Kupas Tuntas Penggunaan Antidepresan SSRI untuk Penderita Depresi

(0)
26 Jul 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
SSRI adalah kelompok antidepresan dalam mengatasi depresi dan gangguan mental lainSSRI digunakan untuk menangani depresi dan gangguan mental lain
Dalam menangani beberapa kasus depresi, dokter akan meresepkan obat-obatan yang disebut dengan antidepresan. Antidepresan pun terdiri atas beberapa kelompok obat yang memiliki cara kerja yang berbeda. Salah satu dari kelompok antidepresan yang umum diberikan yaitu jenis SSRI atau selective serotonin reuptake inhibitor. Bagaimana cara kerjanya?

Mengenal apa itu antidepresan SSRI

SSRI atau selective serotonin reuptake inhibitor adalah jenis kelompok obat antidepresan yang utamanya diresepkan untuk mengatasi depresi. SSRI merupakan jenis antidepresan yang cenderung tidak menimbulkan efek samping yang parah, sehingga menjadi salah satu jenis obat yang diresepkan oleh dokter.
Orang depresi
Beberapa kasus depresi akan memerlukan antidepresan seperti SSRI
Adakalanya SSRI tidak hanya diberikan untuk mengatasi depresi. Pasien yang mengalami gangguan psikologis lain juga mungkin akan diresepkan obat-obatan SSRI, termasuk: 
  • Gangguan obsesif-kompulsif (OCD)
  • Gangguan panik
  • Gangguan makan bulimia nervosa
  • Gangguan stres pascatrauma (PTSD)
  • Gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD)
  • Hot flashes yang disebabkan oleh menopause
  • Gangguan kecemasan

Bagaimana SSRI bekerja untuk atasi gangguan mental?

SSRI atau selective serotonin reuptake inhibitor bekerja sesuai dengan makna harfiahnya, yakni dengan menghambat penyerapan serotonin yang mengalir di dalam darah. Serotonin sendiri merupakan senyawa kimia yang bertugas dalam penyampaian pesan antarsel otak. Senyawa ini beredar di dalam otak dan kemudian akan diserap menuju aliran darah.Serotonin dikaitkan dengan rasa bahagia manusia karena mampu memberikan sensasi rileks pada kondisi psikologis. Dengan kemampuannya tersebut, serotonin pun sering dijuluki sebagai salah satu “senyawa kebahagiaan”.Gangguan psikologis seperti depresi dikaitkan dengan kadar senyawa kebahagiaan yang rendah, termasuk serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Antidepresan SSRI akan bekerja dengan mencegah penyerapan beberapa serotonin yang sudah ada di dalam otak. Dengan begitu, senyawa ini tetap tertahan di otak dan kadarnya bisa lebih tinggi.Kadar serotonin yang tetap di dalam otak diharapkan dapat meredakan kondisi depresi. Namun, penting untuk diingat bahwa SSRI tidak merangsang produksi serotonin.

Jenis-jenis antidepresan SSRI

Terdapat beragam antidepresan SSRI yang bisa membantu kondisi depresi dan gangguan psikologis lain. Beberapa SSRI yang populer, termasuk:
  • Citalopram
  • Escitalopram
  • Fluoxetine
  • Fluvoxamine
  • Paroxetine
  • Sertraline

Efek samping antidepresan SSRI yang berisiko dialami pasien

Antidepresan merupakan obat keras dan hanya bisa diresepkan oleh dokter. Efek samping yang berisiko dialami pun dapat beragam sesuai jenis SSRI yang dikonsumsi. Namun, secara umum, efek samping berikut bisa dialami oleh pasien yang diresepkan antidepresan SSRI:
  • Mual
  • Mulut kering
  • Sakit kepala
  • Sulit tidur
  • Kelelahan
  • Diare
  • Kenaikan berat badan
  • Meningkatnya keringat
  • Ruam kulit
  • Rasa gugup
  • Disfungsi seksual
Namun, dibandingkan antidepresan lain, SSRI merupakan jenis yang menimbulkan efek samping lebih sedikit. Hal ini membuat SSRI cenderung aman dikonsumsi oleh pasien gangguan psikologis terutama depresi.

