Song Song Couple Cerai, Bagaimana Dampak Perceraian Secara Psikologis?

Pria dan wanita yang mengalami perceraian biasanya merasa marah dan cemas
Dampak perceraian secara psikologis pasti dirasakan oleh pria maupun wanita.

Berita mengenai Song Joong Ki yang menggugat cerai pasangannya, Song Hye Kyo di pengadilan menimbulkan rasa sedih di antara para penggemarnya. Pasangan selebritis Korea ini bertemu dalam drama Descendants of The Sun di tahun 2016 dan menikah pada Oktober 2017.

Song Jong Ki sempat meminta maaf kepada para penggemarnya dan menegaskan bahwa ia ingin berpisah secara baik-baik dengan istrinya.

Meski belum dua tahun menikah, dampak perceraian secara psikologis pastinya tetap ada. Perceraian bukanlah perkara yang sepele dan menuntut suatu perubahan.

Dampak perceraian secara psikologis

Perceraian mengakibatkan banyak perubahan dalam hidup seseorang. Dampak perceraian yang dirasakan oleh pria dan wanita sebenarnya sama aja. Keduanya dapat merasa marah, cemas, depresi, dan cemburu.

  • Rasa marah

    Rasa marah bisa saja muncul setelah proses perceraian ketika masalah-masalah yang sebelumnya diabaikan muncul dan dibahas kembali.
  • Rasa cemas

    Rasa cemas karena perubahan-perubahan yang dialami seusai perceraian adalah hal yang wajar terjadi. Setelah mengambil keputusan yang besar, seperti perceraian, wanita maupun pria akan merasa takut dengan ketidakpastian setelah perceraian. Bahkan pergantian rutinitas bisa menjadi salah satu pemicu dari rasa cemas setelah proses perceraian.
  • Depresi

    Depresi dapat timbul karena rasa bersalah ataupun hilangnya ambisi setelah perceraian. Dampak perceraian yang satu ini mampu menghilangkan kesenangan atau ketertarikan kedua belah pihak terhadap hal-hal yang senang dilakukan.
  • Rasa cemburu

    Meskipun sudah tidak tinggal seatap dan tidak lagi terikat sebagai suami istri, tetapi mengetahui mantan suami atau istri sedang berpacaran atau dekat dengan orang lain tentunya mampu memicu perasaan cemburu terhadap kehidupan pihak lainnya.

Bagaimana pria dan wanita menyikapi perceraian?

Seperti yang telah disebutkan, baik pria maupun wanita sebenarnya merasakan dampak perceraian secara psikologis. Namun, penelitian menunjukkan bahwa dampak perceraian di tahun-tahun pertama lebih parah pada pria ketimbang pada wanita.

Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa pada tahun pertama perceraian, pria lebih merasakan dampak perceraian terhadap kepuasaan hidup dan keluarga, sementara wanita lebih merasakan dampak perceraian terhadap ekonomi rumah tangga.

Meskipun demikian, pada tahun-tahun berikutnya, pria dan wanita tidak memiliki perbedaan dampak perceraian yang menonjol. 

  • Dampak perceraian pada pria

Dampak perceraian bisa jadi lebih besar pada pria karena pria cenderung tidak tertarik mencari dukungan secara emosional dari orang-orang sekitarnya. 

Selain itu, seusai perceraian, pria lebih berisiko mengalami depresi, kekurangan dukungan sosial, dan menyalahgunakan zat-zat tertentu. 

Pria yang lebih senang mengungkapkan perasaannya melalui tindakan akan lebih condong untuk mengungkapkan perasaannya terhadap perceraian yang dialami dalam bentuk menghindari tempat tinggal mereka, bekerja jauh lebih keras di kantor, dan sebagainya.

Penelitian lain mendapati bahwa pria lebih berisiko untuk melakukan tindakan bunuh diri daripada wanita selama proses perceraian berlangsung.

  • Dampak perceraian pada wanita

Sebuah riset menelusuri dampak perceraian secara psikologis pada wanita dan menemukan bahwa wanita yang bercerai memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibanding wanita yang menikah. Hal ini berpotensi menimbulkan depresi.

Perceraian mampu membuat seorang wanita merasa tidak bahagia dan kesepian. Para wanita yang sudah bercerai mungkin memiliki kekhawatiran dalam segi mencari pasangan yang tepat untuknya di masa depan.

Emosi lain yang dapat dirasakan oleh wanita yang bercerai adalah rasa bersalah. Perasaan bersalah tersebut bisa terlahir dari pemikiran bahwa sang wanita belum berusaha maksimal dalam mempertahankan pernikahannya.

Namun, dibalik dampak perceraian yang negatif secara psikologis pada wanita, terdapat juga dampak perceraian yang positif untuk para wanita. 

Beberapa wanita yang bercerai menganggap perceraian sebagai periode untuk mengembangkan diri dan menjadi mandiri, serta mampu mengambil keputusan sendiri.

Apa yang harus dilakukan bila Anda mengalami kesulitan melewati proses perceraian?

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari bantuan atau dukungan sosial dan emosional dari orang-orang sekitar. Menjadi lebih terbuka dengan menceritakan apa yang dirasakan dan dipikirkan dapat membantu Anda untuk tidak merasa kesepian.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan psikolog, konselor, ataupun psikiater jika Anda merasa perceraian yang dilalui mengganggu kehidupan sehari-hari. 

Bila Anda atau kerabat mengalami depresi atau memiliki keinginan untuk bunuh diri selama proses perceraian, segeralah kunjungi psikolog, konselor, atau psikiater.

Liputan 6. https://www.liputan6.com/showbiz/read/3999106/song-joong-ki-gugat-cerai-song-hye-kyo
Diakses pada 27 Juni 2019

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/140785-the-effect-divorce-women/
Diakses pada 27 Juni 2019

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/103381-psychological-effects-divorce-women/
Diakses pada 27 Juni 2019

Medical Xpress. https://medicalxpress.com/news/2013-09-divorce-affect-health.html
Diakses pada 27 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5992251/
Diakses pada 27 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6142169/
Diakses pada 27 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19428116
Diakses pada 27 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16821506
Diakses pada 27 Juni 2019

PsychCentral. https://psychcentral.com/blog/the-differences-in-divorce-for-men-and-women/
Diakses pada 27 Juni 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/it-s-man-s-and-woman-s-world/201412/why-breakups-are-actually-tougher-men
Diakses pada 27 Juni 2019
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/divorce-grownups/200805/the-psychology-divorce
Diakses pada 27 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed