Sorbitol, Pemanis Makanan yang Lebih Rendah Kalori Dibanding Gula Pasir

(0)
19 Aug 2020|Arif Putra
Sorbitol adalah pemanis golongan gula alkohol atau polyol yang diturunkan dari glukosaSorbitol adalah pemanis yang rendah kalori bila dibandingkan gula pasir
Ternyata, pemanis yang dicampurkan dalam produk olahan tak hanya gula pasir. Pemanis lain yang juga sering dicampurkan dalam makanan olahan adalah sorbitol, pemanis rendah kalori yang masuk dalam gula alkohol. Adakah efek samping konsumsi sorbitol?

Apa itu sorbitol?

Sorbitol adalah pemanis golongan gula alkohol atau polyol yang diturunkan dari glukosa. Pemanis ini bersifat larut dalam air dan terkandung dalam banyak buah-buahan dan sayuran.Sorbitol adalah pemanis yang rendah kalori. Jika dibandingkan dengan gula pasir, sorbitol memiliki kalori 35% lebih rendah. Satu gram gula pasir memberikan kalori sebesar 4. Sementara itu, satu gram sorbitol memberikan kalori hanya 2,6. Karena kalorinya yang rendah, sorbitol ini sering dicampurkan ke dalam produk multi-industri, termasuk produk-produk farmasi, makanan olahan bebas gula, dan produk kesehatan mulut. Pemanis ini juga dicampurkan ke produk olahan untuk menambah cita rasa, meningkatkan tekstur, dan mempertahankan kelembapan.Tak hanya itu, sorbitol juga mungkin diresepkan dokter sebagai pemanis untuk penderita diabetes karena tidak terlalu berefek pada gula darah.Sebagai pemanis alami, sorbitol terkandung dalam berbagai buah-buahan, seperti:
  • Apel
  • Pir
  • Plum kering
  • Ceri 
  • Kismis
  • Apricot
  • Persik
  • Buah-buah beri famili Sorbus

Potensi manfaat sorbitol untuk kesehatan

Kesehatan mulut akan tetap terjaga karena pemanis sorbitol tidak menyebabkan lubang
Pemanis sorbitol tidak akan menimbulkan lubang pada gigi
Sorbitol dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan, misalnya:

1. Menjaga kesehatan mulut

Gula alkohol seperti sorbitol disebutkan bermanfaat untuk kesehatan gigi dan mulut. Salah satu alasan utamanya adalah sifat non-kariogenik pada gula alkohol, di mana pemanis ini tidak berkontribusi terhadap pembentukan lubang di gigi. Sifat non-kariogenik gula alkohol membuat pemanis-pemanis ini sering dicampurkan ke permen karet bebas gula. Jika dibandingkan dengan gula pasir, sorbitol lebih bermanfaat dalam hal perlindungan gigi. Walau begitu, penting untuk diingat bahwa sorbitol tidak memiliki efektivitas yang sama dengan gula alkohol lain dalam melindungi gigi, seperti erythritol dan xylitol.

2. Mengendalikan gula darah

Sorbitol mengandung kalori yang berasal dari karbohidrat. Namun, pencernaan dan penyerapan pemanis ini terjadi dengan lambat dan cenderung tidak sempurna di dalam usus halus. Sisa sorbitol yang tidak tercerna akan berlanjut ke usus besar, sehingga kalori yang dihasilkan tidak sebanyak gula pasir biasa. Pencernaan sorbitol yang tidak sempurna tersebut membantu mengendalikan sekresi hormon insulin -  yang kemudian juga akan mengontrol kadar gula darah.

Berapa rekomendasi harian konsumsi sorbitol?

Belum jelas rekomendasi asupan sorbitol dalam satu hari. The Joint Food and Agriculture Organization (JECFA) mengategorikan asupan sorbitol dengan “tidak spesifik”. Kategori ini menjadi kategori paling aman untuk asupan rekomendasi kandungan makanan. Sementara itu, Foods and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat merekomendasikan asupan harian sorbitol tidak lebih dari 30 gram dalam sehari. Sebab, konsumsi di atas angka tersebut berisiko menimbulkan gejala tertentu.

Efek samping sorbitol yang patut diwaspadai

Sebagai pemanis, konsumsi sorbitol harus dilakukan dengan wajar untuk hindari efek samping tertentu. Beberapa risiko efek samping konsumsi sorbitol, yaitu:
  • Gangguan pencernaan, seperti diare, perut kembung, dan kram
  • Pada pasien diabetes, sorbitol berisiko menyebabkan cedera pembuluh darah dan saraf
  • Kerusakan mata, seperti katarak
  • Peningkatan risiko masalah pada ginjal
  • Risiko gatal pada dubur bagi beberapa orang
  • Risiko feses hitam
  • Kesulitan dalam bernafas.
  • Meningkatkan rasa haus
  • Berkurangnya volume urin yang dikeluarkan
  • Pada kasus yang jarang terjadi, beberapa individu berisiko mengalami reaksi alergi pada kulit, seperti gatal dan kulit melepuh
Apabila Anda mengalami mual, muntah, dan sakit perut, pemanis seperti sorbitol perlu dihindari. Sementara itu, ibu hamil dan menyusui disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum konsumsi sorbitol.

Catatan dari SehatQ

Sorbitol adalah pemanis yang masuk dalam golongan alkohol. Pemanis ini cenderung aman dikonsumsi dan lebih rendah kalori dibandingkan gula pasir. Apabila Anda ingin mencoba sorbitol sebagai pengganti gula namun khawatir dengan kecocokan kondisi tubuh, berkonsultasi dengan dokter sangat dianjurkan.
nutrisigula darahzat gizi
Food Insight. https://foodinsight.org/what-is-sorbitol
Diakses pada 5 Agustus 2020
News-Medical Net. https://www.news-medical.net/health/Sorbitol-Research-and-Safety.aspx
Diakses pada 5 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait