Sebelum melakukan perawatan spa vagina, pastikan kebersihan dan kehigienisan tempat spa
Spa vagina atau ratus dilakukan dengan campuran tanaman herbal yang diuapkan ke arah vagina

Ada banyak sekali pilihan perawatan tubuh dan kecantikan yang ditawarkan untuk perempuan. Tidak terkecuali untuk urusan organ reproduksi seperti spa vagina atau biasa dikenal dengan ratus vagina. Ingat bagaimana aktris Gwyneth Paltrow mempopulerkan perawatan yang satu ini?

Apakah Anda pernah mencobanya? Jika iya – atau bahkan sering – ada baiknya menyimak lebih jauh artikel ini karena ternyata spa vagina tidak sesepele itu.

Spa vagina untuk kesehatan, amankah?

Spa vagina biasanya menjadi pilihan perempuan yang akan menikah, setelah melahirkan, atau sekadar saat mereka ingin merawat organ reproduksi yang satu ini. Prosesnya adalah selama perawatan, seseorang akan duduk di sebuah kursi berlubang.

Tepat di bagian bawah lubang tersebut, ada air panas dengan campuran bahan-bahan herbal yang mengeluarkan uap dan terpapar langsung ke vagina.

Sebenarnya spa vagina ini bisa dilakukan sendiri di rumah. Namun umumnya, orang-orang akan memilih perawatan di salon kecantikan.

Biasanya perawatan yang juga disebut dengan ratus vagina ini berlangsung sekitar 15-45 menit. Klaimnya, manfaat ratus ini bisa berdampak baik untuk kondisi vagina.

Tapi benarkah demikian?

Kita bedah dulu apa saja yang diklaim sebagai manfaat ratus vagina. Berikut ini klaimnya:

  • Meredakan keluhan saat menstruasi seperti mual, kram, lelah, atau darah berlebih
  • Meningkatkan kesuburan
  • Mempercepat pemulihan setelah melahirkan
  • Relaksasi sehingga mengurangi rasa stres
  • Mengatasi wasir
  • Meningkatkan energi
  • Mengatasi sakit kepala

Masih banyak daftar yang biasanya ditawarkan salon-salon kecantikan sebagai manfaat ratus. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang mendukung klaim di atas.

Risiko keamanan spa vagina

Hal utama yang perlu menjadi perhatian setiap perempuan sebelum melakukan spa vagina adalah risiko keamanannya. Ada tiga hal utama yang terkait dengan hal ini, yaitu kemungkinan merusak jaringan di vagina, risiko luka bakar, hingga kebersihan alat spa vagina.

Mari kita bedah lebih jauh.

1. Membahayakan jaringan vagina

Spa vagina bukan hanya urusan merawat vagina dengan memaparkan uap panas yang diolah dengan bahan-bahan herbal saja. Bisa jadi memang ratus vagina terasa nyaman dan menjadi salah satu metode relaksasi. Meski demikian, ada risiko yang mengintai.

Uap panas yang mengenai vagina selama durasi cukup lama bisa saja merusak jaringan vagina yang sensitif. Hal ini sangat mungkin terjadi apabila uap panas berada dalam suhu yang terlalu tinggi.

Kerusakan jaringan ini bisa juga terjadi ketika bahan-bahan yang ada dalam air rebusannya mengandung bahan kimia tertentu. Bukan tidak mungkin hal ini bisa memicu risiko infeksi bakteri hingga jamur pada vagina.

2. Risiko luka bakar

Seorang wanita berusia 62 tahun pernah mencoba spa vagina dan menjadi contoh kasus nyata bahwa perawatan ratus vagina ini bisa menimbulkan luka bakar. Dirinya mencoba dua sesi spa vagina dengan bahan-bahan yang tidak jelas asal usulnya, dan mengalami luka bakar di serviks dan vaginanya.

Alasan awal perempuan ini melakukannya adalah untuk mengembalikan kondisi vaginanya seperti semula. Namun ternyata paparan uapnya merusak pertahanan alami tubuh terhadap infeksi. Artinya, vagina semakin besar mengalami infeksi.

3. Kebersihan alat spa vagina

Yakinkah Anda bahwa alat spa vagina di salon kecantikan benar-benar bersih? Ada banyak sekali pelanggan salon yang sebelumnya menggunakan alat itu sebelum Anda. Apakah salon tersebut telah membersihkannya dengan cara yang benar-benar tepat?

Jangan ragu untuk bertanya kepada pihak salon bagaimana cara mereka membersihkan setiap alat yang digunakan untuk perawatan ratus vagina. Mulai dari kursi, handuk, hingga pancinya. Hak Anda pula untuk bertanya apa saja bahan herbal yang digunakan dalam ramuan air panas tersebut.

Idealnya, pihak salon akan menjelaskan dengan rinci tanpa ragu. Apabila mereka tidak bisa menjawab pertanyaan sesederhana ini dengan gamblang, ada baiknya berpikir dua kali sebelum melakukan perawatan ratus vagina.

Ibu hamil, jangan sembarang spa vagina

Jangan lupa satu lagi hal yang harus menjadi perhatian terkait spa vagina terutama bagi ibu hamil. Sebaiknya jangan melakukan spa atau ratus vagina karena bisa membahayakan janin yang tengah berkembang.

Memang benar bahwa saat mengandung, seorang ibu hamil akan merasakan berbagai hal yang membuat mereka kurang nyaman. Perawatan di salon bisa jadi cara untuk memanjakan diri mereka di tengah kondisi kehamilan yang dirasa melelahkan.

Meski demikian, sebaiknya jangan memilih perawatan ratus vagina sebagai salah satu opsi memanjakan diri. Paparan uap panas ini berbahaya bagi janin terutama apabila terlalu panas.

Bagaimana jika saya tetap ingin spa vagina?

Setelah melihat paparan di atas, bagaimanapun perawatan ini tetap menjadi hak setiap orang. Bukan berarti dengan tidak adanya bukti ilmiah lantas membuat Anda menjadi antipati terhadap perawatan spa vagina. Tentu bukan itu.

Jika Anda tetap ingin melakukan perawatan spa vagina, pastikan suhu uap panas yang terpapar ke vagina tidak terlalu tinggi. Hanya Anda yang bisa tahu apakah suhu uapnya terlalu tinggi atau tidak, bukan terapis atau petugas di salon.

Jika terasa tidak nyaman, segera berdiri dan informasikan kepada terapis untuk menyesuaikan suhunya. Jangan pula memposisikan vagina terlalu dekat dengan uap panas. Frekuensi melakukan perawatan spa vagina juga sebaiknya tidak terlalu sering.

Pada dasarnya, vagina adalah organ tubuh yang bisa ‘membersihkan’ diri sendiri asal tetap dibasuh setiap kali buang air kecil, berhubungan intim atau terasa lembap. Keseimbangan kadar pH vagina pun berubah-ubah bergantung pada lingkungan sekitarnya.

Lebih krusial lagi bagi Anda untuk memastikan vagina tetap bersih, kering, dan bebas dari zat kimia agar tetap sehat.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322657.php
Diakses 10 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/vaginal-steaming
Diakses 10 September 2019

Science Alert. https://www.sciencealert.com/a-woman-got-2nd-degree-burns-from-vaginal-steaming-and-it-s-really-not-funny
Diakses 10 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed