Staphylococcus aureus, Bakteri Penyebab Infeksi Fatal Toxic Shock Syndrome

Iritasi vagina akibat pemakaian tampon memungkinkan terjadinya bakteri Staphylococcus aureus masuk
Pemakaian tampon yang terlalu lama bisa menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri Staphylococcus aureus yang dapat memicu toxic shock syndrome.

Meski sangat jarang terjadi, toxic shock syndrome termasuk kondisi medis yang bisa muncul mendadak dan berakibat fatal. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Staphylococcus aureus.

Kasus-kasus toxic shock syndrome yang menimpa perempuan bisa saja terjadi karena penggunaan tampon. Seperti apakah mekanisme terjadinya dan bagaimanakah gejalanya?

[[artikel-terkait]]

Cara Staphylococcus aureus menimbulkan toxic shock syndrome

Toxic shock syndrome (TSS) mulai mendapat perhatian luas pada awal tahun 1980an akibat kematian beberapa orang wanita pengguna tampon berdaya serap tinggi.

Sampai sekarang pun TSS masih dianggap sebagai risiko bagi perempuan yang menggunakan tampon saat menstruasi. Namun kondisi ini juga bisa menimpa siapa saja yang terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus), misalnya dari luka terbuka, yang kemudian menimbulkan abses.

Toxic shock syndrome terjadi akibat racun-racun yang dikeluarkan oleh bakteri S. aureus. Bakteri ini termasuk jenis bakteri yang umum berada di kulit, terutama ketiak, selangkangan, area lipatan kulit, juga dalam hidung dan vagina. Pada kondisi yang disebut kolonisasi, bakteri ini sekedar ada di tempat-tempat tersebut tanpa menyebabkan infeksi.

Bakteri yang disebut Staph ini juga bisa menimbulkan berbagai penyakit serius akibat infeksi di berbagai organ tubuh. Mulai dari meningitis, osteomyelitis, pneumonia, hingga endokarditis. 

Sampai Staphylococcus aureus bisa menyebabkan toxic shock syndrome, harus ada dua kondisi yang terpenuhi. Pertama, ada lingkungan tempat bakteri berkembang cepat dan mengeluarkan racun. Kedua, racun yang dikeluarkan harus masuk ke dalam aliran darah. 

Itulah mengapa penggunaan tampon saat menstruasi jadi berisiko memicu TSS. Tampon yang lembap karena resapan darah haid menjadi tempat ideal bagi bakteri S. aureus untuk berkembang dan mengeluarkan racun. Apalagi jika tampon berada di dalam vagina untuk waktu yang terlalu lama. 

Cara penggunaan tampon yang dimasukkan ke vagina juga memungkinkan terjadinya iritasi sangat ringan di dinding vagina. Iritasi biasanya tidak terasa, tapi menjadi pintu bagi racun bakteri Staph untuk masuk ke aliran darah dan menyebabkan TSS.

Bila Anda memakai tampon dengan daya serap tinggi, vagina umumnya akan menjadi kering. Sebagai akibatnya, iritasi semakin mudah terjadi.

Selain pemakaian tampon, risiko TSS juga bisa meningkat apabila Anda baru melahirkan, mengidap luka bakar, baru menjalani operasi, serta memiliki penumpukan nanah pada tubuh.

Kenali gejala toxic shock syndrome secepatnya

Pada awalnya, gejala toxic shock syndrome serupa dengan seperti gejala flu biasa. Mulai dari sakit kepala, demam, letih dan nyeri otot.

Gejala kemudian akan bertambah parah dalam waktu singkat. Selain demam tinggi, akan muncul juga muntah-muntah, diare, ruam kemerahan pada hampir seluruh tubuh, mata merah, serta lebam-lebam di kulit.

Toxic shock syndrome dapat menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, orang yang menunjukkan gejala-gejala di atas harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Tergantung dari tingkat keparahannya, dokter akan memberikan antibiotik dan immunoglobulin lewat infus untuk membantu tubuh melawan infeksi. 

Mencegah infeksi Staphylococcus aureus

Meski bakteri S. aureus mungkin tetap ada di tubuh kita, beberapa langkah berikut dapat membantu dalam mencegah munculnya infeksi:

  • Rawat luka dengan saksama. Pastikan luka selalu bersih dan kering, serta ganti perban secara teratur.
  • Cukup gunakan pembalut biasa jika darah menstruasi tidak terlalu banyak.
  • Jika ingin menggunakan tampon, hindari yang berdaya serap tinggi dan sering-seringlah mengganti tampon (maksimal enam jam sekali). 
  • Cuci tangan sampai bersih sebelum memasukkan atau mengeluarkan tampon. 

Dengan mengenali gejala infeksi Staphylococcus aureus sejak dini, penanganan yang tepat pun bisa dilakukan. Karena itu, segera berkonsultasi ke dokter bila Anda mengalami gejala yang terasa mencurigakan.

Better Health Chanel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/staphylococcus-aureus-golden-staph
Diakses pada 18 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/toxic-shock-syndrome-treatment-prevention#2
Diakses pada 18 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed