Sperma Menggumpal Saat Ejakulasi, Benarkah Ganggu Kesuburan?

(0)
24 Sep 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sperma menggumpal bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya dehidrasiSperma menggumpal bisa mendakan gangguan bisa tidak
Konsitensi sperma yang keluar saat ejakulasi memang bisa berbeda pada setiap pria. Ada yang sedikit encer, ada juga yang kental, bahkan menggumpal. Mengeluarkan sperma menggumpal saat ejakulasi inilah yang banyak membuat para kaum Adam khawatir.Pada beberapa orang, konsistensi menggumpal itu membuat sperma yang keluar jadi terlihat seperti jeli atau bulir jeruk. Karena bentuknya yang tidak biasa, kondisi ini sering dianggap berhubungan dengan gangguan kesuburan. Benarkah begitu?

Sperma menggumpal seperti jeli tanda tidak subur?

Sperma yang menggumpal seperti jeli sebenarnya bukanlah masalah jika tidak disertai dengan gejala lain. Apabila sperma yang keluar saat Anda ejakulasi biasanya kental dan sedikit ada gumpalan, maka hal tersebut juga umumnya bukan suatu gangguan.Ciri sperma yang normal dan sehat adalah yang berwarna putih pekat atau putih keabuan. Cairan ini juga akan mengeluarkan sedikit aroma klorin atau aroma manis, karena fruktosa atau gula yang dikandungnya.Makanan yang Anda konsumsi, pola olahraga, hingga suhu bisa memengaruhi konsistensi sperma. Jadi, kondisi ini tidak selalu berhubungan dengan ketidaksuburan seorang pria.

Penyebab sperma menggumpal

Untuk para pria yang biasanya tidak pernah mengeluarkan sperma menggumpal atau berkonsistensi kental, maka ada beberapa hal yang bisa menyebabkannya, yaitu:

1. Dehidrasi

Komponen utama dari semen yang keluar saat ejakulasi adalah air. Jadi, saat Anda dehidrasi, semen tersebut akan kekurangan bahan utama, dan konsistensinya pun akan mengental.Untuk mengatasi kondisi ini, minumlah lebih banyak air putih. Asupan air putih akan membantu menyeimbangkan kelembapan atau pH tubuh. Sebab saat dehidrasi, pH di tubuh bisa naik turun tidak teratur. Hal tersebut juga memicu sperma menggumpal.Selain sperma yang menggumpal, orang dengan kondisi dehidrasi juga akan mengalami gejala lain, seperti:
  • Sangat haus
  • Lemas
  • Pusing
  • Warna urine gelap
  • Jarang buang air kecil
  • Warna tinja gelap bahkan berdarah

2. Hormon sedang tidak seimbang

Di dalam sperma, ada berbagai macam hormon seperti testosteron maupun hormon steroid lainnya. Hormon ini bertugas untuk melindungi sperma dari kondisi vagina yang cenderung asam. Jadi, sperma bisa berenang dengan selamat dan membuahi sel telur di dalam rahim.Saat kadar hormon di dalam sperma tidak seimbang, maka konsistensi dan bentuknya jadi berubah. Perubahan hormon ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gaya hidup yang tidak sehat, penyakit tertentu, hingga usia. Jika memang sperma yang menggumpal disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, maka gejala lain biasanya juga akan Anda rasakan, seperti:
  • Rontoknya rambut di badan
  • Berkurangnya hasrat seksual
  • Sulit ereksi
  • Penurunan massa otot
  • Penurunan berat badan
  • Lemas
  • Peningkatan kadar lemak di tubuh

3. Infeksi

Sperma menggumpal juga bisa menandakan infeksi, terutama infeksi bakteri. Hal ini bisa terjadi karena infeksi akan membuat jumlah sel darah putih di dalam tubuh meningkat. Saat jumlah sel darah putih meningkat, maka kemampuan tubuh untuk memproduksi semen akan berkurang.Naiknya level sel darah putih juga akan mengubah bentuk sperma dan mengurangi konsenterasi sperma di semen.
Apabila sperma menggumpal yang Anda alami disebabkan oleh infeksi, maka ada beberapa gejala lain berupa:
  • Kesulitan buang air kecil
  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
  • Urine berdarah
  • Keluarnya cairan bening atau keruh dari penis
  • Pembengkakan testis

Cara mendapatkan sperma yang sehat

Meski sperma menggumpal belum tentu menandakan adanya penyakit, sebagai pria Anda tentu harus selalu memastikan bahwa cairan yang keluar saat ejakulasi adalah sperma yang sehat.Berikut ini tips untuk Anda agar bisa senantiasa memiliki sperma yang sehat dan subur.

1. Mengonsumsi makanan sehat

Setiap makanan yang Anda konsumsi, akan berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas sperma yang diproduksi. Untuk itu, perbanyak makan sayur, buah, dan makanan sehat lainnya untuk menjaga kesuburan.Pilih makanan yang tinggi antioksidan agar sperma bisa tetap sehat.

2. Menjaga berat badan ideal

Memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang berlebihan dan terlalu kurang, telah sering dihubungkan pada kondisi infertilitas atau ketidaksuburan. Maka dari itu, usahakan untuk selalu menjaga berat badan di rentang normal.

3. Mencegah infeksi menular seksual

Seperti yang telah disebutkan di atas, infeksi menular seksual bisa menyebabkan sperma menggumpal disertai dengan gejala lain yang b menggangegitugu. Infeksi menular seksual seperti gonore dan chlamydia juga bisa menyebabkan pria menjadi tidak subur.
Untuk mencegahnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain dengan:
  • Tidak bergonta-ganti pasangan seksual
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Langsung memeriksakan diri apabila ada gejala infeksi di kelamin
  • Mengenali gejala dan tanda infeksi pada pasangan

4. Berolahraga secara teratur

Dengan olahraga yang teratur, aktivitas antioksidan di tubuh akan meningkat. Hal ini sangat menguntungkan bagi kesehatan sperma.

5. Mengurangi stres

Stres dapat menurunkan performa seksual seorang pria. Kondisi mental ini juga bsia memengaruhi keseimbangan hormon di tubuh, yang akhirnya mengganggu kesuburan.Selain langkah-langkah di atas, Anda juga bisa menjaga kesehatan sperma dengan berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol.Jika masih punya pertanyaan seputar kondisi sperma menggumpal atau kesehatan sperma secara keseluruhan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
meningkatkan kesuburanspermakesehatan priareproduksi pria
Net Doctor UK. https://www.netdoctor.co.uk/healthy-living/sex-life/a28535523/jelly-lumps-in-ejaculate/
Diakses pada 10 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/thick-semen
Diakses pada 10 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/fertility/art-20047584
Diakses pada 10 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait