang diperlukan tubuh dalam produksi kolesterol tersebut. Obat statin ini juga mampu menyerap kolesterol yang menumpuk di pembuluh darah untuk menghindari terhambatnya aliran darah, mencegah penyumbatan lebih lanjut, serta mencegah serangan jantung.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information, obat statin berguna untuk mengobati hiperkolesterolemia, hiperlipoproteinemia, dan hipertrigliseridemia sebagai obat tambahan selain diet dan olahraga.

Biasanya, konsumsi obat kolesterol seperti statin diperlukan bagi orang yang memiliki kadar kolesterol LDL 190 mg/dL atau lebih tinggi. Obat ini mungkin juga direkomendasikan dokter untuk orang yang berisiko menderita penyakit jantung, menderita penyakit jantung yang berkaitan dengan pengerasan pembuluh darah, atau tengah menderita diabetes.

Ada beberapa jenis obat statin yang mungkin diresepkan dokter untuk mengatasi kolesterol tinggi. Beberapa contoh dari statin, yaitu:

Efek samping statin yang umum terjadi

no caption
Umumnya, efek samping statin adalah demam

Statin sama seperti obat-obatan lain yang bisa menimbulkan efek samping tertentu. Efek samping yang mungkin paling sering dirasakan pengguna obat kolesterol statin adalah nyeri otot.

Walau umum terjadi, adakalanya, efek nyeri otot tersebut disertai efek samping lain yang mengharuskan Anda menemui dokter. Efek samping pendamping nyeri otot tersebut dapat berupa:

Efek samping di atas dapat menjadi gejala rhabdomyolysis. Dalam hal ini, terjadi kerusakan jaringan otot rangka yang membuat pelepasan serat otot ke dalam aliran darah dan dapat berujung menjadi gagal ginjal. Temui dokter jika Anda merasakan gejala di atas setelah mengonsumsi obat-obatan statin.

Efek samping yang jarang terjadi dari semua jenis statin

no caption
Lupa ingatan adalah efek samping statin yang jarang terjadi

Konsumsi statin juga dikaitkan dengan beberapa efek samping lain, walau risikonya cenderung kecil. Beberapa efek samping yang jarang terjadi untuk semua jenis statin, yaitu:

  • Hilang ingatan atau kebingungan.
  • Naiknya gula darah yang dapat menyebabkan diabetes.
  • Kerusakan ginjal atau hati, ditandai dengan urine berwarna gelap maupun nyeri pada perut bagian atas atau dada.

Efek samping yang jarang terjadi dari masing-masing statin

Setiap jenis statin juga menimbulkan efek samping tersendiri, walau juga terbilang jarang terjadi. Apa saja?

1. Simvastatin

no caption
Simvastatin mungkin menjadi salah satu statin yang paling dikenal

Simvastatin adalah obat penurun kolesterol yang paling kerap digunakan untuk membuat LDL normal. Apabila dikonsumsi dengan dosis tinggi, simvastatin lebih meningkatkan risiko nyeri otot dibandingkan obat-obat statin lainnya.

Selain nyeri otot, konsumsi obat simvastatin dosis tinggi juga bisa memicu pusing dan detak jantung yang cepat atau tidak teratur.

2. Pravastatin

Pengguna pravastatin melaporkan nyeri otot dan efek samping lain yang lebih rendah. Dengan begitu, obat ini umumnya ditoleransi dengan baik untuk penggunaan jangka panjang.

Efek samping yang jarang terjadi dari konsumsi pravastatin yakni kaku otot dan nyeri pada sendi.

3. Atorvastatin

no caption
Hidung tersumbat adalah gejala atorvastatin

Obat atorvastatin umumnya dapat menimbulkan efek samping berupa:

4. Fluvastatin

Apabila kita mengalami nyeri otot setelah mengonsumsi obat statin lain, dokter mungkin dapat memberikan alternatif lain yaitu fluvastatin. Walau begitu, fluvastatin juga berisiko menimbulkan efek samping lainnya, yakni:

  • Diare
  • Nyeri sendi
  • Rasa lelah yang tidak biasa atau sulit tidur
  • Muntah

Gejala infeksi, seperti kedinginan, hidung tersumbat, demam, nyeri tenggorokan, dan berkeringat.

5. Lovastatin

no caption
Nyeri otot disebabkan konsumsi lovastatin

Lovastatin cenderung memicu efek samping yang lebih rendah dibandingkan obat statin lainnya. Walau begitu, lovastatin kadang juga dapat menimbulkan efek seperti:

  • Rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan, bisa diatasi dengan mengonsumsi lovastatin seiring makan.
  • Gejala infeksi.
  • Nyeri otot dan rasa lemah.

6. Rosuvastatin

Di antara obat statin, rosuvastatin memiliki risiko efek samping paling tinggi yang dilaporkan penggunanya. Beberapa efek samping tersebut yaitu:

  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Nyeri otot dan kaku otot
  • Ruam kulit

Anda bisa mengonsumi rosuvastatin dengan dosis rendah untuk menurunkan risiko efek samping di atas.

Faktor yang menaikkan risiko efek samping statin

no caption
Perempuan serta berusia 65 tahun ke atas
rentan akan efek samping statin

Efek samping obat statin di atas berisiko bisa dirasakan semua orang. Walau begitu, beberapa kelompok orang lebih rentan untuk mengalami efek sampingnya, seperti:

  • Mengonsumsi lebih dari satu obat untuk mengurangi kolesterol.
  • Perempuan.
  • Memiliki postur tubuh yang kecil.
  • Berusia 65 tahun ke atas.
  • Menderita penyakit ginjal atau hati.
  • Sering mengonsumsi alkohol.

Catatan dari SehatQ

Obat statin dapat menjadi pilihan obat-obatan yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan kolesterol. Perlu diingat, setiap jenis obat statin memiliki efek samping masing-masing. Apabila Anda merasakan gejala penyakit akibat LDL maupun efek samping dari obat statin mengganggu, chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

kolesterolrosuvastatinstatin

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved