Sperma Dikeluarkan di Luar Masih Bisa Bikin Hamil, Kok Bisa?

(0)
09 Aug 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sperma keluar di luar masih bisa membuat hamilSperma keluar di luar bukan jaminan pasangan tidak akan hamil
Berhubungan seksual tidak melulu bertujuan untuk mendapatkan keturunan. Bagi sebagian orang, kegiatan ini murni untuk memenuhi kebutuhan biologis dan itu adalah hal yang normal.Hanya saja, masih banyak menganggap bahwa saat sperma keluar di luar, maka dirinya dan pasangan sudah aman dari kehamilan. Padahal, hal tersebut tidak sepenuhnya benar.Memang, mengeluarkan sperma di luar vagina saat berhubungan seksual akan mengurangi kemungkinan hamil, tapi tidak 100%. Bahkan, di antara orang-orang yang melakukan metode ini, 1 dari 5 di antaranya tetap berakhir dengan kehamilan.

Mengapa sperma dikeluarkan di luar masih bisa sebabkan kehamilan?

Mengeluarkan penis dari vagina sesaat sebelum ejakulasi memang terdengar sederhana. Namun pada kenyataannya, cara ini tidak semudah itu untuk dilakukan, terutama jika orang yang berhubungan seks belum berpengalaman.Lebih lanjut, berikut ini alasan mengeluarkan sperma di luar, tidak semudah kenyataannya.

1. Memperkirakan waktu yang tepat untuk ejakulasi adalah hal yang sulit

Saat berhubungan seksual, apalagi menjelang orgasme, mencabut penis dari vagina supaya sperma tidak keluar di dalam adalah hal yang sulit dilakukan, karena sensasi seksual yang dirasakan umumnya sudah hampir sampai pada puncaknya. Ibaratnya, Anda harus berhenti berhubungan seks saat sesi sedang panas-panasnya.Sehingga, saat orgasme sudah dekat, banyak yang tidak sadar akan bahwa waktu ejakulasi sudah dekat dan berujung tetap melanjutkan penetrasi. Pada akhirnya, sperma tetap dikeluarkan di dalam vagina.Terlambat sedikit saja mencabut penis juga bisa berujung pada kehamilan. Meski saat mencabut Anda belum orgasme, tapi cairan yang keluar sebelum orgasme atau pre-cum juga bisa menyebabkan kehamilan apabila cairan tersebut berinteraksi dengan sisa sperma yang masih ada di vagina.Di dalam vagina, sperma yang telah dikeluarkan bisa bertahan hingga tujuh hari.

2. Tidak semua pria bisa mengontrol waktu keluarnya sperma

Bagi para laki-laki yang punya kondisi ejakulasi dini, mencegah kehamilan dengan metode mengeluarkan sperma di luar bukanlah pilihan yang tepat. Sebab pada kondisi ini, pria akan orgasme tanpa diduga-duga atau lebih cepat dari perkiraan.Biasanya, untuk anak muda yang baru pertama kali melakukan hubungan seksual, sperma juga akan keluar lebih cepat dari perkiraan. Sehingga, sebaiknya janganlah mencoba melakukan metode ini apabila Anda belum benar-benar yakin bisa menebak waktu keluarnya sperma dengan tepat.

3. Diperlukan kontrol diri yang tinggi saat berhubungan seks

Kontrol diri adalah modal utama bagi para pria yang ingin mencoba mengeluarkan sperma di luar. Sebab, seperti yang telah disebutkan di atas, tidak semua orang bisa menghentikan penetrasi dan hubungan seksual saat sensasi sedang nikmat-nikmatnya.Jika Anda sudah merasa bahwa waktu orgasme sudah dekat, jangan tunda keluarkan penis dari vagina secapatnya. Sebab apabila terlambat sedikit saja, maka kemungkinan terjadinya kehamilan akan semakin besar.Pastikan Anda mendiskusikan metode ini dengan pasangan sebelum melakukannya. Dengan begitu, pasangan bisa membantu untuk menyadarkan Anda apabila waktu orgasme dirasa sudah dekat.

4. Rentan salah lokasi mengeluarkan sperma

Meski penis telah keluar dari vagina, jika sperma yang keluar menyembur ke area yang masih dekat dengan vagina, sperma tersebut masih sangat mungkin bergerak masuk ke area vagina dan menyebabkan kehamilan.Selain masih bisa menyebabkan kehamilan, ingat bahwa cara ini juga tidak akan melindungi Anda dan pasangan dari risiko penyebaran infeksi menular seksual.Sehingga, metode kontrasepsi lain seperti kondom, pil, atau spiral masih jauh lebih disarankan dibandingkan hanya mengeluarkan sperma di luar.

Jika sudah terlanjur keluar di dalam, apa yang harus dilakukan?

Apabila Anda atau pasangan telat mencabut penis keluar dari vagina dan sperma terlanjur keluar di dalam, ada beberapa cara yang masih bisa dicoba untuk menurunkan risiko terjadinya kehamilan, yaitu:

• Membasuh vagina segera

Apabila pasangan terlambat mencabut penisnya, maka Anda bisa membilas area vagina untuk mengurangi risiko terjadinya kehamilan. Ini caranya.
  • Duduk di toilet, lalu dengan dorongan dari otot vagina, cobalah untuk mendorong keluar sperma yang mungkin ada.
  • Cobalah untuk buang air kecil untuk membantu menyingkirkan semen yang mungkin masih terdapat di bukaan vagina
  • Basuhlah vagina secara menyeluruh hingga bersih

• Mengonsumsi pil KB darurat

Pil KB darurat atau morning after pill bisa dikonsumsi apabila sperma tidak sengaja dikeluarkan di dalam. Jenis pil ini berbeda dari pil KB biasa. Jadi, jangan sampai Anda salah konsumsi.Pil KB darurat hanya efektif apabila dikonsumsi paling lama 72 jam setelah hubungan seksual dilakukan.

• Segera memasang kontrasepsi tembaga

Kontrasepsi IUD berbentuk T yang terbuat dari tembaga, merupakan alat kontrasepsi darurat paling efektif yang bisa dipasang dalam jangka waktu paling lama 5 hari setelah Anda berhubungan seksual.Alat kontrasepsi ini akan dipasang di rahim oleh dokter dan bekerja dengan cara melepaskan tembaga di dalam rahim. Tembaga tersebut bertindak sebagai spermisida atau bekerja dengan menghentikan sperma mencapai sel telur.Meski Anda telah melakukan cara-cara di atas, risiko terjadinya kehamilan masih tetap ada. Sehingga, apabila Anda merasakan gejala kehamilan setelahnya, jangan beranggapan bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi. Segera periksakan kondisi ke dokter untuk mengetahui status kehamilan Anda.
hubungan sekshubungan seksualtips seksmerencanakan kehamilansperma
Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/withdrawal-pull-out-method/what-are-the-disadvantages-of-withdrawal
Diakses pada 27 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/can-you-get-pregnant-from-the-pull-out-method
Diakses pada 27 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/can-you-get-pregnant-with-the-pull-out-method#What-makes-it-less-effective?
Diakses pada 27 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/sex/birth-control/pull-out-withdrawal
Diakses pada 27 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait