Spironolactone, Obat untuk Atasi Penumpukan Cairan di Tubuh


Spironolactone adalah jenis obat tablet untuk meredakan pembengkakan pada masalah liver atau ginjal. Selain itu, obat ini digunakan juga untuk mengobati gagal jantung, serta aldosteron berlebih.

(0)
19 Jan 2021|Azelia Trifiana
Spironolactone digunakan pada orang yang mengalami masalah hatiSpironolactone digunakan pada orang yang mengalami masalah hati
Spironolactone adalah jenis obat tablet untuk meredakan pembengkakan pada orang yang mengalami masalah liver atau ginjal seperti sindrom nefrotik. Selain itu, obat yang juga tersedia dalam bentuk generik ini juga digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, gagal jantung, serta aldosteron berlebih.Obat ini juga bisa diresepkan oleh dokter sebagai bagian dari terapi, kombinasi dari beberapa jenis obat.

Cara kerja spironolactone

Obat ini termasuk dalam kelompok penghambat aldosteron. Alasannya adalah karena zat kimia aldosteron ini bisa menyebabkan tubuh menahan air atau water retention. Dengan menahan kinerjanya, maka tubuh tidak akan mengalami akumulasi cairan.Tak hanya itu, spironolactone juga termasuk potassium-sparing diuretic yaitu obat yang bisa membuang kelebihan cairan dari dalam tubuh lewat urine, tanpa menyebabkan seseorang kehilangan potasium atau kalium.Ketika spironolactone menahan kinerja aldosteron pada pembuluh darah, maka tekanan darah bisa menurun.

Efek samping

diare
Efek samping spironolactone bisa sebabkan diare
Obat spironolactone bisa menimbulkan rasa kantuk. Artinya, sangat tidak disarankan menyetir, mengoperasikan alat berat, atau melakukan aktivitas serupa yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.Selain itu, beberapa efek samping lain yang mungkin muncul adalah:
  • Diare
  • Kram perut
  • Mual
  • Muntah
  • Kadar kalium dalam tubuh tinggi
  • Kram kaki
  • Sakit kepala
  • Gatal
  • Siklus haid berantakan
  • Perdarahan setelah menopause
Apabila efek samping yang muncul masih ringan, maka bisa mereda dalam beberapa hari atau minggu. Namun jika efek samping cukup parah dan tidak mereda, konsultasikan pada dokter atau ahli farmasi.Contoh efek samping serius yang berbahaya adalah:
  • Reaksi alergi

Ada beberapa kasus alergi yang dialami orang setelah mengonsumsi obat ini, seperti ruam kulit, demam, kesulitan bernapas, hingga bengkak di beberapa bagian tubuh seperti bibir, lidah, dan tenggorokan.
  • Masalah cairan dan elektrolit

Gejala yang muncul ketika seseorang mengalami kondisi ini adalah mulut menjadi kering, haus berlebih, tubuh terasa lesu, detak jantung cepat, hingga tidak bisa buang air kecil
  • Kadar potasium tinggi

Beberapa gejala yang menunjukkan kadar potasium atau kalium terlalu tinggi adalah kram otot, kelelahan, sensasi kebas di tangan dan kaki, serta tidak bisa menggerakkannya. Biasanya, detak jantung juga melemah.
  • Gynecomastia

Ini adalah kondisi membesarnya jaringan di payudara, baik pada pria maupun wanita
  • Reaksi kulit parah

Lebih parah dari alergi yang hanya bercirikan ruam, reaksi kulit parah ini meliputi kulit kemerahan, luka, terkelupas, hingga ke bagian dalam mulut

Peringatan saat mengonsumsi spironolactone

sesak napas
Pemakaian yang tidak sesuai dapat berakibat fatal
Setiap obat tentu datang dengan peringatan penggunaannya. Jika konsumsinya tidak dilakukan sesuai instruksi, bisa menyebabkan akibat fatal. Jangan tunda mencari bantuan medis apabila muncul reaksi alergi cukup parah.Beberapa gejala yang mengindikasikan hal ini seperti kesulitan bernapas, lidah bengkak, tenggorokan bengkak, dan muncul ruam.Selain itu, ada beberapa orang yang harus sangat berhati-hati sebelum mengonsumsi obat ini, terutama bagi penderita:
  • Penyakit hati/liver

Mengonsumsi obat spironolactone ketika menderita penyakit hati bisa menyebabkan koma. Gejala koma hepatik seperti bingung, tidak bisa mengambil keputusan, daya ingat kabur, tubuh gemetar, gerakan tubuh tidak normal, hingga tidak bisa berkonsentrasi.
  • Hyperkalemia

Orang dengan kondisi hyperkalemia atau potasium tinggi juga tidak disarankan mengonsumsi obat ini. Mengingat cara kerjanya serupa, maka kadar potasium atau kalium bisa menjadi kian parah.
  • Penyakit ginjal

Orang yang memiliki ginjal bermasalah lebih rentan mengalami efek samping akibat konsumsi obat ini. Selain itu, mengonsumsi obat ini harus disertai dengan pemeriksaan kadar kalium secara berkala. Dokter akan melakukannya lewat pemeriksaan darah.
  • Penyakit jantung

Bagi penderita gagal jantung yang mengonsumsi obat ini, jangan minum suplemen potasium. Jangan pula makan yang tinggi potasium karena bisa meningkatkan risiko terjadinya gagal jantung.Pastikan selalu mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang diberikan dokter. Umumnya, ada beberapa faktor yang diperhitungkan seperti usia, kondisi medis, seberapa parah keluhan, hingga reaksi ketika mengonsumsi untuk pertama kali.Ketika sudah mulai mengonsumsi, jangan hentikan secara tiba-tiba karena dapat menyebabkan elektrolit tubuh tidak seimbang. Selalu pastikan mengikuti petunjuk agar obat bekerja dengan efektif.

Tak hanya itu, ingat bahwa obat spironolactone digunakan untuk pemakaian jangka panjang. Ada risiko yang mengikuti apabila dosis penggunaannya tidak sesuai resep dokter.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar obat ini dan alternatifnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gagal jantunggagal ginjalhidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/spironolactone-oral-tablet#interactions
Diakses pada 5 Januari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6288/spironolactone-oral/details
Diakses pada 5 Januari 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682627.html
Diakses pada 5 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait