Spermisida, Si Alat Kontrasepsi yang Masih Jarang Dikenal


Spermisida adalah metode kontrasepsi yang dapat menghentikan gerakan sperma. Anda perlu memasukkannya ke dalam vagina sebelum berhubungan intim guna mencegah kehamilan.

(0)
16 Mar 2020|Rieke Saraswati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Spermisida bisa dibeli secara bebas dan tersedia dalam berbagai bentukSpermisida memiliki banyak bentuk, termasuk gel
Bagi pasangan suami istri yang berencana untuk menunda kehamilan, spermisida bisa menjadi salah satu pilihan Anda. Alat kontrasepsi ini mungkin belum terlalu popular dibanding jenis lainnya, seperti pil KB, KB spiral, dan kondom.Tapi metode kontrasepsi spermisida memiliki banyak keuntungan. Mulai dari segi bujet hingga efeknya terhadap hormon.

Apa itu spermisida?

Spermisida adalah metode kontrasepsi yang mengandung nonoxynol-9. Zat ini dapat membunuh sperma atau menghentikan pergerakan sperma. Anda perlu memasukkannya ke dalam vagina sebelum berhubungan intim.  Anda dapat membeli spermisida secara bebas di apotek-apotek bebas, jadi Anda tidak memerlukan resep dokter. Alat kontrasepsi ini tersedia dalam bentuk krim, gel, foam (busa), supositoria, dan tablet.

Bagaimana cara kerja spermisida?

Dalam mencegah kehamilan, spermisida melakukannya dengan menghalangi pintu masuk uterus, sehingga sperma tidak dapat mencapai sel telur.Spermisida harus dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan intim. Setelah itu, Anda perlu menunggu selama beberapa waktu sebelum memulai penetrasi agar bahan kimianya benar-benar larut dan menyebar.Sebagian besar petunjuk pada kemasan produk biasanya meminta Anda untuk menunggu sekitar 10-15 menit sebelum Anda melakukan hubungan seks.Umumnya, spermisida hanya efektif dalam waktu satu jam setelah dimasukkan ke vagina. Ini berarti, Anda harus kembali menggunakannya setelah satu jam berlalu, tapi masih ingin berhubungan intim lagi.Wanita yang menggunakannya juga dianjurkan untuk tidak melakukan douching selama minimal enam jam pascahubungan intim, supaya efektivitas spermisida tetap terjaga.

Seberapa efektif spermisida sebagai alat kontrasepsi?

Jika digunakan tanpa bantuan alat kontrasepsi lain, efektivitas spermisida kira-kira antara 70 hingga 80 persen dalam mencegah kehamilan. Tapi apabila dipakai bersamaan dengan kondom atau diafragma, angka keefektifannya akan meningkat hingga 97 persen.Itulah mengapa para pakar medis kerap merekomendasikan penggunaan spermisida bersama-sama dengan alat kontrasepsi lain supaya lebih efektif.Tak sedikit orang yang merasa kalau kombinasi penggunaan spermisida dan kondom itu agak merepotkan. Sebagai alternatif, Anda bisa mencoba memakai produk kondom yang sudah dilapisi dengan cairan spermisida. Jenis kondom ini bisa Anda peroleh di toko maupun apotek terdekat.Kondom spermisida juga tergolong aman digunakan saat menyusui. Hanya saja, jenis kondom ini lebih mahal dibanding kondom biasa. Tanggal kedaluwarsanya juga lebih singkat dari tipe kondom lainnya.

Apakah spermisida bisa mencegah penyakit menular seksual?

Spermisida tidak bisa mencegah penyakit menular seksual. Jenis kontrasepsi ini bahkan dapat mengiritasi alat kelamin, sehingga akan lebih mudah bagi seseorang untuk terkena infeksi. Salah satunya, infeksi menular seksual.Meski begitu, memakai spermisida bersama kondom dapat melindungi Anda dari penyakit menular seksual sekaligus mencegah kehamilan dengan lebih efektif. Jadi jika Anda hendak berhubungan seks, tetaplah gunakan kondom selain dengan spermisida.Dalam memilih jenis kontrasepsi yang akan digunakan, mengetahui efektivitasnya dalam mencegah infeksi menular seksual termasuk krusial. Dengan ini, Anda dan pasangan bisa merasa lebih aman.

Apa saja kelebihan dan kekurangan spermisida?

Tidak ada metode kontrasepsi yang benar-benar sempurna. Sama seperti pil, spiral, dan alat KB lainnya, spermisida juga memiliki kelebihan maupun kekurangan.

Kelebihan spermisida

  • Tidak memiliki efek jangka panjang terhadap hormon
  • Efektif jika digunakan dengan benar dan bersamaan alat kontrasepsi lainnya, khususnya kondom
  • Dapat dibeli tanpa resep dokter di apotek-apotek terdekat
  • Bisa sekaligus berperan sebagai lubrikasi saat berhubungan seksual
  • Lebih praktis dibawa ke mana-mana karena tersedia kemasan kecil
  • Cenderung lebih murah dari alat KB lainnya

Kekurangan spermisida

  • Butuh waktu sebelum memulai penetrasi
  • Kurang efektif jika digunakan hanya sendiri, sehingga perlu dibarengi dengan alat kontrasepsi lain (terutama kondom)
  • Harus lebih cermat memakainya agar benar-benar efektif untuk menghalangi sperma
  • Tidak melindungi dari infeksi menular seksual
  • Bisa memicu alergi atau iritasi pada alat kelamin

Efek samping penggunaan spermisida

Efek samping yang paling sering terjadi pada pengguna spermisida biasanya adalah terjadinya beberapa hal berikut.
  • Iritasi
  • Rasa perih dan terbakar di area genital
  • Rasa gatal pada vagina
  • Vagina yang menjadi kering
  • Vagina mengeluarkan bau
  • Vagina mengeluarkan cairan menyerupai keputihan
Bahkan, pada beberapa orang penggunaan spermisida dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius lagi. Misalnya seperti terjadinya dermatitis kontak, reaksi alergi, peradangan dan infeksi vagina, infeksi saluran kencing, hingga terjadinya iritasi pada area rektum.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan saat hendak memakai spermisida

Spermisida tidak cocok untuk semua orang. Anda tidak dianjurkan menggunakan metode kontrasepsi ini apabila:
  • Mengidap HIV atau AIDS
  • Berisiko tinggi untuk terkena HIV atau AIDS
  • Sering mengalami infeksi saluran kemih
  • Berisiko tinggi untuk hamil, misalnya berusia di bawah 30 atau berhubungan intim (tiga kali atau lebih per minggu)
Setiap metode kontrasepsi, termasuk spermisida, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk menentukan mana yang paling cocok untuk Anda, pertimbangkan gaya hidup, preferensi pribadi, serta kondisi kesehatan Anda.Konsultasikan juga dengan dokter kandungan sebelum Anda memutuskan jenis kontrasepsi yang akan Anda gunakan. Dengan ini, Anda dan pasangan dapat menunda rencana kehamilan dengan lebih efektif.
penggunaan kbpenyakit menular seksualkontrasepsi
WebMD. https://www.webmd.com/sex/birth-control/birth-control-spermicides
Diakses pada 16 Maret 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/spermicide/about/pac-20384550
Diakses pada 16 Maret 2020
KidsHealth. https://kidshealth.org/en/teens/contraception-spermicide.html
Diakses pada 16 Maret 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/sexual-health/spermicide.aspx
Diakses pada 16 Maret 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319935.php
Diakses pada 16 Maret 2020
Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/spermicide/what-are-disadvantages-using-spermicide
Diakses pada 10 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait