SPF Serta Tips Memilih dan Mengoleskan Tabir Surya Agar Kulit Terlindungi

SPF adalah singkatan sun protector factor, angka yang berkaitan dengan perlindungan kulit dari UVB
SPF menjadi angka indikator tabir surya untuk melindungi kulit dari UVB

Kita sering diingatkan untuk mengoleskan tabir surya atau sunscreen saat bepergian. Saat memilih produk sunscreen, SPF menjadi salah satu acuan kita untuk membelinya. Sebenarnya, apa itu SPF? Benarkah SPF tinggi membuat kita mengoleskan losionnya cukup sekali saja?

Apa itu SPF?

SPF adalah adalah singkatan dari sun protector factor, berupa angka yang mengindikasikan perlindungan sebuah produk tabir surya atau suncsreen terhadap kulit dari UVB.

SPF ditentukan dari jumlah sinar UVB matahari menyebabkan sunburn pada kulit yang dilindungi tabir surya, dibandingkan dengan jumlah sinar UVB untuk memicu sunburn pada kulit yang tidak terlindungi tabir surya.

Menurut badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat, Food and Drugs Administration (FDA), ada kesalahpahaman yang dipercaya masyarakat bahwa SPF berkaitan dengan waktu paparan sinar matahari.

Misalnya, jika sinar UVB memicu sunburn pada kulit seseorang setelah satu jam, maka bukan berarti tabir surya SPF 15 bisa melindungi kulitnya 15 kali lebih lama (15 jam kemudian). Seperti yang disampaikan, SPF berkaitan dengan jumlah atau dosis sinar UVB memicu sunburn, bukan waktu yang diperlukan UVB untuk memicu kondisi tersebut..

Tabir surya SPF tinggi harus tetap sering dioleskan ke kulit

Karena SPF tidak langsung berkaitan dengan waktu menuju sunburn, tidak tepat jika kita berpikir bahwa menggunakan produk dengan SPF tinggi boleh membuat kita berlama-lama di bawah paparan sinar matahari.

Ada banyak faktor yang mengharuskan kita sebenarnya harus lebih sering mengoleskan tabir surya, yaitu:

  • Kondisi cuaca: sinar matahari lebih intens pada hari cerah tanpa berawan
  • Jam/waktu pada hari tersebut: sinar matahari cenderung lebih intens di waktu tengah hari, dibandingkan pagi atau sore
  • Jenis kulit: individu dengan kulit putih cenderung menyerap sinar matahari lebih banyak dibandingkan dengan individu yang berkulit gelap
  • Cara kita mengoleskan produk suncreen
  • Banyaknya sunscreen yang dioleskan
  • Faktor lingkungan dan individu lainnya

Walau kita menggunakan produk tabir surya yang tinggi SPF sekalipun, kita disarankan untuk kembali mengaplikasikannya setelah dua jam, karena efek tabir surya akan berkurang dalam dua jam. Namun, jika Anda mungkin mulai menunjukkan gejala sunburn seperti kulit kemerahan, Anda mungkin perlu mengaplikasikannnya lebih sering.

Cewek mengoleskan tabir surya
Berapapun SPF di produk tabir surya yang Anda pilih, pastikan mengoleskannya lebih sering

Selain itu, sebagai informasi, tidak ada nilai SPF pada tabir surya yang 100% melindungi kulit dari UVB. Misalnya, SPF 30 menyaring sinar UVB sebanyak 97%, SPF 50 melindungi 98%, dan SPF 100 melindungi 99%.

Tak hanya SPF, perhatikan label broad spectrum pada sunscreen

Banyak dari kita yang hanya mempertimbangkan SPF sebagai acuan dalam membeli produk tabir surya atau sunscreen. Penting untuk diingat bahwa angka SPF ditentukan berdasarkan efek sunburn yang dipicu oleh Ultraviolet B. Sementara itu, sinar matahari juga terdiri atas ultraviolet A (UVA).

  • UVB dapat memicu sunburn, termasuk kulit kemerahan
  • UVA dapat memicu kulit menggelap dan penuaan dini

Baik UVA dan UVB sama-sama memicu kanker kulit. Untuk itu, pastikan Anda memilih produk tabir surya yang sama-sama melindungi kulit dari UVA dan UVB.

Biasanya, produk tabir surya yang dapat melindungi kulit dari kedua sinar tersebut memiliki label “broad spectrum”.

Tips dalam membeli dan mengoleskan tabir surya

Dalam memilih produk tabir surya, ini kriteria yang sebaiknya kita jadikan acuan:

  • Produk tersebut memiliki SPF 15 atau lebih
  • Produk menonjolkan fitur broad spectrum

Sementara itu, dalam mengaplikasannya, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  • Aplikasikan tabir surya 15 menit sebelum bepergian
  • Ulangi pemakaian sunscreen setiap 2 jam sekali
  • Jika melakukan aktivitas air, Anda bisa menggunakan sunscreen yang resisten terhadap air. Ulangi pemakaian produk setiap 40 menit atau bisa lebih sering (perhatikan instruksi produk)
  • Kenakan pakaian lain untuk melindungi kulit, seperti kacamata dan topi

Catatan dari SehatQ

Karena ada banyak faktor yang memengaruhi jumlah radiasi sinar matahari, SPF sebenarnya tidak langsung berkaitan dengan waktu kita terpapar sinar matahari. SPF menunjukkan angka perlindungan dari sunburn yang dipicu oleh UVB.

Berapapun angka SPF tabir surya yang Anda pilih, selalu oleskan sunscreen lebih sering.

Environmental Working Group. https://www.ewg.org/sunscreen/report/whats-wrong-with-high-spf
Diakses pada 4 Maret 2020

Food and Drugs Administration. https://www.fda.gov/about-fda/center-drug-evaluation-and-research-cder/sun-protection-factor-spf
Diakses pada 4 Maret 2020

Food and Drugs Administration. https://www.fda.gov/drugs/understanding-over-counter-medicines/sunscreen-how-help-protect-your-skin-sun
Diakses pada 4 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/what-spf-should-i-use
Diakses pada 4 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/306838
Diakses pada 4 Maret 2020

Skin Cancer Foundation. https://www.skincancer.org/skin-cancer-prevention/sun-protection/sunscreen
Diakses pada 4 Maret 2020

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-spf-1068889
Diakses pada 4 Maret 2020

Artikel Terkait