Peringatan penggunaan SSRI untuk beberapa kelompok

Walau SSRI menjadi antidepresan yang cenderung aman, obat-obatan ini tetap mengantongi peringatan untuk kelompok tertentu, misalnya:

1. Peringatan penggunaan SSRI bagi ibu hamil

Antidepresan SSRI dapat meningkatkan risiko cacat janin, terutama pada paru-paru dan jantung. Penggunaan obat-obatan SSRI harus diputuskan dengan cermat oleh dokter, yakni menimbang risiko antidepresan ini dengan risiko jika depresi pada ibu hamil tidak ditangani.Selain itu, karena masing-masing SSRI memiliki efek yang berbeda, beberapa wanita yang kemudian hamil akan perlu mendiskusikan penggantian jenis SSRI yang dikonsumsi. Misalnya, apabila sebelum hamil ia diresepkan paroxetine, dokter mungkin akan menggantinya dengan fluoxetine atau citalopram apabila kemudian memutuskan untuk memiliki anak.Penggantian obat ini dilakukan mengingat paroxetine cenderung menimbulkan cacat janin dan gangguan otak pada bayi baru lahir. Sementara itu, fluoxetine dan citalopram cenderung tidak dikaitkan dengan risiko kehamilan.

2. Peringatan penggunaan SSRI bagi anak-anak

Awalnya pada tahun 2004, FDA di Amerika Serikat memberikan peringatan risiko timbulnya pikiran bunuh diri pada anak-anak dan remaja yang diresepkan SSRI. Namun, studi lanjutan memaparkan bahwa manfaat dari antidepresan mungkin lebih tinggi dibandingkan risiko efek samping tersebut.Diskusikan dengan dokter secara mendalam terkait penggunaan SSRI untuk anak Anda yang mengalami depresi – terutama risiko efek samping pikiran dan perilaku bunuh diri di atas.

3. Risiko interaksi antidepresan SSRI dengan obat lain

Seperti kebanyakan obat, antidepresan SSRI juga memiliki risiko interaksi obat dengan herbal, suplemen, obat bebas, dan obat keras lain. Misalnya, beberapa SSRI dapat meningkatkan risiko perdarahan, terutama jika Anda mengonsumsi obat pengencer darah seperti aspirin dan warfarin.Sampaikan pada dokter terkait obat dan suplemen yang Anda konsumsi sebelum dokter meresepkan antidepresan apapun.

Menemukan antidepresan paling sesuai untuk diri sendiri

Tiap-tiap orang dapat menunjukkan reaksi yang berbeda walau mengonsumsi jenis antidepresan yang sama. Beberapa individu juga mengalami efek samping yang serius, dan ada pula pasien yang menunjukkan efek samping yang lebih sedikit.Biasanya, dibutuhkan waktu beberapa minggu untuk mengetahui efektivitas antidepresan pada pasien. Apabila efek samping yang timbul cenderung parah, maka dokter dapat menyesuaikan dosis atau menggantinya dengan antidepresan lain. Dengan kesabaran yang penuh, dokter dan pasien gangguan psikologis dapat menemukan antidepresan yang paling tepat.

Catatan dari SehatQ

SSRI adalah salah satu jenis kelompok antidepresan yang sering diresepkan pada penderita depresi. Namun, obat ini tak hanya bisa dikonsumsi penderita depresi saja, adakalanya penderita gangguan psikologis juga akan diberikan obat-obatan SSRI.
mengatasi depresidepresigangguan mental
Healthline. https://www.healthline.com/health/depression/selective-serotonin-reuptake-inhibitors-ssris
Diakses pada 14 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/depression/in-depth/ssris/art-20044825
Diakses pada 14 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/antidepressants/art-20046420
Diakses pada 14 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait